Pangkalpinang Tumpas Tambang Liar

  • Whatsapp
Kebijakan Forkominda Kota Pangkalpinang yang mulai tegas memberantas tambang ilegal, dengan membakar ponton-ponton tambang timah di wilayah Pangkalpinang. Sakan tempat mencuci pasir timah pun ikut dibakar. (foto: Budi Susanto)

Timgab Bakar Seluruh Peralatan TI Rajuk

PANGKALPINANG – Setelah sekian lama dibiarkan merajalela melakukan penambangan liar menggunakan TI rajuk yang merambah alur daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Kota Pangkalpinang. Akhirnya, seluruh unit TI rajuk yang beraktifitas di tiga titik DAS Pangkalpinang, yakni Pangkal Arang, Air Mawar, dan Ketapang, dimusnahkan dengan cara dibakar oleh tim gabungan.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang, mengatakan penertiban dilakukan sesuai dengan Perda Kota Pangkalpinang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Tata Ruang Kota Pangkalpinang bahwa wilayah Pangkalpinang bukan kawasan pertambangan dan Permen No 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah aliran Sungai (DAS).

“Tindakan dilakukan dikarenakan masyarakat sekitar lokasi telah diresahkan dengan adanya keberadaan tambang yang disinyalir pekerja tambang pada umumnya kebanyakan orang luar,” kata Kabag Ops.

Untuk giat kali ini, dikatakanya, lokasi awal yang dilakukan penertiban tambang di lokasi Pangkal Arang, kemudian dilanjutkan ke Air Mawar dan di daerah Ketapang.

“Ada tiga lokasi yang kita lakukan penertiban semuanya kita tertibkan dengan pembakaran peralatan tambang baik mesin, ponton maupun sakan,” ujarnya.

Dikatakan Kabag Ops, dalam giat tersebut belum ditemui adanya oknum aparat yang bermain.

“Pada saat dilakukan penertiban dilokasi pertambangan tidak sedang beraktivitas dan beberapa ponton terparkir dipinggir sungai,” ungkapnya.

Untuk kedepan kegiatan seperti ini akan terus dilakukan dan berkelanjutan bersama tim gabungan akan selalu melakukan penertiban tambang ilegal yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, tolong bantu kami apabila ada penambang didaerahnya masing masing di wilayah Kota Pangkalpinang agar jangan melakukan penambangan lagi,” tegasnya.

Dalam penertiban tersebut tim gabungan terdiri dari TNI/Polri, Sat Pol PP Kota Pangkalpinang, Sat Pol PP Provinsi beserta instansi terkait. (bum/6)

Related posts