Oknum Fotografer Diciduk Polisi

  • Whatsapp
Oknum Fotografer- AA (38) oknum fotografer saat diamankan di Mapolsek Toboali, Minggu (29/9/2019). Pelaku ditangkap polisi karena mengambil foto porno dari sejumlah modelnya. (foto: Dedy Irawan)

Ambil Foto Porno Model
Pelaku Berstatus Honorer Pemkab Basel

TOBOALI – Seorang oknum fotografer Toboali berinisial AA (38), diamankan Polsek Toboali, Minggu (29/9) lalu. Dia diamankan lantaran mengambil foto bernuansa pornografi terhadap lima model perempuan.

Modus pria yang berstatus honorer di Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengambil foto bernuansa pornografi terhadap lima perempuan yang dijadikan model, dua diantaranya diketahui masih dibawah umur.

Kabag Ops Kompol Rusnoto mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari penyeledikan yang dilakukan Polsek Toboali. Saat itu didapat informasi, ada aksi pornografi yang diambil melalui foto-foto di kawasan Benteng Kota Toboali.

Sambungnya, saat itulah Kapolsek Toboali Iptu Yandrie C Akip bersama KBO Reskrim Ipda Rio Tarigan serta Kanit Intel Aiptu Hendratama melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan beberapa korban hingga akhirnya diamankan AA atas aksi foto pornografinya.

Hasil dari penyelidikan, awalnya AA hanya mengambil foto seni biasa. Namun setelah mengambil beberapa foto, AA mulai meminta para model membuka sedikit demi sedikit baju BH hingga celana dalam para model yang masih anak dibawah umur, hingga diketahui foto porno tersebut tersebar

Atas perbuatannya AA dijerat pidana pasal 35 Undang-Undang No 44 tahun 2008 tentang Pornografi yang berbunyi setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

“Dari hasil penyelidikan, saksi korban mengarah kepada pelaku berinisial AA, berikut barang bukti laptop, kamera, flashdisk dan memori card sudah diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut” kata Kabag Ops, Rabu (2/10/2019).

Terpisah, salah satu fotografer Bangka Selatan, Hendra menyesalkan perbuatan AA. Ia mengatakan perbuatan oknum AA ini telah mencoreng profesi fotografer khususnya di Bangka Selatan. “Kami sebagai fotografer malu atas perbuatan oknum ini, telah mencoreng profesi kami” kata Hendra. (raw/7)

Related posts