by

Optimis Menjadikan Bangka Selatan Kabupaten Layak Anak

-Opini-85 views

Oleh: Istiya Marwinda,S.IP
Fasilitator Dewasa Forum Anak Bangka Selatan/Purna Prakarya Muda Indonesia Babel

Istiya Marwinda,S.IP

Sedih rasanya ketika membaca statement Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Beremcana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwasannya “hanya Bangka Tengah jadi Kabupaten Layak Anak”. Judul pernyataan ini, cukup besar tulisannya di muat di salah satu media cetak harian yang sudah cukup Famous di Pulau Bangka pada hari Rabu 7 Februari 2018. Dengan demikian hal ini rasanya mencibir sekaligus mencoreng nama baik siapa sebenarnya. Sudah pasti terkait dengan kelayakan untuk Kota /Kabupaten Layak anak ini, menyinggung kalangan pemerintah lain yang terkait. Lanjut Beliau mengenai pendeklarasian Kota Layak anak di Provinsi Bangka Belitung hanya Bangka Barat dan Pangkalpinang saja. Sedangkan Belitung Timur, Bangka dan Belitung baru akan didorong untuk melaksanakan deklarasi Kota layak Anak. Lalu ada yang terlupakan? Ya, Bangka Selatan tidak disebutkan statusnya. Ini yang membuat penulis sedikit geram dengan sebuah statement yang melupakan Negeri Junjung Besaoh.
Perlu diketahui, Kabupaten Bangka Selatan pada Kamis, 21 Desember 2017 sudah melaksanakan Deklarasi menuju Kabupaten Layak Anak bertepatan dengan peringatan hari ibu, yang dideklarasikan langsung oleh Bapak Justiar Noer, ST., MM Bupati Bangka Selatan di Balai Daerah Kantor Bupati Bangka Selatan. Dengan tujuan serta harapan dalam deklarasi ini, akan tersosialisasi kabupaten layak anak, yaitu adanya komitmen komunikasi koordinasi partisipasi dan peran aktif para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kabupaten layak anak. Dengan di hadiri oleh anak-anak yang selalu berjuang dalam terlaksananya Kabupaten Layak Anak yakni Forum Anak Bangka Selatan. Yang mana mereka adalah perwakilan anak-anak Bangka Selatan sebagai agen percontohan terbaik yang dimiliki oleh Junjung Besaoh.
Sempat pada tahun 2012 lalu, penggagasan Kabupaten Layak Anak pernah dicanangkan oleh Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait pada saat Kongres Anak Bangka Selatan 2012. Dilihat dari situasi pada saat itu, dengan keaktifan Forum Anak bersama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sudah melakukan pembentukan forum di setiap kecamatan. Kegiatan tersebut juga menyaring aspirasi anak yang berada di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Selatan. Dengan begitu mempermudah pemerintah menjaring kasus-kasus anak yang harus dituntaskan. Dari kegiatan itulah Ketua Komnas Anak yakin Bangka Selatan tidak lama lagi akan menjadi Kabupaten Layak Anak. Dan sekarang sudah berjalan tahun 2018, bayangkan, berapa lamanya anak-anak menunggu menajadi kabupaten ramah anak atau layak anak?
Tidak terlepas dari terbentuknya Forum Anak, hingga sekarang perjuangan masih saja bergulir demi mewujudkan Kota/Kabupaten Layak Anak. Sampai dengan hari ini, naungan Forum Anak masih berupaya malaksanakan kegiatan ramah anak pada lingkungan. Dengan kegiatan minggu bersih dan berdiskusi setiap minggunya, berlanjut dengan bersinergi dengan pegiat lingkungan di Basel , yakni Bank Sampah. Kegiatan ini, dirasa sangat penting untuk menumbuhkan kebersihan lingkungan pada anak, dan kegiatan kreatif dalam mengolah sampah memberikan efek positif pada anak. Sehingga menjauhkan anak dari tindak kriminal, ataupun kekerasan. Memberikan informasi pendidikan terhadap anak yang menonjolkan kemandirian. Selanjutnya menjamin tumbuh kembang anak untuk bersikap mandiri dan kreatif.
Lantas, Bangka Selatan masih belum menjadi hitungan jari pemerintah untuk diperhatikan itu mengapa? Haruskah pemerintah terkait merasa malu? Lagi-lagi kasus ini menjadi PR pemerintah. Masyarakat juga harus sadar, mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Tidak lain, ini adalah akibat dari ketidakpedulian kita terhadap anak. Tidak perlu menjadi Kabupaten Layak Anak, sudah memberikan perbuatan terbaik untuk hak tumbuh dan kembangnya serta memberikan perlindungan rasa aman itupun pasti sudah dilakukan oleh seluruh orang tua. Karena tidak ada orang tua yang menginginkan anak tumbuh tidak sempurna bahkan cacat. Masyarakat Kabupaten Bangka Selatan cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak ke taraf wajib sekolah. Lagi pula bantuan pemerintahpun ada. Yang harus dipastikan itu adalah kepedulian orang tua terhadap anaknya, dalam memperhatikan pendidikan anak. Usahakan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.
Bagaimanapun, ini tinggal saja perwujudan dari pemerintah untuk memfasilitasi kawasan layak anak segera diberikan ruang bebas anak untuk bermain dan belajar di lingkungan terbuka. Selanjutnya, membenahi rumah sakit dan puskesmas ramah anak. Dimana ada ruang nyaman untuk anak merasa dilindungi disana. Serta dengan memperhatikan kelayakan pendidikan kepada anak, dengan tetap sasaran terhadap keluarga yang memang pantas mendapat bantuan. Demikian juga untuk berlaku tegas pada kekerasan terhadap anak. Agar terputus segala rantai kekerasan terhadap anak.
Mari tuntaskan kegilisahan anak-anak di Bangka Selatan untuk merasa aman dan terlindungi. Kita harus optimis untuk menjadikan Bangka Selatan Kabupaten Layak Anak. Dan pemerintah diharapkan melek terhadap Negeri Junjung Besaoh, karena Kabupaten Bangka Selatan juga mampu menjadi penunjang Provinsi Bangka Belitung, menjadi Provinsi Layak Anak.(****).

Comment

BERITA TERBARU