Olahraga Dan Masyarakat Kita, Melakukan Aktitivitas Olahraga Secara Kontinyu



Oleh : Achmad Hudawi, S.Pd
Guru Penjas, Orkes SMPN 2 Mendo Barat Kabupaten Bangka

Rakyat sehat negara kuat. Pernyataan singkat ini, kalau kita perhatikan ada benarnya.Untuk memperkuat pernyataan ini, kita ambil suatu pemikiran sederhana yaitu apabila suatu negara jika rakyatnya sehat, baik secara rohani maupun jasmani ataupun sosial,maka kondisi ini, akan mempengaruhi sumber daya secara keseluruhan yang dimiliki.Dengan pemikiran yang sederhana ini kita dapat mengukur kondisi suatu negara secara global.

Sesuai dengan judul diatas, kata sehat pada pada pengertian tersebut diatas berhubungan dengan kondisi jasmani.Kalau berbicara tentang jasmani tentunya berhubungan dengan gerak, dan kalau berbicara tentang gerak pada umumnya akan berhubungan dengan olahraga,dalam kontek ini, ada satu pertanyaan yang bisa kita ungkapkan,bagaimana pandangan masyarakat kita khususnya yang berdomisili di Bangka Belitung terhadap olahraga?Tentunya, untuk mendapat jawaban yang valid atas pertanyaan ini, perlu suatu penelitian,tetapi hal ini penulis kesampingkan,penulis dalam menjawab pertanyaan diatas cukup melihat kenyataan aktifitas olahraga yang dilakukan masyarakat yang berdomisili di Bangka Belitung, khususnya di Bangka.
Perlu penulis tegaskan bahwa yang dimaksud masyarakat disini mencakup masyarakat secara keseluruhan, baik masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan diwilayahProvinsi Bangka Belitung,tanpa memandang umur, status sosial maupun jenis kelamin.Tetapi, dalam penulisan ini, penulis hanya melihat masyarakat berdasarkan tempat tinggal yaitu masyarakatyang berdomisili di perkotaan dan di pedesaan yang penulis jadikan standar pengamatan.Karena, hanya berdasarkan faktor ini yang dapat diamatisecara umum,sedangkan kalau pengamatan berdasarkan status sosial,umur atau jenis kelamin perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengingatpengamatan melalui ketiga faktor tersebut perlu pendekatatan individu.
Berdasarkan pengamatansecara umum harus diakui secara jujur bahwa aktivitas olahraga yang dilakukan oleh masyarakat berdomisili di Bangkabaik yang tinggal diperkotaan maupun di pedesaan boleh dikatakan sangat kurang tingkat kesadarannya untuk melakukan aktivitas olahraga.Pernyataan ini, bukan tanpa alasan,untuk membuktikan pernyataan in i cobalah kita jalan-jalan pagi di salah satu kota di provinsi ini, lalu lihat berapa orang yang melakukan aktivitas olahraga, kemudian dari jumlah orang yang melakukan aktivitas olahraga tersebut bandingkan dengan jumlah penduduk dikota tersebut?
Dari uraian tentang kenyataan diatas akan timbul 2 pertanyaan, mengapa tingkat kesadaran untuk melakukan aktivitas olahraga bagi masyarakat kita boleh dikatakan kurang dan apa perlunya melakukan aktivitas olahraga.Dalam menjawab pertanyaan ini penulis mencoba melihat masyarakat Bangka Belitung yang secara keyakinannya mayoritas beragama Islam,dalam kontek ini kalau kita kaitkan dengan pandangan Islam berkaitan dengan suatu aktifitas kehidupan yakniaktifitas olahraga yangdikaitkan dengan konsep ibadah,maka aktifitas olahraga dapat dikategorikan ibadah,sebab perlu menjadi catatan dalam pandangan Islam bahwa segala aktivitas (aktifitas yang bermanfaat)kehidupan yang diniatkan ibadah kepada Allah Insya Allah ia bernilai ibadah,begitu juga dengan aktivitas olahraga,bahkan untuk aktivitas ini sangat dianjurkan dalam Islam. Pernyataan ini dibuktikan oleh catatan sejarah dimana Rasulullah SAW melalui beberapa sabdaNya sangatmenganjurkan untuk melakukan aktivitas olahraga sebagaimana tersurat dalam sabdanya,”Hendaklah kalian berlatih memanah,karena itu permainan yang terbaik bagi kalian (H.R.Al Bazzar).Bahkan dalam hal memanah ini, Rasulullah mengancam bagi orang yang sudah bisa memanah,tetapi meninggalkan aktivitas tersebut, maka ia dianggap bukan golongan atau bukan pengikut Beliau.

