Oknum Dewan Terancam Jadi Tersangka

  • Whatsapp

Sudah Damai, Laporan Penipuan belum Dicabut
Kapolres: Jika Unsur Terpenuhi Kita Tetapkan

TANJUNGPANDAN – Proses perkara dugaan penggelapan dan penipuan dengan terlapor salah seorang anggota DPRD Kabupaten Belitung berinisial PCN, hingga kini masih terus bergulir di Polres Belitung.

Meski sudah ada surat perjanjian perdamaian antara pelapor dan terlapor, polisi masih terus melakukan penyelidikan, dikarenakan laporan terhadap oknum anggota dewan itu belum dicabut.

Hal ini dikatakan oleh Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana. Menurutnya, perkara itu akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, jika alat bukti sudah terpenuhi.

“Jika unsur-unsurnya terpenuhi PCN akan kita tetapkan menjadi tersangka,” kata Kapolres saat ditemui Rakyat Pos di ruang kerjanya, belum lama ini.

Disampaikan Yudhis, pihak penyidik dalam hal ini masih kesulitan untuk melakukan konfirmasi serta meminta alat-alat bukti terkait dengan perkara penipuan ini dikarenakan pelapor berada di luar daerah.

“Masih dalam tahap penyelidikan, kita terkendala dengan pelapor karena berada di luar daerah. Karena data-data pendukungnya kan perlu kita minta ke pelapor untuk dikonfirmasi,” jelasnya.

Mengenai terlapor, Yudhis mengatakan bahwa PCN sudah pernah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. “Dia kooperatif ya, kalau PCN kita panggil dia datang,” lanjutnya.

Untuk diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, Polres Belitung membenarkan adanya laporan dugaan penggelapan dan penipuan dengan terlapor salah satu caleg terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung periode 2019-2024, pada Jum’at (23/08/19).

Hal ini berkaitan dengan perkara dugaan penggelapan/penipuan pembelian sebidang tanah di Desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung.

Menurut Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Erwan Yudha Perkasa, laporan tersebut memang benar namun masih dipelajari oleh penyidik untuk dilakukan penyelidikan. “Iya, dalam perkara penipuan atau penggelapan dan masih didalami,” kata dia medio Sabtu (24/08/19).

Disamping itu, terlapor yang berinisial PCN warga Desa Air Merbau Kecamatan Tanjungpandan ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa permasalahan tersebut secara pribadi sudah diselesaikan.

“Silahkan konfirmasi kepada pelapor, jangan hanya dari saya saja. Masalah ini hanya miss komunikasi saja, secara pribadi sudah selesai,” jelasnya, Minggu (25/08/19).

Ia juga memaklumi permasalahan jual beli lahan itu, apalagi jika dikaitkan dengan suhu politik yang cukup panas dan terpilihnya ia sebagai salah satu anggota DPRD Kabupaten Belitung.

“Banyak yang tidak suka dengan saya, ada yang memanas-manasi pelapor. Sebetulnya orang tidak tahu bagaimana sebetulnya permasalahan ini,” ucapnya. “Yang jelas jawaban dari pelapor bahwa kami sudah tidak ada masalah,” tegasnya.

Agustini selaku pelapor pun ketika dikonfirmasi wartawan harian ini tak menampik persoalannya dengan PCN sudah selesai. Dalam pesan singkat WhatsApps, dia menyampaikan antara dirinya dan PCN kini tidak lagi ada permasalahan. “Maaf Pak (wartawan-red), kami sudah selesai dan tidak ada masalah lagi,” tulisnya. (dod/1)

Related posts