Parkir Nonton MXGP Rp40 Ribu

  • Whatsapp
PARKIRAN MXGP – Parkiran di arena sekitar sirkuit MXGP Gor Sahabudin Pangkalpinang inilah yang memungut biaya parkir motor Rp10 ribu. Sedangkan parkir mobil ditetapkan pungutan sebesar Rp40 ribu. Tidak jelas dasar pungutan, dan mahalnya biaya parkir di event MXGP kemarin dikeluhkan banyak penonton. Pengelola mengaku pungutan mahal karena banyak pihak yang harus dibagi. (Foto: Nurul Kurniasih)

Penonton Keluhkan Pengelolaan Parkir

PANGKALPINANG – Seyogyanya, upaya pemerintah daerah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) sehingga terpilih menjadi tuan rumah even berskala internasional motocross MXGP, menjadi kebanggaan dalam benak masyarakat.
Sayangnya, meski kejuaraan internasional itu telah usai digelar namun perlombaan motocross tersebut masih menyisakan sejumlah cerita. Khususnya, penilaian tidak seriusnya panitia penyelenggara lokal menyukseskan even dimaksud.
Terutama terkait parkir kendaraan yang diterapkan oleh pengelola, dengan harga yang cukup tinggi. Bahkan untuk kendaraan roda empat dibandrol Rp40.000 untuk satu kali parkir. Sedangkan kendaraan roda dua dikenakan Rp10.000, dan tersedia dengan lokasi yang cukup luas tapi banyak masyarakat yang mengelola areal parkir ini.
Ketika ditanya besaran tarif ini kepada pengelola, petugas parkir hanya menyebutkan ketetapan itu sesuai dengan keadaan dan event yang dilaksanakan. Selain itu, pengelola parkir menyebut keuntungan dari tarif parkir ini, banyak dibagikan kepada beberapa pihak.
“Banyak bagi e Yuk (wartawati-red),” kata seorang penjaga parkir ketika disinggung keuntungan parkir ini.
Sementara warga yang hendak memarkirkan mobilnya saat MXGP berlangsung mengeluh dikenakan tarif Rp40.000, dan dinilai cukup memberatkan penonton.
“Mahal banget tarif parkirnya Rp40.000, aji mumpung nih kayaknya,” keluh Murni, ketika usai membayar parkir.
Lain halnya dengan di daerah Padang Baru. Daerah ini memang tidak dijaga oleh penjagaan ketat pengamanan dan pemeriksaan karcis. Penonton bisa bebas masuk tanpa harus membayar karcis yang dibandrol dari ratusan ribu hingga jutaan.
“Nonton di Padang Baru cuma bayar parkir Rp20.000, tak perlu beli tiket mahal-mahal,” kata Nabila, yang turut membawa anak-anaknya menyaksikan ajang motocross kelas dunia tersebut.
Selain itu, opening ceremony atau upacara pembukaan gelaran motocross kelas dunia seri kedua di sirkuit GOR Sahabuddin, kemarin kurang meriah. Tak ada sesuatu yang ditampilkan dalam acara pembukaan itu. Bahkan Menpora RI, Imam Nahrawi hanya mengetok microfone (mic) tiga kali sebagai tanda event ini dibuka, sangat sederhana bak membuka acara di tingkat SKPD.
Ketika mendatangi Tribun VVIP, rombongan tamu hanya disambut Rampak Bedug Polda Babel, dan setelah serangkaian sambutan, tamu kemudian dihibur dengan Tarian Bebaur dari Sanggar Buluh Perindu Pangkalpinang.
Tidak hanya itu, para tamu VVIP harus duduk di kursi biasa tanpa dilapisi apapun. Sehingga banyak penonton menilai event internasional ini terkesan kurang persiapan maksimal dan seperti mengadakan acara biasa.
“Pembukaan cuma ketuk mic saja, gak ada tombol sirine atau atraksi apa gitu yang menandai event internasional ini dibuka. Katanya sudah dari tahun lalu ditetapkan jadi tuan rumah, tapi kok hal seperti ini tidak dipersiapkan, ini event internasional lho,” celoteh salah satu penonton yang kecewa dengan gaya panitia membuka acara ini.
“Kemudian duduknya juga di kursi biasa, gak mampu sewa baju kursi deh kayaknya. Acara resepsi pernikahan aja kursinya pake baju, ini acara internasional kursinya seperti ini,” ketus Asih, penonton yang datang dari Jakarta.
Tamu dan penonton baru sedikit terhibur dengan aksi warm up pebalap MX2 dan MXGP masing-masing 15 menit, sebelum race dimulai. Meski begitu, Menpora, Imam Nahrawi menegaskan, setelah event ini usai pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MXGP ini.
“Dari sisi waktu (persiapan-red) memang terlalu cepat, tetapi kesiapan luar biasa, Babel berbuat yang terbaik dan ini akan menjadi evaluasi di masa akan datang. Tahun depan harus ada kesiapan dan kita yakinkan Youthsream untuk bisa lebih banyak lagi penyelenggaraan di Babel,” kata Imam ketika disinggung terkait arena sirkuit yang mendapat banyak keluhan.
Pun ketika ditanya terkait rencana awal sirkuit yang berada di tepi pantai, Menpora menyebutkan tak menutup kemungkinan kedepan akan dilaksanakan di tepi pantai, mengingat Babel terkenal akan pantainya yang indah.
“Mungkin ini (sirkuit) yang tersedia, kedepan karena Babel adalah tempat yang dikenal pantainya, maka bisa jadi kedepan dievaluasi lagi dan bisa saja di dekat pantai,” katanya. (nov/6)

Related posts