PC Acung Tewaskan Perantau Jawa Barat

  • Whatsapp
Evakuasi Korban- Tim penyelamat gabungan saat mengevakuasi korban Gugum Gunawan yang tenggelam di Kolong Kayu Ara 10 Desa Perlang, Lubuk Besar, Sabtu sore (14/9/2019).. Operator PC itu mengalami kecelakaan tambang dan tercebur ke dalam kolong. (foto: Muhammad Tamimi)

Tenggelam di Kolong Kayu Ara Perlang
Mayat Korban Ditemukan Mengapung

LUBUK BESAR – Pihak kepolisian sepertinya harus mengusut keterlibatan para pemilik alat berat jenis eksavator atau PC yang kerap digunakan untuk membantu aktivitas penambangan diduga ilegal di Wilayah Pencadangan Negara (WPN) atau eks Kontrak Karya (KK) PT Koba Tin di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terlebih, akibat aktivitas ilegal itu telah menyebabkan korban jiwa yang menewaskan operator PC bernama Gugum Gunawan (28). Perantau asal Provinsi Jawa Barat itu ditemukan tewas mengapung oleh tim penyelamat gabungan di kawasan Kolong Kayu Ara 10, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah yang merupakan wilayah eks Koba Tin, Sabtu sore (14/9/2019).

Sebelumnya, PC yang diduga milik pengusaha bernama Acung itu tenggelam bersama Gugum setelah terperosok di pinggiran Kolong Kayu Ara 10 pada Kamis malam (12/9/2019) pukul 19.00 Wib. Perantau yang berdomisili di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan ini baru ditemukan tim SAR dua hari kemudian sekitar pukul 15.55 Wib.

Pencarian Gugum dilakukan Tim Gabungan dari Kepolisian Bangka Tengah, Bravo 110 Basarnas Bangka Belitung, BPB Bangka Tengah, dibantu warga sekitar baru berhasil, saat jasad Gugum mengambang di permukaan kolong.

Komandan Tim (Dantim) Bravo 110 Basarnas Bangka Belitung, Fani mengatakan kegiatan pencarian selama tiga hari itu berhasil menemukan korban meski dalam kondisi meninggal dunia.

“Informasi yang kita terima pada Kamis (12/09/2019) pukul 19.00 WIB. Kami dari Basarnas Bangka Belitung beranggotakan tujuh orang langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian. Alhamdulillah hari ini tepat hari ketiga (Sabtu) korban ditemukan, kondisinya meninggal dunia,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (14/09/2019).

Diungkapkannya, korban saat ditemukan dalam keadaan mengapung berjarak kurang lebih 13 meter dari titik tenggelamnya eksavator. “Saat ditemukan, kondisi korban mengapung tepat di depan saya dengan jarak tidak jauh dari titik tenggelamnya excavator sekitar 13 meter,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Fani dari warga pelimbang pasir timah di lokasi, bahwa alat berat dioperatori Gugum terperosok masuk ke kolong setelah jalan yang dilewatinya mengalami longsor.

“Tanah yang dilewati eksavator mengalami longsor, sehingga membuat eksavator ini terperosok ke dalam kolong dan saat terperosok itu, korban dapat keluar. Besar kemungkinan korban ini tidak bisa berenang dan sempat minta tolong. Namun karena tanah itu terus mengalami longsor membuat warga tidak bisa untuk menolong,” ceritanya.

Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke Puskesmas Lubuk Besar untuk dilakukan visum.
“Korban saat ditemukan sudah mulai membusuk dan dibawa ke Puskesmas Lubuk Besar untuk divisum. Setelah itu, keluarga korban kemungkinan langsung membawanya ke Toboali untuk dikebumikan,” pungkasnya. (ran/1)

Related posts