Ngaku Orang Dekat Penguasa, Oknum Warga Bekingi Tambang Ilegal

  • Whatsapp
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka mendapati 1 unit eksavator warna kuning yang disembunyikan di balik pepohonan saat melakukan penertiban tambang ilegal di daerah resapan air kolong bijur Kelurahan Hakok Sungailiat. (foto: Rizki)

SUNGAILIAT – Aktifitas puluhan penambang timah ilegal di Kolong Bijur, Lingkugan Hakok Sungailiat Kabupaten Bangka dihentikan oleh Satpol PP, Selasa (20/8/2019).

“Kita tertibkan karena ada laporan warga. Ini juga menindaklanjuti perintah Bupati Bangka sehingga kita cek langsung ke lokasi tambang,” jelas Suherman di sela-sela penertiban kemarin.

Kedatangan rombongan Tim Satpol PP Bangka didampingi oleh Kaling Hakok beserta warga yang tidak setuju terhadap penambangan di kolong bijur yang merupakan daerah serapan air.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bangka, Ahmad Suherman mengatakan bahwa sebelumnya juga pihak Pol PP sudah pernah meminta penambang untuk berhenti.

“Beberapa bulan lalu kita sudah kesini dan mereka bersedia bongkar sendiri, tapi sekarang ada lagi yang menambang. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita hentikan,” tambah Herman.

Kolong Bijur ini daerah resapan air untuk wilayah lingkungan Hakok dan Sinarjaya sehingga warga takut akan terjadi banjir saat hujan datang jika terus ditambang.

“Lokasi ini memang merupakan daerah resapan air, jadi kita khawatirkan kalau hujan akan banjir,” terangnya.

Pihaknya sendiri masih melakukan upaya penyetopan persuasif non yustisial. “Kita lakukan penyetopan persuasif non yustisial dan mengingatkan agar lokasi tersebut tidak ditambangi lagi,” ungkap Herman.

Dari pengecekan ditemukan ada 8 unit tambang timah yang beroperasi secara ilegal. Pihaknya mendatangi lokasi tambang itu bersama Kepala Lingkungan Hakok, Kelurahan Matras dan meminta tambang tak lagi beraktivitas.

Menurutnya warga setempat tidak setuju, untuk itu ia meminta penambang patuh guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kita minta mereka menghentikan tambang tersebut. Sejauh ini kooperatif, dan tambang itu akan kita pantau kembali,” ujarnya.

Salah seorang warga yang enggan namannya disebutkan, adanya tambang ilegal ini karena dibekingi oknum warga yang mengklaim punya akses dengan penegak hukum dan penguasa daerah.

“Itu yang masuk karena ada bekingnya bang, termasuk disebut dekat dengan pak Bupati. Tapi kita bersyukur ada penertiban dan Pak Bupati yang memerintahkan. Sehingga jangan terkesan tak adil, orang yang dahulu tidak boleh, tapi yang sekarang bebas bebas saja nambang,” kata St salah satu warga Sungailiat yang tahu seluk beluk daerah tersebut.

Pantauan harian ini, di lokasi penambangan kolong bijur Hakok tersebut terdapat alat berat escavator dan beberapa pondok atau kamp penambang. (mla/2nd/6)

Related posts