Sedangkan untuk menjawab pertanyaan kedua, penulis melihat dari kacamata kesehatan dan fisiologi,tetapi jawaban kedua ini akan diuraikan dibelakang tulisan ini.Sekarang kita lihat bagaimana aktivitas olahraga yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal dipedesaan.Aktivitas olahraga di pedesaan pada umumnya dilakukan oleh sebagianpemuda dan sifat olahraga yang dilakukan bersifat rekreasi.Artinya,hanya bersifat pengisi waktu luang,dikatakan seperti ini,sebab olahraga bagi mereka hanya dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu dan tentunyahal ini merupakan sesuatu yang kurang menggembirakan kalau kita kaitkan bagi pengembangan sumber daya manusia yang sehat dan kuat.Sehubungan dengan ini penulis teringat dengan salah satu sabda Rasulullah yang artinya,”Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari mukmin yang lemah “Manusia yang sehat dan kuat merupakan salah satu faktor yang dapat membentuk manusia yang unggul dan berkualitas yang siap untuk berkompetisidalam menghadapi tantangan zaman.
Berbicara tentang masyarakat desa berkenaan dengan aktivitas olahraga bagi golongan tua atau yang sudah berkeluarga sebagian dari mereka sudah tidak sempat lagi memikirkan aktivitas olahraga sebagian dari mereka fokus perhatiannya pada pekerjaan atau kebutuhan ekonomi keluarga.Tentunya kondisi ini tidak hanya terjadi pada masyarakat pedesaan saja,tetapi juga terjadi pada masyarakat perkotaan kebanyakan dari mereka lalai dalam menjaga kenikmatan Allah yang berwujud kesehatan dengan mengabaikan salah satu unsur yang menunjang terbentuk hidup sehat yaitu dengan menjalan aktivitas olahraga.Memang harus diakui pada masyarakat pedesaan dimana dalam beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka kebanyakannya adalah berkebun dan melakukan penambangan timah (TI). Dengan kondisi ini kalau dilihat dari kaca mata gerak mereka telah melakukan aktivitas gerak badan yang menjurus kepada gerak olahraga ,pertanyaannya sekarang apakah dengan melakukan aktivitas seperti itu mereka sudah melakukan aktivitas olahraga ?Perlu diketahui yang namanya aktivitas olahraga harus memenuhi beberapa kriteria misalnya aktivitas tersebut terencana ,terukur dan terarah.Dengan standar ketiga kriteria ini maka aktivitas mereka boleh dikatakan bukan aktivitas olah raga .Perlu menjadi catatan suatu gerak atau suatu aktivitas yang dilakukan secara terencana,terarah dan terukur akan membuat tubuh kita insya Allah akan menjadi sehat dan bugar,bukannya tambah letih seperti orang habis kerja berat.
Sekarang kita lihat aktivitas olahraga yang dilakukan masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan ( perkotaan yang dimaksud oleh penulis disini hanya meliputi perkotaan yang terdapat diwilayah Propinsi Bangka Belitung).Secara umum suatu fakta kejujuran menunjukan bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan aktifitas olahraga dapat dikatakan masih rendah.Kenyataan ini dibuktikan dengan suatu kenyataan jika anda jalan-jalan dihari libur disalahsatu kota besar di provinsi ini misalnya di Pangkalpinang atau Sungailiat kemudian amati berapa banyak orang yang melakukan aktivitas olahraga lalu bandingkan dengan jumlah penduduk yang ada dikota tersebut tentunya anda akan mendapatkan perbandingan yang tidak signifikan antara orang yang melakukan aktivitas olahraga dengan yang tidak melakukan.Dari sepintas gambaran kenyataan yang ada dalam masyarakat kita bahwa rendahnya aktivitas olahraga yang dilakukan oleh masyarakat kita, hal ini menunjukkan bahwa pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan manfaat olahraga masih rendah.Tentunya kondisi ini secara tidak langsung akan berdampak pada sumber daya manusia itu sendiri dan gaya hidup.Pribadi yang istiqomah dalam berolahraga akan banyak mengambil makna baik dari segi kesyukuran dalam konsep ibadah maupun kebugaran dan kesehatan dalam konsep sumber daya manusia.

