“NILAI EMAS” untuk Siswa di Masa COVID-19

  • Whatsapp
Penulis: Dra. Maryana
Guru Sejarah SMK Negeri 4 Pangkalpinang, Babel

Popularitas Ujian Nasional (UN) mulai meredup setelah nilai UN tidak lagi menjadi penentu untuk kelulusan seorang siswa. Penghapusan UN dari persyaratan kelulusan tertuang dalam Permendikbud No. 05 Tahun 2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, Penyelengaraan Ujian Nasional, dan Penyelengaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada SMP/MTs atau yang sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang sederajat.

Jika UN Tidak lagi menjadi faktor penentu kelulusan, jadi faktor apakah yang menjadi penentu kelulusan seorang siswa? Disinilah terkadang menjadi dilema bagi seorang guru. Terkadang dengan  UN tidak dijadikan sebagai faktor utama kelulusan, kita tidak jarang melihat sikap dan gaya belajar siswa yang terkesan ogah-ogahan dan terlalu santai dalam belajar.

Read More

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan pengganti Ujian Nasional 2021 yakni Asesmen Nasional. Asesmen Nasional dirancang tidak hanya dirancang sebagai pengganti ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. Melalui Asesmen Nasional maka akan terlaksana evaulasi dan pemetaan sistem pendidikan berupa input, proses dan hasil.

Asesmen Nasional (AKM) diharapkan nantinya akan mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak profil peajar Pancasila. Yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Edsa serta berahlak mulia, berkebhinkaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif.

Meskipun UN sudah akan tergantikan oleh AKM, namun setiap siswa harus tetap berjuang dan mempertahankan prestasi akademik dalam kegiatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebaiknya benar-benarkan menekankan kepada siswa, walaupun UN Tidak lagi menjadi perioritas utama untuk kelulusan mereka, tetapi mereka juga harus benar-benar belajar dengan tekun. Karena yang menjadi salah satu faktor penentuan kelulusannya adalah Nilai Sekolah atau Madrasah (Nilai S/M) yang diperoleh dari rata-rata nilai rapot semester III sampai semester V (50-70 %) dan Nilai Ujian Sekolah (30-50%).

Disini terlihat betapa pentingnya nilai rapot seorang siswa untuk menentukan kelulusannya. Oleh karena itu, setiap siswa harus berupaya mendapatkan nilai harian yang bagus. Setiap siswa dapat memperoleh nilai yang bagus tentunya harus didukung oleh sikap dan gaya belajar siswa dalam kesehariannya.

Related posts