Pabrik Getas Tani Super Urus SKP Demi Ekspor ke Singapura

  • Whatsapp
Pemilik Pabrik Getas Tani Super, Bong Mie Thjing menunjukkan produk getas miliknya. (foto: istimewa)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Di tengah kesulitan pemasaran dan daya beli lokal yang menurun akibat pandemi Covid-19, Bong Mie Thjing, pemilik Pabrik Getas Tani Super mengajukan Sertifikat Kelayakan Pengolah (SKP) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bangka Belitung (Babel).

SKP merupakan salah satu bagi syarat unit pengolahan ikan yang ingin mengajukan Hazard Analysis Critical Control Point (HACPP) sebagai salah satu persyaratan ekspor.

“Urus SKP minta bantuan dan arahan dinas kelautan agar bisa keluar HACCP nya agar bisa segera ekspor,” terang Bong Mie di Pabrik Getas Tani Super miliknya di Jalan Garut, Pasar Padi, Kota Pangkalpinang, Rabu (22/7/2020).

Menurut Bong Mie selama pandemi Covid-19, pabrik getas yang ia kelola bersama suaminya mengalami penurunan produksi.

Baca Lainnya

“Permintaan dari toko menurun akibat Covid, tapi bagaimanapun biar sedikit kami harus tetap produksi, kasian kalau produksi tidak jalan, tenaga kerja yang sudah kerja lama tidak ada pemasukan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Bong Mie, sebelum pandemi Pabrik Getas Tani Super yang sudah berdiri sejak tahun 1995 ini mampu menghasilkan 1,5 ton getas dalam sebulan.

“Normalnya dalam seminggu produksi hingga 500 kilo, namun musim ini produksi hanya setengahnya saja, karena itu mau urus SKP dan HACCP supaya bisa ekspor,” ungkapnya.

Dia berencana mau ekspor getas ke Singapura dengan memenuhi persyaratan yang ada. Untuk ekspor, menurutnya kualitas getas sangat dijaga mulai dari pemilihan bahan baku ikan hingga kemasan.

“Dari pemilihan bahan baku ikan, sampai pengemasan benar-benar diperhatikan, nanti rencana dikirim lewat Palembang sudah ada eksportir yang mau menampung, harapannya ini segera keluar biar produksi kembali normal dan bisa segera ekspor,” imbuh dia.

Sementara, Pengawas Perikanan Madya DKP Provinsi Babel, Suti Maryati menjelaskan memiliki SKP menjadi jaminan keamanan produk untuk konsumen baik dalam negeri dan luar negeri.

“Punya SKP dan HACCP, memungkinkan UKM pengolah untuk memperluas akses pasar, menambah daya saing produk dan memudahkan UKM mendapatkan pembinaan dan fasilitas dari pemerintah,” ujar Suti saat melakukan pengecekan kelengkapan dokumen SKP milik Pabrik Getas Tani Super, Rabu (22/7/2020).

Menurutnya, saat UKM mengalami masalah dalam hal pemasaran secara lokal, harus inisiatif untuk berinovasi baik dari sisi produk maupun perluasan akses pasar.

“Bagi UKM yang hendak mengurus SKP, silakan datang ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel nanti akan didampingi proses mengusrus SKP nya,” imbuh Suti. (mutya/dkp)

Related posts