Pasirpadi Bay Makan Tumbal

  • Whatsapp
KOLAM PETAKA – Di kolam Waterboom Pasirpadi Bay inilah, petaka menimpa bocah Alif yang tenggelam dan meninggal dunia pada Sabtu sore lalu. Diduga ada kelalaian dari pihak manajemen dalam mengelola tempat wisata. Anggota DPRD mendesak manajemen bertanggungjawab. (Foto: Budi Sutanto)

Bocah Tewas di Kolam Waterboom
Pengelola Diduga Lalai, Polisi Periksa 4 Saksi

PANGKALPINANG – Objek wisata waterboom di Pasir Padi Bay yang berlokasi di kawasan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang membawa petaka. Pasalnya, Sabtu (8/5/2019) seorang anak berusia 8 tahun tewas tenggelam saat berenang di salah satu kolam Waterboom Pasir Padi Bay.

Nyawa bocah yang diketahui bernama Alif bin Sahroni itu tidak bisa diselamatkan meskipun sempat dibawa ke Puskesmas terdekat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, petaka di Pasir Padi Bay itu terjadi saat Alif bersama keluarganya dari Toboali Kabupaten Bangka Selatan berwisata ke Pasir Padi Bay. Saat berenang, Alif tiba-tiba enggelam di kolam dewasa dengan kedalaman 1,5 meter.

Padahal seharusnya, anak-anak tidak berenang di kolam dewasa. Diduga terjadi kelalaian dari pihak pengelola Pasir Padi Bay sehingga petaka itu terjadi. Namun penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Tenggelamnya Alif di kolam khusus dewasa kedalaman 1,5 meter diketahui Ketua Tim Penjagaan Kolam, Iwan sekira pukul 16.00 WIB.

“Berdasarkan penyelidikan, salah satu pengunjung yang ada di kolam tersebut menyampaikan kepada penjaga keamanan kolam Ferry dan Dimas bahwa ada korban tenggelam sehingga keduanya masuk kedalam kolam berusaha untuk menyelamatkan korban,” ujar Kapolsek Bukit Intan, AKP Adi Putra kepada wartawan, Minggu (9/5/2019).

Katanya, saat kejadian tersebut pengunjung sangat ramai, di dalam kolam tersebut ada sekitar 70 orang pengunjung. Sampai saat ini keluarga korban belum melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian. Namun polisi sudah melakukan tindakan penyelidikan.

“Rencananya akan dilaporkan setelah petugas life guard Iwan, Dimas dan Ferry pulang mengantar korban dari Toboali,” lanjutnya.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Air Itam, namun meninggal dalam perjalanan. Selanjutnya korban langsung dibawa kerumah duka di Toboali.
“Saat ini kasus sudah ditanggani oleh Sat Reskrim Polres Pangkalpinang,” timpalnya.

Adi Putra juga menghimbau agar pengunjung tempat-tempat wisata di wilayah hukum Polsek Bukit Intan, agar lebih mengawasi anak-anak dalam bermain.

“Kita ketahui bersama, masa liburan lebaran kawasan wisata penuh dengan pengunjung, diharapkan orang tua yang membawa anak agar mengawasi anak-anak dalam bermain,” tandas Adi Putra.

Terpisah, Manager Operasional Pasir Padi Bay, Adam Sidabutar berkilah adanya kelalaian dari pihaknya atas tewasnya Alif.

Menurut Adam, pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai ketentuan Standart Operasi Prosedur (SOP). Kejadian itu katanya adalah musibah. Namun, pihaknya sudah berupaya mengambil tindakan penyelamatan.

“Memang kebetulan beberapa hari ini pengujungnya ramai sekali. Tapi kami sudah melakukan tindakan pertolongan hingga bantuan dan pengurusan asuransi jiwa terhadap korban,” ujarnya saat di temui di Pasir Padi Bay.

Namun, dari pantauan sejumlah wartawan yang berada di lokasi melihat tidak adanya ketersediaan alat kelengkapan keselamatan renang.
Dari hasil investigasi harian ini di lokasi kolam renang tersebut, salah satu penjaga keamanan kolam renang mengakui tidak pernah melakukan pelatihan maupun Pendidikan Dasar (Diksar).

Atas hal itu, Adam kembali membantah adanya kelalaian, meskipun di lapangan jelas tidak lengkapnya peralatan keselamatan renang.

“Mengenai kelalaian itu menunggu hasil dari pihak kepolisian, karena dari peristiwa kejadian itu langsung ditangani oleh dari pihak Polresta dan Polsek Bukit Intan, dan untuk mengenai pegawai penjaga keamanan kolam renang kami pihak perusahaan sudah memberikan pelatihan kepada mereka,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Hari Kartono mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak korban, namun Polres langsung melakukan langkah penyelidikan atas tewasnya korban.

Dari hasil penyelidikan sementara, Polisi menduga korban tewas karena tenggelam. Mengenai dugaan kelalaian pengelola Pasirpadi Bay, pihaknya belum mengambil kesimpulan karena masih dalam proses penyelidikan.

“Kita telah memeriksa setidaknya 4 orang saksi termasuk petugas keamanan dan managernya. Kita belum simpulkan apapun soal ada tidaknya kelalaian namun dugaan sementara korban tewas karena tenggelam,” lanjutnya.

Menurut Hari, saat ini pihaknya masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan tindak lanjut penyelidikan perkara sebab pihak keluarga masih berduka.

“Tentu kita juga memikirkan kondisi keluarga korban. Namun informasi yang kita peroleh keluarga sudah menerima dengan ikhlas kematian korban. Yang jelas Polres akan melakukan langkah sesuai dengan aturan hukum yang ada,” pungkasnya. (bum/das/6)

Related posts