by

Panwas Ancam Tindak Pasangan Calon

Yang Kampanyekan Isu SARA

TANJUNGPANDAN – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Belitung, mengancam untuk menindak tegas tim Pasangan Calon (Paslon) yang mengkampanyekan isu SARA di Pilkada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belitung Tahun 2018.

Hal itu dilakukan, mengingat dalam waktu dekat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung, akan mengumumkan bakal calon (Balon) yang menjadi Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup), (12/02/18) mendatang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung Heikal Fackar mengatakan, dirinya sudah menyurati seluruh tim pasangan calon agar tidak mengkampanyekan isu sara dalam pertarungan 2018 ini.

Menurut Heikal, isu sara sering kali dimainkan oleh oknum-oknum dengan tujuan menjatuhkan lawan. Hal itu seperti yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Dia berharap di Belitung, tidak terjadi adanya hal tersebut.

Pihaknya juga mengimbau agar paslon melalui tim suksesnya saat berkampanye mengedepankan sopan santun dan etika adat istiadat budaya melayu. Serta tidak melakukan kampanye hitam.

“Itu kita sosialisasikan jauh-jauh hari, agar hal-hal yang tidak kita inginkan, tak terjadi di Belitung. Apalagi, pulau ini terkenal aman dan nyaman,” ujar Heikal kepada Rakyat Pos, Senin (29/01/18).

Rencananya, Untuk mencegah hal itu terjadi di Belitung, Panwaslu akan menggandeng instansi terkait. Seperti Polres Belitung, Badan Inteljen Negara, Kodim 0414 Belitung serta Pol PP Kabupaten Belitung.

“Untuk paslon yang terbukti melakukan hal itu, akan dikenakan Pasal 69 undang-undang nomor 10 Tahun 2016, junto Pasal 187 Undang-undang nomor 10 tahun 2016, ancaman hukuman tiga bulan penjara,”ungkapnya

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Belitung AKP Robby Ansyari mendukung apa yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Belitung, untuk mencegah adanya isu sara yang terjadi pada saat musim kampanye.

Bahkan, rencananya dia akan memanggil seluruh Kapolsek yang ada di Belitung, untuk berkoordinasi. “Misalnya disuatu daerah ditemukan spanduk-spanduk berbau sara atau rasis, kami minta untuk diturunkan,” tukasnya.

Selain itu, untuk penindakan pihak kepolisian akan melakukan tindakan sesuai aturan. Misalnya, membuat spanduk berbau sara atau hinaan terhadap calon lain, dengan tujuan menjatuhkan, hal itu dapat dipidanakan.

“Tentunya, harus ada laporan, saksi-saksi. Dan yang kedua, kita akan teliti dari bahasa spanduk-spanduk yang menggunakan unsur sara. Jika unsur sudah terpenuhi,” pungkasnya. (dodi/3)

Comment

BERITA TERBARU