Operasi Simpatik Menumbing Dimulai

  • Whatsapp
Semat Pita- Kapolda Babel, Brigjen Anton menyematkan pita tanda dimulainya Operasi Simpatik Menumbing 2017 saat acara gelar pasukan di Mapolda Babel, Rabu kemarin. (foto/Bambang)

Hingga 21 Maret 2017
Brigjen Anton: Tekan Angka Lakalantas

PANGKALPINANG – Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan jajarannya akan melaksanakan Operasi Simpatik Menumbing 2017 selama 21 hari, terhitung mulai 1 Maret hingga 21 Maret 2017. Apel gelar pasukan Operasi Simpatik Menumbing 2017 dilaksanakan di halaman Mapolda, Rabu (1/3/2017) diikuti oleh personel Polda Kep Bangka Belitung, TNI, dan dinas perhubungan dan dipimpin langsung Kapolda, Brigadir Jenderal Anton Wahono.

Brigjen Anton Wahono dalam sambutannya mengatakan apel gelar pasukan Operasi Simpatik Menumbing 2017 dilaksanakan guna mengetahui kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya sehingga kegiatan operasi dapat berjalan optimal. Selain itu diharapkan pula apel ini dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan

“Operasi Simpatik Menumbing salah satunya bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta pelanggaran lalu lintas. Operasi ini juga dalam rangka menciptakan kondisi peningkatan kesadaran disiplin, taat dan tertib berlalulintas serta pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat,” kata Anton.

Anton mengatakan angka pelanggaran lalu lintas selama dilaksanakan Operasi Simpatik Menumbing 2016 silam telah mengalami penurunan sebesar 11 persen. Sedangkan pada 2015, pelanggaran lalu lintas berdasarkan data Ditlantas Polda Babel berjumlah 2.526.162 dan pada tahun 2016 berjumlah 2.225.404.

“Kegiatan tersebut ada penurunan sebesar 11 persen. Tetapi, untuk jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang 2015 sebanyak 5.439.052 kasus dan 2016 sejumlah 6.272.375 kasus atau ada kenaikan sebesar 15 persen,” ungkap

Diakuinya, jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2015 sebesar 98.970, sedangkan pada tahun 2016 sejumlah 105.374. Adapun, jumlah korban luka berat tahun 2015 sejumlah 26.840 orang dan tahun 2016 sejumlah 22.939 orang yang mengalami penurunan 14 persen.

“Ada kenaikan sebesar 6 persen. Untuk korban meninggal dunia pada 2015 sebanyak 26.465 orang, sedangkan 2016 sebanyak 25.859 orang yang mengalami penurunan minus 2 persen. Untuk koban luka ringan pada tahun 2015 berjumlah 110.714 orang dan tahun 2016 berjumlah 129.913 orang. Ada kenaikan sebesar 17 persen,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Kepulauan Babel, AKBP Abdul Mun’im di Pangkalpinang, Senin, mengatakan, operasi dilaksanakan dalam bentuk operasi harkamtibnas yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, didukung kegiatan penegakan hukum untuk optimalisasi penerapan kawasan tertib lalu lintas (KTL) guna menciptakan lokasi penggal jalan, marka, rambu, parkir serta pengguna jalan dalam rangka menciptakan kamseltibcarlantas.

“Target operasi Simpatik Menumbing 2017, yaitu orang, barang atau benda dan lokasi atau tempat. Pelaksanaan operasi ini difokuskan pada pelanggaran terhadap UU No 22 Tahun 2009 yang kasat mata seperti melanggar rambu di larang masuk atau lawan arus,” katanya.

Selain itu, tidak menggunakan helm, tidak menyalakan lampu besar kendaraan roda dua di siang hari, pelanggaran rambu dilarang berhenti, larangan parkir, menerobos lampu merah serta surat-surat kelengkapan berkendaraan.

“Untuk metode pelaksanaan operasi disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing dengan mengedepankan giat preemtif dan preventif didukung penegakan hukum secara selektif prioritas,” ujar Abdul. (bis/ant/10)

Related posts