Pangan Segar di Pangkalpinang Bebas Formalin

  • Whatsapp

Damiri: Pakai Pengawet, Hukumannya Berat

PANGKALPINANG- Dinas Pangan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memastikan, pangan segar yang beredar di sejumlah pasar di Pangkalpinang bebas formalin. Hal ini dibuktikan setelah tim melakukan pantauan di beberapa titik pasar di Kota Pangkalpinang, Jum’at (19/5/2017).

Muat Lebih

Tim yang terbagi beberapa orang ini, melakukan pengecekan apakah ada kandungan formalin di pangan segar dan penggunaan pestida.Titik pengawasan dilakukan di UD Aneka Buah, Pasar Induk, Pasar Air Itam, Pasar Pagi, Pasar Jalan Irian, Pasar Hiegenis dan Pasar Rumput.

Kepala Dinas Pangan Pemprov Babel, Achmad Damiri mengatakan, setelah tim melakukan pengecekan tidak ditemukan adanya buah dan pangan segar yang mengandung pestisida dan formalin. “Sampai tadi tim turun semuanya aman, tidak ada temuan yang berformalin atau berpestisida, Semuanya aman untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Damiri menambahkan, hal ini merupakan upaya untuk mencegah beredarnya pangan segar yang mengandung zat berbahaya. Mantan pejabat Bangka Selatan ini menghimbau, agar masyarakat khususnya pedagang menjelang bulan ramadan dan lebaran nanti tidak mencampurkan barang dagangannya dengan zat berbahaya, hanya untuk mengawetkan barang dagangannya.

“Pedagang itu kalau mengadapi puasa, cenderung ingin dagangannya bertahan lama, mereka mencoba mencampur jenis pengawet biar lebih tahan lama. Ini yang kita waspadai, kita ingatkan masyarakat jangan mencoba mencampur, karena sanksi hukumnya berat,” ingatnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Babel, Pairus menambahkan, pihaknya mengambil beberapa sampel dalam pengawasannya yakni sawi, daun bawang, seledri dan beberapa jenis buah, sayur asin, dan ikan asin.

“Yang kita cek itu pestisida dan formalin, kalau pestisida pada buah-buahan tadi apel, buah-buahan impor juga kita cek formalinnya. Tadi sampelnya tahu dan tauge juga untuk cek formalin, kalau pestisida di sayuran. Alhamdulillah semuanya masih aman,” terangnya.

Pihaknya sambung Pairus, menggunakan rapid test kit untuk menguji pangan dan buah yang dominan dikonsumsi masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk teliti dalam memilih ikan utamanya ikan-ikan yang didatangkan dari luar.

“Ada beberapa jenis ikan yang sering disalahgunakan pelaku usaha yang nakal seperti tongkol, singkur, hapau, tenggiri yang dipasok dari luar Babel yang dipasarkan di TPI. Ikan-ikan ini dikhawatirkan sudah dicampur dengan pengawet,” imbaunya.

Pemerintah, katanya akan terus memantau dan mengawasi peredaran pangan di Provinsi Babel, agar masyarakat dapat mengkonsumsi pangan yang bebas pengawet dan pestisida.(nov/10)

Pos terkait