Ormas dan LSM Belitung Minta Pengiriman Zirkon Dihentikan !

  • Whatsapp

Polisi dan Instansi Diminta Bertindak

Kasat Pol PP Pemprov Babel yang juga Sekretaris MPW Pemuda Pancasila, Yamoa Harefa ketika mendatangi lokasi penimbunan zirkon dan mineral ikutan lainnya di Desa Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, beberapa hari lalu. (Foto: Ist)

RAKYATPOS.COM, BADAU – Maraknya pemberitaan di media online terkait penimbunan ratusan ton mineral ikutan timah jenis zirkon dan monazit di Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang siap dikirim ke luar daerah, mendapat sorotan dari kalangan LSM dan Ormas setempat.

Read More

Terlebih, mineral ikutan dalam kategori logam tanah jarang ini diduga berasal dari limbah meja goyang biji timah yang tersebar di Pulau Belitung, dan bukan karena penambangan dengan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) zirkon.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Belitung, Saftomi  meminta pemerintah, kepolisian dan instansi terkait lainnya segera menghentikan semua kegiatan penampungan, dan pengiriman mineral ikutan timah ini hingga ada regulasi yang jelas.

“Kami minta dihentikan sementara segala aktivitas penambangan, penampungan, dan penjualan mineral ikutan timah agar tidak terjadi polemik dan kegaduhan di masyarakat saat terjadi pengiriman zirkon,” ujarnya didampingi Sekretaris, Zulfriandi Afan kepada rakyatpos.com, Kamis malam (24/12/2020).

Saftomi menegaskan, mineral ikutan timah adalah bahan baku utama pengembangan industri strategis nasional kedepan. Apalagi dalam mineral ikutan itu, terkandung Zircon, Monasit, Ilmenit, Xenotim yang merupakan sumber Logam Tanah Jarang (LTJ) yang bernilai ekonomi tinggi.

Karena itu, ia menyayangkan beberapa tahun belakangan ini ada perusahaan yang mengumpulkan mineral ikutan timah, selanjutnya dikirim keluar daerah Bangka Belitung tanpa ada proses pengolahan dan pemurnian.

“Ini yang kita sayangkan, berarti ada potensi kerugian daerah yang sangat besar,”  tandasnya.

Sementara itu, aktivis LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menilai penimbunan dan pengiriman zirkon keluar Pulau Belitung tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Bupati LIRA, M. Yusuf  mensinyalir ada regulasi yang dilanggar terkait pengiriman mineral ikutan dari Belitung yang diduga milik PT. Mualim Putra Pratama ini.

Related posts