by

Oknum Wartawan “Bermain” TI Apung

Ambil Jatah dari Penambang Laut Selindung

MUNTOK – Maraknya penambangan pasir timah dengan metode Tambang Inkonvensional (TI) apung di laut Dusun Selindung Desa Air Putih, Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar) diduga adanya oknum wartawan bermain. TI apung yang patut diduga ilegal itu sudah beroperasi sejak bulan Mei 2018.
Salah satu sumber yang dapat dipercaya ketika dihubungi wartawan Rabu (10/10/2018) membenarkan hal itu. Dia mengatakan, dua oknum wartawan tersebut sudah lama mengambil jatah dari hasil tambang setiap dua minggu. Jatah oknum itu dihitung dari hasil timah kalau banyak hasilnya maka besar pula jatahnya.
“Yang saya tahu mereka berdua yang mengambilnya setiap dua minggu,” ujarnya yang terang-terangan menyebut nama kedua oknum itu.
Masih dikatakannya, jumlah TI apung yang menambang di laut itu kurang lebih sebanyak 200 unit. Namun tidak semuanya menghasilkan dan sekarang sudah mau pindah karena memasuki gelombang tinggi. Dirinya sendiri akan pindah kalau cuaca tidak bersahabat.
“Kalau sekarang sudah sedikit hasilnya, bahkan ada yang tidak nimbang, kita akan pindah karena gelombang tinggi,” tandasnya.
Menanggapi hal itu Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kabupaten Bangka Barat, Husni menyesali adanya keterlibatan oknum wartawan bermain tambang timah illegal tersebut. Dirinya yakin kedua oknum itu bukan anggota Pokja. Sebab semua anggota Pokja Bangka Barat sudah ditanya dan tidak ada yang terlibat.
“Anggota Pokja ada tujuhmedia yakni Bangka Pos, Babel Pos, Rakyat Pos, Radar Bangka, LKBN Antara, Radio Duta dan Radio Pillar,” ujarnya.
Masih dikatakan Husni, selain organisasi Pokja, anggota PWI di Kabupaten Bangka Barat juga tidak ada yang terlibat. Karena dari 12 anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ada di Bangka Barat semuanya sudah diklarifikasi.
“Yang jelas bukan pengurus atau anggota Pokja dan PWI. Dengan adanya penjelasan ini biar masyarakat tahu mana yang benar-benar wartawan atau hanya wartawan ngecuk. Kami tidak mau menikmati hasil yang bukan hak kami dan mengutamakan profesionalitas,” tegasnya. (wan/1)

Comment

BERITA TERBARU