by

Oknum Aparat “Main Mata” TI DAS Baturusa

Bocor Informasi Razia atau Penertiban
Penambang Akui Bayar Uang Keamanan

MERAWANG – Aktifitas Tambang Inkonvensional (TI) ilegal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Baturusa terus menjamur.
Walaupun sudah kerap ditertibkan para penambang seolah – olah tak kapok untuk menghentikan aktifitasnya merambah kawasan bakau.
Diduga aktifitas penambangan timah ilegal ini dibackingi aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Bangka. Salah seorang penambang beberapa waktu lalu kepada wartawan sempat mengatakan para penambang beraktifitas mengikuti intruksi pengurus. Biasanya para penambang akan diinformasikan kapan akan dilakukan razia sehingga sebelum razia digelar aparat penegak hukum para penambang lebih dulu menyembunyikan ponton TI nya ke dalam semak – semak.
“Biase e sikok ponton tu ade 3 sampe 5 orang yang bekerja. kalo nek razia, pengurus la ngasih kabar dulu bakal ade razia ntah dari mane informasi e. kami hanye tau begawe. Jadi kami dak begawe. ponton disembunyi dulu,” ungkap penambang yang sejak lama bekerja di TI milik bosnya ini.
Untuk keamanan bekerja, penambang pun menyetorkan uang keamanan yang diambil dari berapa banyak timah yang di dapat.
“Ada uang keamanannya. saya dak tau berape. bos la yang ngatur berape fee sekilo e. kami dibayar setiap kali timah dijual. Rata – rata kadang Rp.50 ribu kalau lagi banyak Rp.100 ribu. Dak tentu la”, ceritanya.
Mirisnya aktifitas TI tower ini dapat terlihat dari jembatan Baturusa. Namun tak ada pihak yang dapat menghentikan penambangan ilegal ini.
Kabag Ops Polres Bangka, Kompol. S. Sophian, SH, SIK kepada wartawan Minggu (25/4/2018) kemarin mengaku tidak mengetahui apabila aktifitas TI Baturusa dibackingi aparat penegak hukum. Namun ia mengatakan dirinya akan mengkroscek terlebih dahulu informasi tersebut ke Satuan Intelkam Polres Bangka untuk mengetahui kebenarannya.
Namun apabila memang ada aparat penegak hukum dalam hal ini oknum kepolisian yang bermain maka pihaknya akan melakukan upaya – upaya kepolisian secara berjenjang tergantung situasi dan kondisi. Baik itu Preemtif, Preventif san represif. Selain itu, apabila ada keterlibatan oknum tertentu maka pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani oknum – oknum tersebut.
“Kita akan 87 Kasat Intel dulu untuk cek dan lidik dulu kebenaran info tersebut. Apabila benar selanjutnya kita lakukan upaya – upaya kepolisian secara berjenjang tergantung situasi dan kondisi yang ada baik itu preemptif, preventif, & represif. Apabila ada keterlibatan oknum tertentu, kita akan koordinasi dengan instansi terkait yang berwenang untuk menangani oknum – oknum tersebut,” jelas Kabag Ops saat dikonfirmasi via Whatshap Minggu kemarin. (2nd/6)

Comment

BERITA TERBARU