by

Pasir Padi Bay Berulah Lagi : Gelang Karet Hilang, Pengunjung Bayar Rp100 Ribu

Erna: Ini Keterlaluan dan Menipu

PANGKALPINANG – Tempat wisata water boom Pasir Padi Bay di kawasan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk kedua kalinya berulah dan menuai sorotan negatif.
Seorang pengunjung, yakni Ernawati Simaremare (45) mengeluhkan pelayanan yang diberikan tempat wisata itu. Pasalnya, ketika dirinya dan keluarganya mengunjungi waterboom Pasir Padi Bay ini mendapatkan pelayanan yang kurang mengenakkan.
Pihak managemen wahana bermain air Pasir Padi Bay memaksa dirinya untuk membayar denda sebesar Rp100 ribu hanya karena gelang karet pertanda berkunjung ke tempat itu hilang.
Sayangnya, pembayaran denda sebesar itu sebelumnya tidak pernah disosialisasikan kepada pengunjung.
Bahkan, tidak ada tertulis pengumuman pembayaran denda ditempat wisata yang baru dilaunching sejak 30 Maret lalu.
“Kok kita disuruh bayar denda Rp100 ribu, padahal hanya gelang karet hilang. Kalau Rp10 ribu sih wajar saja, ini keterlaluan dan menipu sekali karena sebelumnya tidak ada sosialisasi dari pihak managemen waterboom Pasir Padi Bay. Biasanya kan ada tulisan pengumuman yang ditempel jika hilang gelang karet akan didenda, sedangkan ini tidak ada sama sekali,” keluh Erna sapaan akrab Ernawati Simaremare kepada Rakyat Pos, Minggu (13/5/2018).
Denda sebesar itu, diakuinya, sangat memberatkan sekali dan dirinya terpaksa merogoh gocek demi membayar denda itu.
“Saya sih agak terkejut kirain bayarnya hanya Rp10 ribu, ternyata Rp100 ribu. Kan hanya gelang karet yang hilang, bukan kartu masuknya. Kita juga sudah membayar kartu masuk sebesar Rp20 ribu,” ungkapnya.
Diceritakan Erna, dirinya dan rombongan datang ke Pasir Padi Bay sekitar pukul 13.30 WIB pada Kamis (10/5) langsung menerima perlakuan yang tidak semestinya diterima ketika akan berwisata.
“Kan semestinya kami diberitahukan dulu, tertulis pun tak ada di tempat itu, tiba-tiba dipaksa bayar Rp100 ribu. Pihak menagemennya sempat datang dan bilang kalau hilang bayar denda Rp100 ribu. Kan sudah diberitahukan,” lanjutnya menirukan suara manager Pasir Padi Bay sembari menyebutkan kalau kehilangan kartu masuk didenda Rp10 ribu ada ditempel pihak managemen.
Diapun mengharapkan, kejadian yang merugikan dirinya tidak terulang lagi kepada pengunjung lainnya dan pihak managemen semestinya memberitahukan serta sosialisasi dulu kepada pengunjung akan didenda jika gelang karet hilang.
Sedangkan Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiadi menyesalkan pihak managemen Pasir Padi Bay yang memaksa pengunjung harus membayar denda kehilangan karet gelang sebesar Rp100 ribu. Seharusnya ini tidak perlu terjadi dan masalah ini tentu akan direspon dewan.
“Saya sudah tiga kali ke Pasir Padi Bay dan tiga kali ini gelangnya lepas terus. Jangan pelaksanaannya Pasir Padi Bay menyusahkan masyarakat dan semestinya tidak boleh pihak penyelenggara tempat wisata membuat aturan seenak perut sendiri, harus ada kejelasan diawal apakah hanya gara-gara kehilangan gelang karet itu harus membayar denda Rp100 ribu. Itu artinya berkali-kali lipat dari tiket masuk. Sementara dia punya bukti ketika pengunjung masuk punya kartu elektronik dan itu juga bisa dijadikan bukti bahwa dia sudah pernah membayar dan tidak perlu seperti itu,” sesal Rio ditemui harian ini ba’da Salat Jumat di Masjid Al-Aziz Jalan A. Yani Pangkalpinang, Jumat siang.
Ia menilai, managemen Pasir Padi Bay hanya seenaknya saja membuat aturan yang merugikan masyarakat dan dewan akan mempertanyakan hal itu kepada pihak managemen.
“Mengapa harus ada kebijakan yang merugikan konsumen, kami tidak mau hal ini terjadi lagi dan kita berharap masyarakat menginformasikan jika mengalami hal seperti ini. Jangan takut dan kita akan back up,” imbuhnya.
Politisi PKS ini memperingatkan dengan tegas agar pihak managemen Pasir Padi Bay supaya bersikap kooperatif terhadap masyarakat.
“Inikan baru dibangun dan belum setahun, janganlah bikin sesuatu yang menjadi polemik di masyarakat. Kalau hanya perkara gelang lepas, saya ini bisa diselesaikan baik-baik dan masyarakat jangan dibikin ribetlah,” tegas Rio.
Sementara itu, General Manager (GM) Pasir Padi Bay Water Park, Willy didampingi Operasional Manager, Marta Hadi Rahman dikonfirmasi terpisah berdalih bahwa permasalahan gelang karet itu sudah diberlakukan dijagat dunia hiburan yang dinaungi Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI).
“Ini kita inves harga satu bijinya Rp150 ribu karena ini otak. Kita belanjapun pakai ini sudah bisa dan kita pun memang sudah ada pengumuman bahwa setiap ada kehilangan ini akan dikenakan denda Rp100 ribu. Pengumuman pun sudah ada,” elak Willy. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU