Orang Tua Bijak, Orang Tua Bergerak

  • Whatsapp

Oleh : Hastri, S. Pd.
Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan Bangka Tengah

Orang Tua Bijak, Orang Tua Bergerak. Kata-kata ini terdengar sederhana, akan tetapi dibalik kata-kata tersebut mempunyai makna dan dampak yang besar bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang sekarang diterapkan di negeri kita tercinta lebih menonjolkan pendidikan karakter untuk peserta didik. Pendidikan karakter dalam pendidikan formal sudah diterapkan dari jenjang TK/PAUD sampai dengan SMA/Sederajat. Sejatinya pendidikan karakter ini harusnya sudah diterapkan dalam lingkungan keluarga sebelum anak didik tersebut menempuh dunia pendidikan. Peran orang tua sangat penting sebagai orang pertama yang membentuk karakter anak di rumah melalui teladan dan pembiasaan dalam lingkungan keluarga.
Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah sebagai lembaga yang menaungi pendidikan di Indonesia memberikan dukungan dalam penumbuhan karakter dan budaya prestasi sebagai bagian dari revolusi mental melalui pelibatan keluarga, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Keputusan Menteri Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membentuk Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga yang berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga mengemban mandat untuk memperkuat kemitraan antara keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat sebagai Tri Pusat Pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya prestasi peserta didik. Sasaran potensial pendidikan keluarga adalah semua keluarga yang masih memiliki anak yang sedang mengikuti pendidikan mulai dari PAUD sampai dengan SMA / SMK sederajat atau pendidikan nonformal.
Pentingnya kemitraan sekolah dengan keluarga dan pentingnya peranan keluarga, terutama orang tua dalam menumbuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik, karena masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab pendidikan anak kepada sekolah. Terkadang orang tua merasa tidak perlu lagi mendidik anaknya di rumah karena sudah ada guru-guru di sekolah yang dapat mendidik anaknya. Padahal tidak semua kebutuhan pendidikan anak dapat terpenuhi oleh satuan pendidikan atau sekolah maupun oleh keluarga sendiri tanpa satuan pendidikan. Peranan sekolah adalah membantu keluarga agar pelaksanaan pendidikan lebih sistematis, efektif, dan hasilnya tersertifikasi, sehingga memperoleh pengakuan dari pihak yang berkepentingan. Keluarga adalah pendidik pertama dan utama. Kerja sama keluarga dan satuan pendidikan mutlak diperlukan. Satuan pendidikan wajib mendorong kemitraan dan pelibatan keluarga dalam memajukan pendidikan anak mereka.
Kemitraan sekolah dengan keluarga peserta didik sudah banyak diterapkan di sekolah-sekolah berupa pembentukan paguyuban orang tua. Melalui kemitraan tersebut terjalin komunikasi antara sekolah dengan orang tua tentang segala sesuatu mengenai pendidikan anak di sekolah. Dan Sekolah dapat menginformasikan kepada orang tua tentang segala kegiatan sekolah dan peserta didiknya melalui paguyuban. Sebaliknya, orang tua bisa mendapatkan informasi yang akurat dari sekolah mengenai perkembangan anaknya melalui paguyuban ini juga. Sekolah juga dapat membangun kemitraan dengan masyarakat seperti dengan alumni, sekolah dapat meminta bantuan alumni untuk mengembangkan sekolah seperti mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
Bentuk nyata peranan keluarga terutama orang tua dalam pendidikan adalah membiasakan anak sarapan di rumah sebelum berangkat ke sekolah. Hal ini sangat penting karena dengan sarapan dapat memberikan anak tenaga untuk melakukan aktivitasnya selama seharian di sekolah. Dengan membiasakan sarapan bersama dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat antar anggota keluarga. Kemudian, membiasakan anak berpamitan sebelum bepergian dan mengontrol keberadaan anak selama orang tua pergi bekerja, serta melakukan kegiatan bersama dengan anak, contohnya beribadah bersama, makan bersama atau rekreasi bersama. Orang tua wajib memiliki nomor telepon kepala sekolah atau wali kelas guna memudahkan berkomunikasi dengan sekolah.

Selanjutnya, hal yang tidak kalah pentingnya yaitu orang tua harus menjalin komunikasi positif dengan anak, sehingga anak tidak akan segan-segan untuk menceritakan semua kegiatan yang dilakukannya di sekolah kepada orang tua. Orang tua juga dapat meluangkan waktu untuk mendampingi atau melakukan kegiatan yang mendukung perkembangan anak, misalnya mengantarkan anak pada saat hari pertama anak masuk sekolah, orang tua datang dan menyaksikan pentas atau kegiatan lain yang dilakukan anak, mendampingi anak untuk mengikuti lomba-lomba, dan kegiatan-kegiatan anak lainnya.
Sudah waktunya para orang tua bijak untuk bergerak. Dengan adanya kerja sama antara satuan pendidikan dengan keluarga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Adanya program ini juga diharapkan dapat mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas dan budaya berprestasi tetapi juga mempunyai karakter yang baik.(***).

Related posts