Orang Yang Puasa adalah Golongan yang Dirindukan Surga

  • Whatsapp

Oleh : Andika Purnama, S.E

Setiap insan yang ada di dunia ini pasti menginginkan dan merindukan surga. Tidak ada seorangpun di muka bumi ini, yang tidak ingin masuk surga. Orang yang baik maupun yang buruk, Dari orang yang sholeh sampai yang salah, dari yang taat sampai yang maksiat pun jika ditanya, pasti menginginkan masuk surganya Allah SWT. Disanalah letak pembalasan sempurna atas keimanan, ketaqwaan dan amal shalih seseorang. Kesempurnaan apa yang tidak didapati di dunia ini, terpapar lengkap di surga. Segala bentuk kenyamanan dan keindahan tersedia di Surga Allah SWT
Ada sebuah hadist yang disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa ada golongan-golongan yang dirindukan surga. Bukan hanya Golongan itu yang merindukan surga, namun surga pun rindu kepada mereka. Surga ingin agar golongan tersebut masuk kedalamnya. Diantara nya adalah Orang-orang yang berpuasa Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda : “Surga sangat rindu terhadap empat golongan, yaitu orang yang membaca Al-Quran, orang yang memelihara lisan, orang yang memberi makan terhadap orang-orang yang lapar serta orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.”Orang yang berpuasa yang dirindukan surga tentu bukan sekadar berpuasa tanpa makan dan minum, tapi yang benar-benar bisa menahan dan mengendalikan hawa nafsunya.
Apa sebab orang yang berpuasa secara benar dapat kedudukan mulia disisi Allah, bahkan dirindukan surga ? Itu karena Orang yang berpuasa ramadhan mendapatkan pelajaran penting dalam madrasah ramadhan. Diantaranya adalah madrasah Sabar. Pertama, sabar dalam ketaatan.  Tentunya dalam rangka taat kepada  perintah Allah. Kedua, sabar menghindari maksiat Ketiga, sabar ketika mendapat musibah. Pada bulan Ramadan ini kesabaran itu kita asah, sehingga  membentuk jiwa taqwa, yaitu sifat mengendalikan diri terwujud dalam diri kita.
Dalam puasa kita juga digodok untuk melakukan perbuatan, jujur, Selama sebulan penuh kita digembleng untuk melakukan kejujuran baik perkataan maupun perbuatan. Untuk mendapatkan kesempurnaan puasa dan menghindari kesisa-siaan, maka mau-tidak mau kejujuran harus terpatri dalam nafsiah (pola sikap) kita. Karena Rasulullah SAW pernah bersabda : “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).
Allah juga mengajari Orang yang berpuasa taat tanpa batas, jangan kan yang haram, yang halal seperti makan dan minum pun kita diminta taat untuk meninggalkannya sampai waktu maghrib. Belum lagi rahasia puasa yang mempunyai maqom kedudukan sendiri disisi Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasul SAW ; “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku………”
Maka Patutlah orang yang berpuasa secara benar dirindukan surganya Allah SWT. Bahkan orang yang berpuasa disediakan pintu surga khusus, yakni hanya dapat dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).
Begitulah keutamaan orang yang berpuasa, memiliki maqom kedudukan tersendiri disisi Allah SWT. Orang yang berpuasa dengan benar, dengan “ imaanan wah tisaaban” akan diampuni segala dosanya yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda : “Man Shoma Romadhona Imanan Wahtisaban Ghufiro lahu Maa Taqoddama Min Dzanbih”.(Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan Iman dan berharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”). Maka, sewajarnya lah orang yang berpuasa dirindukan surganya Allah SWT. Karena Mereka adalah Orang-orang yang sudah diampuni dosanaya, mereka adalah orang-orang yang terlatih mempunya ahlaq mulia. Mereka sudah terbiasa dengan ketaatan. Sehingga benarlah mereka menjadi orang-orang bertaqwa. Orang-orang yang dijanjikan Surga seluas langit dan bumi (Q.S Ali Imran : 133). Maka beruntunglah kaum muslimin yang Allah wajibkan atas mereka puasa. Dari orang iman menjaadi orang bertaqwa yang Allah anugrahkan Surga. Wallahu A’lam bishshowabi

Related posts