Dari gambaran diatas berkenaan dengan kondisi masyarakat yang masih rendah persentasenya dalam melakukakan aktivitas olahraga baik yang tinggal di perkotaan ataupun di pedesaan timbul suatu pertanyaan,kenapa hal ini terjadi ?Berkenaan dengan pertanyaan ini, paling tidak ada dua faktor yang bisa dikemukakan yaitu fakfor eksternal dan internal. Yang dimaksud faktor eksternal disini mencakup tersedianya sarana dan prasarana olahraga,pengaruh dari pekerjaan,pengaruh lingkungan atau pergaulan,kesempatan dan sebagainya,sedangkan yang dimaksud dengan faktor internal meliputi kemauan untuk melakukan aktivitas olahraga,pemahaman dan pengetahuan mengenai olahraga itu sendiri dan sebagainya.

Dari kedua faktor tadi dapat dinyatakan faktor eksternal dapat diabaikan dalam arti faktor ini dapat dikalahkan oleh faktor internal. Sebagai gambaran dari pernyataan ini dapat dicontohkan jika seseorang punya keinginan yang kuat untuk melakukan aktivitas olahraga maka ia dapat melakukan diruangan yang tidak begitu luas,jadi dia tidak membutuhkan lapangan yang luas.Dari faktor internal, unsur terkuat yang mendorong semangat untuk melakukan aktivitas olahraga adalah pemahaman dan pengetahuan olahraga itu sendiri yang dikaitkan dengan konsep kesyukuran atas nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah dan konsep ibadah dalam Islam,poin inilah yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca.
Kesehatan merupakan kenikmatan yang tak ternilai harganya yang telah Allah anugrahkan kepada manusia,sehubungan dengan ini ia adalah amanah yang harus dipelihara dan disyukuri,dalam kontek ini Allah mengingatkan kita,kalau kita mesyukuri nikamat Allah pasti Ia tambah,tetapi kalau kita kufur atas nikmat tersebut maka siksa Allah amat pedih (Ibrahim : 7). Dalam mensyukuri nikmat Allah ynag bernama kesehatan ini, dapat ditempuhkan dengan beberapa cara yang salah satunya dengan melakukan aktivitas olahraga denganteratur,terencana dan terukur.Aktivitas olahraga yang dilakukan atas nama mensyukuri nikmat Allah mudah-mudahan akan mendapat dua manfaat yaitu kesehatan bisa terjaga dan insya Allah berbuah pahala.

