“Nyanyian Setan” yang Menyesatkan

No comment 344 views

Oleh: Abdul Fakih
Koordinator Jurnalistik Komunitas Aksara Muda Babel

Abdul Fakih

Kemaksiatan yang paling sulit dihindari oleh Muslim pada umumnya, adalah masalah musik dan nyayian. Orang tua harus mampu menjauhkan anak-anaknya dari hal yang merusak hati, pikiran dan keimanan tersebut, sebab musik dan nyanyian, Penulis ibaratkan sebagai “Nyanyian Setan” yang menyesatkan pada manusia karena termasuk perbuatan maksiat.
“Nyanyian Setan”, dapat mengotori hati seorang muslim. Hati yang kotor, akan menyebabkan semua kebaikan termasuk ilmu, akan sulit masuk ke dalam hati seseorang. Apalagi jika orang tua mengharapkan anak-anaknya tumbuh menjadi ahli Alquran, maka salah satu jalannya, tidak membiarkan anak-anaknya larut dalam “Nyanyian Setan”. Jika anak telah larut dalam “Nyanyian Setan”, maka akan sulit bagi orang tua untuk mendidik anak-anaknya, sebab hatinya sudah kotor.
Hukumnya musik dan nyanyian adalah haram (tidak diperbolehkan dalam syri’at agama), alat musik yang diperbolehkan dalam syariat agama hanyalah duf atau rebana, itu pun diwaktu-waktu tertentu. Kapankah itu? Yaitu di waktu hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dan hari pernikahan (Walimatur-ursy).
Nyanyian dalam syariat islam hukum asalnya halal (diperbolehkan), namun harus memenuhi persyaratan berikut ini: Pertama, isinya tidak boleh mengandung kemungkaran, tidak berkaitan dengan asmara, isinya benar, bersih dari kesyirikan, dan tidak mengandung kemaksiatan. Kedua, tidak diselingi dengan instrumen musik. Sebenarnya kalau lagu diperbolehkan, tapi tergantung isinya. Yang menjadi larangan mutlak adalah instrumen musik yang mengiringinya.
Ketiga, tidak sengaja menyerupai lagu orang yang menentang agama (Fasik). Sama halnya ketika membuat lagu yang isinya bagus, isinya bermanfaat, namun liriknya disamakan dengan lirik lagu orang fasik, maka hukumnya tetap haram.
Keempat, tidak menjadi kebiasaan atau hobby dalam mendengarkan musik, sebab Rasulullah SAW pernah menerangkan bahwa salah satu hal yang dapat mengeraskan hati adalah musik. Kelima, tidak dinyanyikan oleh kaum perempuan (akhwat) kepada kaum laki-laki (ikhwat) sebab semua yang ada pada wanita adalah aurat, termasuk suaranya.
Kemudian timbul pertanyaan, jika bertentangan dengan syarat di atas, apakah boleh mendengarkan nyanyian? Jawabannya tetap saja haram (tidak diperbolehkan)!
Baginda Rasulullah SAW pernah berpesan dan wasiat kepada kita sebagai umatnya, yang artinya “Akan ada dari beberapa umatku yang menganggap halal (aslinya haram) pada: perbuatan zina, memakai sutra (bagi laki-laki), meminum arak dan ma’aziz (alat musik yang ada sinarnya atau gitar, tapi dalam pengertian bahasa arab, arti kata “ma’aziz” berarti semua alat musik)”. Keharaman ma’aziz bukan pada bendanya, tapi suara dan kegunaannya.
Dampak Negatif bagi Muslim yang Memperbanyak Mendengarkan dan Menyanyikan Lagu atau “Nyanyian Setan”
Lagu atau nyanyi-nyanyian hukumnya haram (tidak boleh), sebab akan berdampak langsung bagi diri seseorang, yakni akan dapat membuat orang jauh dari cinta pada Alquran. Orang yang seneng bernyanyi dan mendengarkan nyanyian, maka sudah dipastikan bahwa orang tersebut jauh dari Alquran. Anda tidak percaya? Lihat diri anda masing-masing! Coba renungkan sejenak di dalam hati anda, “jika saya senang nyanyian, apakah saya seneng membaca Alquran atau tidak?” Jika jawaban yang ada pada diri anda “tidak senang membaca Alquran karena seringnya bernyanyi atau mendengarkan nyanyian”, maka segeralah bertaubat!
Ketahuilah, Alquran dan “Nyanyian Setan” tak akan pernah bisa menyatu, diibaratkan seperti air dengan minyak, dua unsur yang berbeda, dan selamanya tak akan pernah dapat bersatu dan dipersatukan.
Dulu, seorang ulama’ yang bernama Ibnul Qoyyim pernah mensyairkan sebuah syairan yang artinya: “Cinta Alquran dan cinta lantunan-lantunan lagu, tidak akan bisa berkumpul dalam hati seorang hamba, pasti akan ada yang kalah”. Maksudnya adalah, akan ada salah satu dari dua hal tersebut yang terkalahkan, apakah itu cintanya terhadap Alquran, ataukah cintanya terhadap lagu.
Oleh karena itu, tinggal kita yang memilih, mau jadi pribadi yang cinta Alquran? Ataukah ingin menjadi pribadi yang cinta pada lagu-laguan? Jika kita ingin cinta pada Alquran, maka segeralah bertaubat, tinggalkan dan buang jauh-jauh cintamu terhadap lagu-laguan.

“Demi Allah, mendengarkan suaranya para penyanyi, para biduan (mendengarkan nyanyian-nyanyiannya), dampaknya dalam hati, dampaknya dalam iman seperti racun di dalam hati”. Hati yang telah terpesona dengan keindahan lagu, maka dalam syairan tersebut diibaratkan seperti jiwa yang diracun, iman kita seperti diracuni. Kenapa demikian? Jawabannya karena kita sering mendengarkan “Nyanyian Setan”.
“Ketika orang sudah senang dengan mendengarkan lagu-laguan, maka dia akan menjadi ‘budaknya’ Artis Fulan dan Artis Fulan”. Apakah anda pernah merasakan hal tersebut? Terbukti, coba anda perhatikan orang yang berada disekeliling anda dan senang dengan mendengarkan lagu-laguan, seneng dengan musik. Maka Dia akan menjadi budaknya para artis yang ia idolakan.
Iya ngak sih? Contohnya saja ketika ada artis papan atas yang akan konser, maka pasti para fans beratnya akan berusaha untuk dapat pergi menonton konser, akan berbondong-bondong berangkat untuk menyaksikan, berapa pun harga tiketnya, dan bahkan rela berdesak-desakan. Penjelasan di atas, adalah bukti nyata bahwa orang tersebut telah teracuni dengan musik, maka dia pun sudah menjadi ‘budaknya’ Artis Fulan.
Maka khususnya bagi orang tua yang menginginkan anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas, anak yang sholih dan sholihat, anak yang cinta Alquran, anak yang Hafidz Alquran, maka upayakan lah, jauhi mereka dari racun yang sangat mematikan, racun yang akan membuat kebaikan dan ilmu sulit masuk ke dalam hati seseorang, yaitu “Nyanyian Setan”. Jika anda cinta terhadap anak, mengharapkan anak menjadi gererasi unggulan, generasi emas di masa depan, generasi qur’ani, maka mulai saat inihkan anak-anak dari “Nyanyian Setan”! Semoga bermanfaat.(****)

No Response

Leave a reply "“Nyanyian Setan” yang Menyesatkan"