Partisipasi Rendah, Bupati Sebut Masyarakat Bosan

  • Whatsapp
Rapat Pleno- Petugas PPK Belinyu menunjukkan hasil perolehan suara pasangan calon pada rapat pleno rekapitulasi perolehan suara di Hotel Tanjung Pesona, Kamis kemarin (foto/Susanti)

Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara KPU Bangka
Faktor Figur Juga Berpengaruh
Erzaldi-Fattah Raih Suara Terbanyak

SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Tarmizi Saat memiliki pendapat mengenai rendahnya partisipasi pemilih dalam Pilkada Babel tahun 2017 pada 15 Februari lalu. Menurut dia, faktor kebosanan menjadi penyebab keengganan masyarakat menggunakan hak pilihnya. Data KPU Bangka, tingkat partisipasi pemilih hanya 58 persen.

“Faktornya karena kebosanan, baru saja milih bupati, milih gubernur lagi. Habis ini milih bupati lagi, milih legislatif, presiden lagi. Bisa karena ketidaktahuan masyarakat yang belum tersentuh dengan baik jadi masalah juga. Kuncen di desa itu seperti penghulu, P3N, dukun atau ketua perlu didekati dengan baik. Baliho juga perlu di kecamatan. Untuk dalam kota bisa melalui media radio,” kata bupati usai membuka rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Babel di Tanjung Pesona Hotel, Kamis (23/2/2017).

Selain itu, menurut orang nomor satu di Kabupaten Bangka itu, figur calon gubernur dan wakil gubernur yang kurang pas di hati masyarakat, juga berpengaruh kepada jumlah pemilih. Namun ia membantah jika rendahnya partisipasi pemilih disebut Pilkada di Bangka gagal. Ia mengatakan partisipasi pemilih hanya belum menggembirakan.

“Tapi figur itu lah empat orang, pengaruhnya tidak terlalu besar. Intinya sosialisasi dan apa manfaat pilkada bupati dan gubernur itu bagi rakyat. Itu paling penting. “Gagal tidak juga. Pangkalpinang lebih rendah dari kita. Cuma belum menggembirakan. Masih bisa dikatakan berhasil karena golput tidak menang. Cukup bagus, kita apresiasi kerja KPU, panwas. Masyarakat tidak datang, bupati mungkin kurang turun ke masyarakat,” bebernya.

Mantan Sekda Bangka ini menilai, kinerja kepolisian, TNI, kejaksaan, Pemda dan KPU sudah maksimal. Yang harus dipahami KPU adalah karakter pemilih. Bagaimana mobilisasi untuk mengangkut pemilih yang jauh dari tempat pemilihan. Sedangkan perlu adanya kreatifitas seperti di Pulau Jawa yang menyediakan hadiah doorprize untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Disamping sosialisasi tingkat kecamatan/desa, pemilih pemula dan wanita. Yang banyak datang ke TPS itu wanita. Lewat BKMT, lewat surau dan gereja. Semua komponen bergerak sosialisasi. Minimal pilbup akan datang karena menyangkut nasib Kabupaten Bangka kedepan. Bersama KPU, Bawaslu. Sejak awal lah peran bersama. Apa yang harus dirumuskan pelaksanaan, monitoring supaya datang ke TPS cukup banyak,” pungkasnya.

Ketua KPU Kabupaten Bangka, H. Zulkarnain mengatakan, semua tahapan pilgub sudah dilakukan dan terakhir yaitu perhitungan suara melalui pleno ditingkat KPU Bangka. Ia mengemukakan jika KPU sudah berupaya dalam pelaksanaan kegiatan termasuk sosialisasi pentingnya untuk hadir pada tanggal 15 Februari 2017.

“Namun ternyata memang banyak hal. Kami merasa satu sisi senang pilgub berjalan lancar, aman, tertib dan damai. Tingkat partisipasi harus diakui ada penurunan dari pilpres. Cuaca tidak mendukung sehingga masyarakat tidak hadir. Beberapa TPS terendam air, pemilih tidak bisa datang,” bebernya.

“Kami menyadari banyak hal untuk diperbaiki. Masa jabatan kami di tahun 2018 akan berakhir. Dua pekerjaan rumah kami setelah kegiatan pemilu adalah proses tahapan pemilihan legislatif dan pilpres. Masa akhir tugas kami akan melaksanakan kegiatan bupati dan wakil bupati Bangka tahun 2018 di bulan Juni 2018,” imbuhnya.

Sementara itu, hasil pleno rekapitulasi suara KPU Bangka, dari jumlah surat suara sah sebanyak 117.055, pasangan calon Yusron-Yusroni memperoleh 28.322 suara, pasangan Rustam-Irwansyah 22.035, Hidayat-Sukirman 15.535 dan pasangan Erzaldi-Fatah meraih suara terbanyak dengan 51.163 suara.(snt/10)

Related posts