Optimalisasi Pembelajaran Berbasis Online Selama Covid-19

  • Whatsapp

 Oleh: YULI HENDARTI, S. Pd – Guru SMA Negeri 1 Pemali, Kab. Bangka, Babel

Dampak buruk yang diakibatkan dari penyebaran Virus Corona di Indonesia setiap hari mengalami peningkatan. “Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan 55 tambahan kasus COVID -19 sehingga total pasien yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia menjadi 227 hingga 18 maret 2020 pukul 12.00 Wib” (Rakyat Pos, 19 Maret 2020). Sementara itu di daerah Provinsi kepulauan Bangka Belitung diberitakan di media cetak Rakyat Pos bahwasanya ada 9 orang di duga suspect Corona. Pasien tersebut diberitakan di rujuk ke RSUD. H. Marsidi Judono, Kabupaten Belitung dan telah merawat semua pasien. Dari sembilan orang tersebut dibagi menjadi dua kategori yaitu orang dalam pemantauan (OPD) dan pasien dalam pengawasan (PDP).(”Rakyat Pos, 19 Maret 2020).

Melihat perkembangan bertambahnya korban kasus penyebaran Virus Covid-19 di Indonesia cukup signifikan, membuat masyarakat merasa khawatir. Begitu juga dengan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mengetahui bahwa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didapati  ada 9 orang terduga Suspect Corona membuat warga resah. Sebagai akibat dari meningkatnya persebaran Virus Covid-19 Pemerintah Provinsi Bangka Belitung bersama masyarakat juga melakukan antisipasi agar tidak terjadi penyebaran Virus Corona yang signifikan, diantaranya imbauan untuk meningkatkan kebersihan diri sendiri secara pribadi (cuci tangan bersih) maupun meningkatkan kebersihan di instansi pemerintah maupun swasta.

Selain meningkatkan aksi kebersihan, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga berupaya untuk melindungi masyarakat khususnya pelajar yang ada di Kepulauan Bangka Belitung sebagai generasi penerus bangsa dengan merumahkan seluruh siswa dari tingat SD sampai SMP untuk belajar di rumah, dan khusus pelajar untuk tingkat SMA dan SMK seluruh kelas X dan XI juga ikut dirumahkan dan belajar di rumah. Langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulaun Bangka Belitung yang ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan baik tingkat Provinsi maupun Kota/Kabupaten diambil sesuai dengan anjuran pemerintah pusat untuk merumahkan seluruh siswa agar mencegah penyebaran Virus Covid-19.

Baca Lainnya

Upaya yang dilakukan untuk merumahkan seluruh pelajar yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah langkah yang sangat tepat dan bijaksana, karena Virus Covid-19 adalah Virus yang sangat cepat penyebarannya dan belum ada obatnya. Oleh sebab itu tidak boleh dianggap enteng oleh masyarakat.  Sebagai langkah yang baik dan bijaksana agar seluruh pelajar  tidak ketinggalan pelajaran meskipun tidak melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka di dalam kelas, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Pendidikan Provinsi untuk tingkat SMA dan SMK diimbau pembelajaran dilaksanakan melalui Program Kelas On line yang sudah terjadwal dengan baik. Kebijakan ini diambil sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan No. 421/422/disdik pada tanggal 18 Maret 2020.

Jika kita melihat kemajuan teknologi pada masa kini, memang pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja, dapat juga dilaksanakan secara Online. Guru sebagai pendidik harus bijaksana dalam mengambil langkah yang tepat untuk melanjutkan pembelajaran meskipun tidak dilaksanakan di daalam kelas. Hal ini mengingat situasi negara yang sekarang dilanda Virus Covid-19. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa dalam melaksanakan profesinya guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademis dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru harus dapat menghadirkan atmosfer pembelajaran yang berkesan dan bermakna. Dalam tataran ideal, Guru mampu bersinergi dalam mengembangkan materi ajar menjadi media pembelajaran online yang sesuai dengan karakteristik siswa. Pengembangan materi ajar yang menarik menjadi sebuah tuntutan agar proses pembelajaran tidak berlangsung membosankan. Dalam hal ini, kreativitas dan inovasi Guru mengkemas materi secara kumunikatif menjadi penentu keberhasilan pembelajaran online. Dengan memanfaatkan sistem pembelajaran Online sangat dimungkinkan untuk mengemas materi ajar dalam format digital interaktif.

Pemanfaatan pembelajaran sistem online dalam dimensi pendidikan tidak dapat terelakkan. Faktanya tidak sedikit siswa yang betah berjam-jam asik dengan gadgetnya, misalnya: laptop, PC tablet, atau smartphone mereka. Dengan mengakses internet mereka dapat mencari beragam informasi dan pengetahuan yang diinginkan atau sekadar menunjukkan eksistensinya melalui media sosial. Fenomena ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk kreatif mengembangkan metode pembelajaran yang menarik, inovatif dan menyenangkan. Pembelajaran inovatif yang memanfaatan basis online sebagai medianya bisa diwujudkan dalam bentuk pembelajaran berbasis multimedia interaktif dan media pembelajaran berbasis blogpribadi oleh guru. Proses pembelajaran tidak melulu tersekat oleh ruang dan waktu. Ilmu pengetahuan tidak mutlak hanya di dapat melalui lisan seorang guru, tetapi juga bisa diperoleh melalui berbagai referensi misalnya internet.

Pada sisi lain, gaya mengajar guru pun mengalami transformasi dari model ceramah konvensional menjadi presentasi berbasis multimedia. Terlebih dalam kurikulum 2013 menuntut guru secara masif piawai menggunakan TIK sebagai penunjang proses pembelajaran. Menurut Reeves (1998), dalam proses pembelajaran terdapat dua pendekatan pokok dalam penggunaan TIK, yaitu siswa dapat belajar ‘dari’ dan ‘dengan’ TIK. Belajar ‘dari’ TIK dilakukan. Seperti dalam penggunaan computer-based instruction (tutorial) atau integrated learning system. Sedangkan belajar ‘dengan’ TIK adalah menggunakannya sebagai cognitive tools (alat bantu pembelajaran kognitif) dan lingkungan pembelajaran konstruktivis (constructivist learning environments).

Dengan menggunakan sistem pembelajaran Online, idealnya dapat mengubah wajah pendidikan ke arah yang lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih efektif bagi siswa. Berdasarkan kondisi negara kita saat ini yang sedang dilanda Virus Covid-19, peranan pembelajaran berbasis online sebagai penunjang proses pembelajaran menjadi sangat signifikan dan diperlukan. Lebih-lebih pada era global sekarang, transformasi berjalan sangat cepat. Realitanya siswa bahkan dapat lebih mudah beradaptasi dengan teknologi baru dan perubahan-perubahan yang ada pada masa kini. Penerapan pembelajaran berbasis online untuk proses belajar mengajar memiliki dua tantangan besar yaitu: (1) penerapan pembelajaran berbasis on line sebagai ‘alternatif sulit bagi siswa’; dan (2) penerapan berbasis online untuk menghasilkan siswa berpengetahuan (knowladge-based student), yaitu mengambil keuntungan dari berbasis online untuk mengembangkan diri secara terus menerus (long life learning) dan meningkatkan produktivitasnya.

Pembelajaran berbasis online ini diharapkan memberikan dampak postitif bagi siswa dan kemajuan pendidikan kita. Dalam hal ini guru juga mengharapkan peran serta dan kepedulian orang tua di rumah agar mengimbau anak-anak mereka untuk belajar di rumah, menggunakan fasilitas dan sistem pembelajaran berbasis online yang sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan selama Covid-19 ini melanda. (***)

Related posts