Nyalon Kades, Anggota BPD Harus Berhenti

  • Whatsapp

Permendagri BPD Sudah Terbit

TOBOALI – Hajatan demokrasi Pemilihan kepala desa serentak tahun 2017 tinggal beberapa bulan lagi. Kemungkinan banyak Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan mencalonkan diri sebagai calon kepala desa.

Saat ini, sudah diterbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa yang merupakan penjabaran dari Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Pada pasal 19 ayat 2 k dinyatakan, anggota BPD harus berhenti pada saat ditetapkan sebagai calon kepala desa.

Demikian dikatakan Ketua Bapem Perda DPRD Bangka Selatan, Samsir kepada wartawan Jumat (31/3/2017).

Menurutnya, Bapem Perda DPRD Bangka Selatan sudah berkoordinasi dengan Bagian Hukum Sekretariat Daerah serta BPMDES, dimana Pemkab Basel agar secepatnya mengajukan draft perubahan atas Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Desa.

Dalam Perda tersebut pada pasal 19 tentang persyaratan menjadi calon kepala desa, diatur bahwa anggota BPD cuti saat mencalonkan diri sebagai kepala desa.

“Ini akan dimasukan pada propem Perda komulatif terbuka dan secepatnya sebelum dibentuknya panitia Pilkades. Dimana Bangka Selatan pada tahun 2017 ini, ada kurang lebih 15 desa akan mengadakan Pilkades serentak. Kepada anggota BPD yang berniat mencalonkan diri sebagai calon kepala desa silahkan berhitung untung rugi pada saat memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai calon kepala desa, karena berdasarkan Permendagri jelas bahwa saat ditetapkan sebagai calon kepala desa sudah harus mengundurkan diri dari keanggotaan BPD,” pungkas politisi PKS ini. (raw/3)

Related posts