Oknum Aparat Bekingi Tambang Ilegal

  • Whatsapp
Tambang Ilegal- Aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di daerah resapan air Kolong Bijur perbatasan lingkungan Hakok dengan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, Jum’at (18/10/2019). (foto: Zuesty Novianty)

Garap Daerah Resapan Air
Bungkam Ditanya Perizinan
Pol PP Minta Aktivitas Dihentikan

SUNGAILIAT- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka kembali menertibkan aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di daerah resapan air Kolong Bijur perbatasan lingkungan Hakok dengan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, Jum’at (18/10/2019).

Pantauan wartawan saat penertiban yang dipimpin Kabid Penegak Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Bangka, Achmad Suherman ini tiba di lokasi, terlihat 1 unit alat berat (PC) sedang melakukan aktivitasnya di sekitar lokasi.

Tak lama berselang, disaat petugas menanyakan perihal kepemilikan tambang yang banyak dikeluhkan warga kepada Feri selaku pemilik lahan, datang seorang pria yang mengaku sebagai petugas keamanan lingkungan Sinar Jaya. Dia membantah keras jika lahan yang ditambang Andre ini dikeluhkan warga Sinar Jaya.

“Lahan ini lahan pribadi milik Feri yang ditambang Andre. Jadi tidak benar kalau lokasi ini dikeluhkan warga Sinar Jaya. Kalau soal warga Hakok yang mengeluhkan, lahan ini tidak masuk ke lingkungan Hakok,” kata pria yang juga mengaku sebagai aparat ini.

Menurut dia, jabatannya sebagai petugas keamanan di lingkungan Sinar Matras hanya untuk mencegah oknum-oknum yang ingin berbuat onar di lingkungan setempat. “Jadi saya bukan membekingi, tapi disini saya petugas keamanan di lingkungan ini,” katanya.

Dia juga mengaku heran terkait keluhan warga Hakok terhadap aktivitas tambang milik Andre yang ditertibkan petugas. Karena menurut dia, penambangan yang dilakukan Andre dilakukan di atas lahan pribadi milik Feri.

“Inikan lahan pribadi, tapi kenapa warga protes. Ini nantinya akan dijadikan perumahan. Oleh pemilik lahan karena ada potensinya, isi didalamnya (timah-red) diambil dulu setelah itu baru dibangun perumahan,” katanya.

Namun saat ditanyakan petugas soal perizinan tambang, dia bungkam dan tidak bisa menunjukkan dokumen seperti yang diminta.

Kabid Penegak Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Bangka, Achmad Suherman mengatakan pihaknya melakukan penertiban sebagai tindak lanjut laporan warga yang ditembuskan kepada Kelurahan Matras dan Kelurahan Sinar Jaya.

Dalam hal ini kata Suherman, pihaknya tidak melarang siapapun melakukan penambangan asal dilakukan sesuai perizinan yang telah dikeluarkan.

Pada kesempatan itu, dia juga mengatakan penertiban tambang ilegal diperbatasan lingkungan Hakok dan Sinar Jaya ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan. “Ketika terpantau, ternyata tambang jenis darat tersebut masih belum mempunyai perizinan tambang,” katanya.

Untuk itu, kata Suherman meminta kepada pemilik tambang yang diwakili oleh pemilik lahan untuk menghentikan aktivitasnya sementara waktu jika belum memiliki izin untuk melakukan penambangan.

“Jadi untuk sementara ini kami hentikan secara lisan dan nantinya akan ditunggu perkembangan aktivitas tambang ini. Kalau memang tambang darat ini tidak memiliki perizinan tambang dan secara analisa dapat mengakibatkan banjir, maka akan dihentikan,”katanya.

Namun jika himbauan yang diberikan tak jua digubris, kata Suherman, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukumnya lainnya untuk menghentikan aktivitas penambangan di lokasi itu.

“Kita akan libatkan tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Bangka untuk menertibkan pertambangan di kawasan Kolong Bijur tersebut,” katanya.(2nd/10)

Related posts