Sekarang kita lihat bagaimana Islam menghendakiterciptanya suatu masyarakat yang memperhatikan aktivitasolahraga.Dalam catatan sejarah Islam rasulullah Muhammad saw sangat memperhatikan aktivitas olahraga, ini dibuktikan dengan anjuranNya kepada para sahabat untuk melakukan aktivitas olahraga memanah seperti anjuranNya yang tertuang dalam sabdanya,”Hendaklah kalian berlatih memanah,karena itu merupakan permainan terbaik bagi kalian,”.(H.R Al-Bazaar).Perlu diketahui bahwa Rosulullah Muhammad Saw mempunyai kecakapan khusus dalam hal memanah yang merupakan pemberian khusus dari Allah.Olahraga lain yang sering dilakukan oleh Rosulullah adalah pacuan kuda.Hal ini tergambar dalam catatan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar,diceritakan”Sesungguhnya Rasulullah Muhammad saw pernah berlomba pacuan kuda dengan para sahabbat.Pada suatu ketika beliau menunggang kuda yang telah dilengkapi dengan pelana bermula dari Hafya dan berakhir di lembah wada”.
Pada waktu yang lain Beliau menunggang kuda yang tidak dilengkapi dengan pelana bermula dari lembah wada dan berakhir di masjid Bani Zuraiq (H.R Bukhori).Berkenaan dengan aktivitas olahraga ini, ada satu pernyataan Rasulullah yang menarik untuk diperhatikan seperti yang diriwayatkan oleh imam Abu Daud,”Tak ada perlombaan kecuali bidang ketangkasan,menggali dan ketrampilan mengguna pedang”.Sedangkan komentar imam Ibnu Hajar berkenaan dengan aktivitas olahraga ini,Ia mengatakan,Lomba pacuan kuda itu tidak bisa dikatakan kegiatan yang menyia-nyiaka waktu,malah sebaliknya ia merupakan bentuk olahraga positif yang dapat dijadikan sarana untuk menuai kemenangan dalam peperangan dan juga sangat bermanfaat saat dibutuhkan.
Olahraga lain yang mendapat perhatian Rasulullah adalah olahraga gulat.Beliau selalu berusaha agar olahraga ini digemari dan dicintai oleh kaum muslimin.Diceritakan oleh Abu Nuain bahwa Rosulullah pernah bergulat dengan seorang pegulat arab yang terkenal yang bernama Rukanah bin Abdi,dengan taruhan kalau Rosulullah menang maka Rukanah masuk Islam dan akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh Rosulullah,Tidak hanya sekali dua kali Rosulullah bergulat ,tetapi lebih dari itu dan beliau selalu menang.Selain cabang olahraga diatas masih beberapa cabang olahraga yang mendapat perhatian Rosulullahdan sering dilakukan oleh Rasulullah seperti olahraga Zafin dan olahraga lari.Dari penjelasan dan gambaran catatan sejarah diatas jelaslah bahwa Islam memperhatikan dan menganjurkan untuk melakukan aktivitas olahraga,sepanjang aktivitas tersebut bermuara pada niat ibadah .
Selanjutnya perlu dijelaskan secara singkat manfaat olahraga dalam kaca mata kesehatan.Aktivitas olahraga merupakan salah satu faktor yang dapat menjaga kondisi sehat seorang atas izin Allah.Berdasarkan kenyataan dengan melakukan aktivitas olahraga beberapa penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung atas izin Allah dapat dicegah dan disembuhkan.Sebagai gambaran dapat dijelaskan sebagai berikut,seseorang yang kadar kolesterolnya tinggi sangat rentan terjadinya penyumbatan di pembuluh darah dikarenakan kolesterol menumpuk,untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas olahraga,sebab dengan berolahraga jantung akan bekerja yang mengakibatkan darah cepat mengalir,dengan kondisi seperti ini maka akan memperkecil kemungkinan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah.Manfaat lain dari aktivitas olahraga dapat mengatasi kegemukan dan bagi anak–anak dan para remaja aktivitas olahraga dapat memacu pertumbuhan danperkembangan .

Dari penjelasan tersebut diatas, kita dapat mengatakan bahwa aktivitas olahraga merupakan bagian dari ibadah asal dilakukan atas dasar mensyukuri nikmat Allah. Olahraga memberi manfaat baik secara kesehatan, fisik, sosial dan mental. Dari pernyataan ini kiranya dapat menggugah masyarakat untuk melakukan aktitivitas olahraga secara kontinyu.(****).

 

 

No Response

Leave a reply "Olahraga Dan Masyarakat Kita, Melakukan Aktitivitas Olahraga Secara Kontinyu"