ODP Banyak, Babel belum Ada Positif Corona

  • Whatsapp
Mobil Water Canon milik polisi digunakan untuk menyemprot 6 ton desinfektan mencegah virus Corona di sepanjang Jalan Sudirman Toboali, Rabu (25/3/2020). (Foto: Dedi Irawan)

PANGKALPINANG –  Hingga tadi malam bila dikutip dari laman website Covid-19.babelprov.go.id yang di-update terakhir pukul 21.03 Wib, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) belum terdapat pasien dinyatakan positif terinfeksi penyakit Corona Virus Disease (Covid-19).

Dengan belum adanya pasien positif ini, membuat masyarakat sedikit bernafas lega, meskipun ancaman ini terus mengintai ditengah masih bebasnya keluar masuk orang ke Provinsi Kepulauan Babel karena akses bandara dan pelabuhan tidak ditutup, serta kian bertambahnya orang yang dipantau kesehatannya serta dicurigai terpapar corona hingga diisolasi di sejumlah rumah sakit.

Read More

Menurut data itu, tercatat sebanyak 219 orang di Provinsi Babel yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), 28 orang diantaranya sudah selesai pemantauan 14 hari, dan sisanya 191 masih terus dilakukan pemantauan.

Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Antisipasi Covid-19 Provinsi Babel, Mikron Antariksa menyebutkan, hingga tadi malam Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 19 orang, dimana enam diantaranya sudah dinyatakan negatif Covid-19.

“Data terakhir, 19 orang PDP, 13 orang masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, dan 6 sudah negative. Alhamdulillah sejauh ini Babel masih zero Corona,” terangnya, Rabu malam (25/3/2020) di Posko Tim Gugus Tugas eks Bandara Depati Amir Bangka di Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.

Ia mengatakan, jumlah orang yang paling banyak dipantau adalah di Kota Pangkalpinang sebanyak 80 ODP. Sebanyak 75 orang diantaranya masih dalam pemantauan dan 5 orang sudah selesai dipantau. Di ibukota Provinsi Babel itu, terdapat 3 pasien PDP, yang sudah keluar hasil pemeriksaan laboratoriumnya dan dinyatakan negatif.

“Di Kabupaten Bangka, 33 ODP dan 4 PDP. Tiga diantaranya masih proses pemeriksaan,” sebut Mikron.

Di Kabupaten Belitung, orang yang dipantau sebanyak 47 orang (ODP). Dari jumlah itu 30 orang masih dilakukan pemantauan dan 16 orang sudah selesai dipantau. Untuk 6 PDP, 5 orang masih dalam pemeriksaan laboratorium dan 1 dinyatakan negative Corona.

Di Beltim, Tim Gugus mencatat ada 2 ODP dan 2 PDP. Berbeda dengan Kabupaten Bangka Tengah yang tidak memiliki PDP serta tercatat 11 ODP, 7 masih dalam pemantauan dan 4 orang telah selesai dipantau. Sedangkan di Kabupaten Bangka Selatan, ada 35 ODP dan 2 PDP, lebih tinggi dari Bangka Barat yang tercatat hanya ada 12 ODP, dan 2 PDP.

Pada kesempatan itu , Mikron juga meminta agar masyarakat tidak percaya dengan berita yang beredar tanpa media resmi atau tanpa pemberitahuan dari pemerintah. Karena bisa saja berita yang tak jelas sumbernya, membuat masyarakat resah.

Termasuk, informasi mengenai warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Soekarno Bangka Belitung (Babel) kabur, hal itu “hoaks” atau tidak benar sama sekali.

“Informasi itu tidak benar, hoaks itu kabar yang ada di masyarakat, pasien masih ada di RSUP Soekarno hingga saat ini,” ujarnya seraya menambahkan, kondisi WNA ini berdasarkan keterangan pihak RSUP Soekarno terus membaik, makan, minum dan lainnya juga normal.

Dijelaskannya, masyarakat diimbau tidak sembarangan menerima dan memposting atau meneruskan setiap informasi melalui media sosial (medsos), ketika mendapatkan informasi terkait Covid-19.

“Karena jika sembarangan memposting atau meneruskan informasi hoaks, maka bisa menimbulkan kepanikan di masyarakat, sehingga perlu disadari tidak semua informasi di masyarakat itu benar. Jika menerima informasi terkait Covid-19, tolong ditanyakan kejelasannya di Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel di Ruang VVIP Bandara Depati Amir yang lama,” paparnya.

Ditambahkan Mikron, terkait informasi yang menyebutkan bahwa ada warga ditemukan meninggal dunia di kawasan Air Mangkok disebabkan Covid-19, hal itu juga hoaks atau tidak benar.

“Warga yang ditemukan meninggal di Air Mangkok karena Covid-19 itu juga tidak benar atau hoaks,” tegas Mikron.

Sebelumnya, saat konferensi pers di Posko Gugus Tugas Ruang VVIP Bandara Lama, Juru bicara (Jubir) Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Astrid menyampaikan, pihaknya akan terus memperbarui data yang diterima dan menginformasikan ke publik setiap hari. Update data bahkan dilakukan beberapa kali dalam sehari.

“Karena data yang masuk ke kami itu close (tutup-red) nya jam 16.00, lalu kami rekap dan akan kami publish di jam 21.00 setiap hari. Untuk hasil uji lab, kami berusaha mengejar terus kapan hasilnya keluar akan kami informasikan,” katanya.

Menurutnya, tim terus melakukan pemantauan terhadap hasil lab yang dikirim ke Kemenkes. Apalagi di sana, banyak spesimen yang harus diperiksa, dan membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil akurat.

Selain itu, Dinkes Babel juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat, karena informasi mengenai ODP dan PDP Covid-19 yang beredar di masyarakat saat ini banyak terjadi simpang siur.

“Setiap hari ada tim kami yang keliling untuk membagikan ke masyarakat informasi mengenai Covid-19 ini, agar masyarakat tidak termakan informasi yang salah,” tandasnya.

Pantau 9 Warga ODP
Terpisah, Bupati Bangka Tengah H. Ibnu Saleh didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Bahrun R Sutrisno, kemarin mengatakan warganya yang berstatus ODP dari awalnya 2 bertambah 11, terus dipantau kesehatannya. Dari angka itu, 2 orang sudah habis masa inkubasinya selama 14 hari dan berstatus baik, sehingga sekarang tinggal 9 ODP yang dipantau.

“Sembilan ODP ini baru pulang dari daerah yang terpapar kasus Corona COVID-19. Mereka ini sedang dimonitor Dinas Kesehatan Bangka Tengah agar tetap dalam kondisi baik dan tidak menyebar,” ujarnya.

Ia menghimbau bagi warga Bateng yang baru pulang bepergian dari luar Bangka Belitung, diharapkan melapor ke RSUD atau Puskesmas untuk mendeteksi penyebaran virus.

“Siapa pun yang baru pulang dari perjalanan luar Bangka Belitung maupun luar negeri diharapkan melapor ke petugas kesehatan agar diperiksa, jangan sampai menyebar virus ke orang lain. Kemudian hindari tempat ramai, bepergian yang seperlunya untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” tukas Ibnu. (nov/ran)

Related posts