Pangkalpinang Jebol Lagi Covid-19

  • Whatsapp
Corona Virus Disaese atau Covid-19. (Foto: istimewa)

Dari Klaster Dokter Bertambah 2 Kasus
Terhitung Selasa, K-O Menulari 13 Orang

PANGKALPINANG – Disaat daerah lain tidak ada penambahan kasus, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (GTPPC-19 Babel) kembali mencatat peningkatan kasus terkonfirmasi Corona di Kota Pangkalpinang, dari Klaster Dokter K-O.

Kali ini, dua pasien yang baru diketahui positif ini terjangkit dari seorang ayah dan paman, yang sebelumnya terkonfirmasi Covid-19 tertular dari besan Dokter K-O. Sehingga Kota Pangkalpinang jebol lagi dan menambah terus kasus baru Corona.
“Mereka adalah A-L, 27 tahun, perempuan berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala), beralamat di Jalan Delima III, Taman Bunga, Gerunggang, Pangkalpinang. Berdasarkan riwayat, yang bersangkutan terpapar dari R-L orang yang sebelumnya terkonfirmasi Covid-19, yang merupakan kontak erat L-I (besan Dokter K-O), orang yang juga terkonfirmasi Covid-19. Diketahui bahwa A-L adalah anak dari R-L,” kata Juru Bicara GTPPC-19 Babel, Andi Budi Prayitno (ABP) dalam keterangan tertulis, kemarin.

Pasien kedua yakni I-Z berusia 20 tahun, perempuan, berstatus OTG yang juga beralamat di Jalan Delima III, Kelurahan Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Berdasarkan riwayatnya, perempuan muda ini terpapar dari R-L, orang yang sebelumnya terkonfirmasi Covid-19, yang merupakan kontak erat L-I, pasien terkonfirmasi Covid-19 pekan lalu. Diketahui bahwa I-Z adalah keponakan dari R-L.
“Dari hasil tes swab PCR pada 6 Juli 2020 keduanya dinyatakan positif Covid-19, dan langsung diisolasi dan menjalani penanganan di LPMP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” imbuh dia.

Baca Lainnya

ABP menegaskan, penambahan demi penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir di awal Juli 2020 ini, sudah sepatutnya menjadi warning dan perhatian bagi semua warga masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tak terkecuali bagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kota/kabupaten untuk lebih responsif dan proaktif dalam melakukan pengendalian kasus, terutama skrining atau deteksi dini terhadap penyebaran Covid-19, seiring dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menuju tatanan kehidupan baru yang produktif dan aman.

“Meski persentase tingkat bebas Covid-19 kita masih berada dalam tren yang relatif baik yakni di angka 80,70%, namun sejumlah orang yang terpapar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belakangan khususnya dari K-0 (yang notabene merupakan tenaga kesehatan), menunjukkan bahwa transmisi lokal dan penularan Covid-19 yang bersifat massif tak bisa dianggap sebagai persoalan enteng atau remeh apalagi disepelekan,” ingatnya.

Setidaknya, per hari Selasa (kemarin-red) saja, orang yang terpapar Covid-19 dari dan melalui jalur transmisi K-0 sudah mencapai 13 (tiga belas) orang. Terdiri dari anggota keluarga maupun pasien yang bersangkutan.
“Total kasus positif 171 orang, dalam perawatan 33 orang, sembuh 136 orang dan meninggal dunia 2 orang,” ujarnya.

Jumlah kasus terbanyak ditemukan di Kabupaten Bangka sebanyak 58 kasus, menyusul Kota Pangkalpinang terdata 49 kasus, Kabupaten Bangka Barat ada 22 kasus, Belitung 17 kasus, Bangka Tengah 14 kasus, Bangka Selatan 9 kasus dan Kabupaten Belitung Timur 2 kasus.
Sementara jumlah OTG terdata sebanyak 3.352 (bertambah ?54), dalam proses pemantauan 540 (berkurang 11), dan selesai pemantauan 2.810. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Babel sebanyak 1.123, dalam proses pemantauan 38 orang, dan selesai pemantauan 1.085 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdata sebanyak 139 orang (bertambah 1), dalam proses pengawasan 19 pasien dan selesai pengawasan 118 orang.

“Kompilasi jumlah Spesimen Swab Test (PCR/TCM), jumlah sampel diperiksa 2.137 (kemarin 2.095), sampel positif 171 (kemarin 169), sampel negatif 1798 (kemarin 1797), dan dalam proses pemeriksaan sebanyak 168 (kemarin 129),” rinci Andi.
Dengan data demikian, ia berharap masyarakat lebih meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan Protokol Kesehatan (pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer) terutama di tempat umum, fasilitas publik, dan tempat keramaian. Seperti rumah ibadah, kantor, obyek wisata, pasar dan mall atau supermarket; serta mempraktikkan Pola atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu kunci pencegahan penyebaran virus Corona.
“Jaga diri, jaga orang lain, lindungi diri, lindungi sesama, saling mengingatkan, saling menguatkan,” ajaknya. (nov/rls/1)

Related posts