Parindra Gelar Diskusi Publik Anti Hoaks

  • Whatsapp
Narasumber bersama peserta usai diskusi publik anti hoaks dan politisasi tempat ibadah yang digelar Parindra Babel, Sabtu (16/3/2019). (foto: istimewa)

PANGKALPINANG – Pergerakan Pelajar Indonesia Raya (Parindra) Bangka Belitung (Babel) menggelar diskusi publik anti hoaks dan politisasi tempat ibadah, Sabtu (16/3/2019).

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam diskusi tersebut seperti Rusdi Sulaiman, Wakil Rektor I IAIN SAS Babel, MUI Babel, Komisioner Bawaslu Babel Andi Budi Yulianto dan Sekretaris FKUB Anwar Efendi. Turut hadir sejumlah organisasi kemahasiswaan seperti MPTD Babel dan PMII PC Bangka.

Ketua Parindra Babel, Tabrozy mengatakan pihaknya juga deklarasikan pelajar anti hoaks dan politisasi rumah ibadah sebelum gelaran diskusi dimulai. Deklarasi ini dilakukan di sejumlah persimpangan lampu merah di Pangkalpinang, belum lama ini.

“Dalam menyambut pesta demokrasi pileg dan pilpres tahun 2019, mari kita menjaga kerukunan umat dalam Pemilu 2019. Melihat berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia dan maraknya hoaks, politisasi rumah ibadah serta ujaran kebencian yang beredar di media sosial menimbulkan keresahan di masyarakat,” urainya.

Menurut dia, media sosial harus dimanfaatkan untuk sosialisasi dan interaksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Kenyataannya sekarang beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang negatif.

Parindra Babel, menurutnya khawatir adanya informasi negatif akan membahayakan generasi muda, bangsa Indonesia dan elemen masyarakat terkhusus Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Jangan gunakan tempat ibadah di jadikan politik praktis yang mana akan mengganggu kenyamanan umat untuk beribadah,” katanya.

Dalam kegiatan ini, Parindra serta sejumlah organisasi lain mendeklarasikan komitmen anti hoaks dan politisasi rumah ibadah yakni menolak segala bentuk berita hoaks yang dapat menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan. Memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan informasi yang benar. Serta menolak keras segala bentuk praktik politisasi rumah ibadah.

“Mari seluruh elemen masyarakat mengedukasikan tentang bahaya hoaks dan politik praktis di rumah ibadah. Demi menjaga kerukunan umat dan menjaga Bumi Serumpun Sebalai tetap aman, damai di Pemilu 2019,” tandasnya. (ron/10)

Related posts