Nelayan Ungkit Janji Gubernur Sikat Trawl

  • Whatsapp

Ancam Demo ke Istana

TOBOALI – Nelayan Toboali Bangka Selatan sepertinya mulai habis kesabaran. Persoalan aktivitas kapal trawl yang tak pernah berhenti malah semakin menjadi-jadi hingga terjadinya pembiaran dilakukan para pemangku kepentingan daerah ini, membuat nelayan meradang.

Muat Lebih

“Kita berharap persoalan trawl ini segera selesai, tidak ada lagi nelayan trawl, jangan beralasan nelayan kecil, jika dibiarkan terus menerus tanpa solusi bukan tidak mungkin akan terjadi konflik, trawl sangat meresahkan dan jelas melanggar UU, jangan tunda penindakannya,” pinta nelayan Toboali, Abdullah Kamis (8/8/2019).

Kemarin nelayan Toboali mendapati aktivitas trawl di perairan Tanjung Timur. Menurutnya, selain meresahkan aktivitas trawl mengancam ekosistem serta mematikan mata pencarian nelayan.

“Bagaimana nanti kedepan, sekarang laut kita juga sudah rusak dan meresahkan, kita tunggu action yang telah disepakati, harapan kita sama seperti yang disampaikan pada saat audensi, kita harap pak Gubernur tegas di lapangan bukan hanya sebatas di kantor saja, kata Gubernur tidak ada trawl yang beroperasi, jika ada akan diproses, namun faktanya sampai sekarang masih banyak trawl, kita sudah berulang kali menyampaikan aktivitas trawl masih bebas, tapi faktanya, jika ada kejanggalan maka kita akan kembali turun ke jalan demo di Kementrian Kelautan Perikanan hingga aksi di Istana Presiden,” ancamnya.

Ia menambahkan, salah satu hasil audensi dengan DPRD Provinsi Babel adalah DKP Provinsi bersama Polda Babel, Lanal Babel, PSDKP serta Bidang Perikanan Basel.

“Hasil audensi kita akan dilakukan pembinaan awal dengan nelayan trawl, tetapi kita masih tidak mengerti pembinaan seperti apa, karena tim terpadu telah dibentuk oleh Gubernur Babel Desember 2018 lalu, sudah sosialisasi bahkan nelayan trawl sudah deklarasi di Kantor Kelurahan Tanjung Ketapang, tapi faktanya trawl masih ada, dan nelayan di Suka Damai itu bukan nelayan kecil, karena satu orang punya dua kapal bahkan lebih, dan kita harapkan jangan ada lagi lah trawl dan compreng juga harus berada di zonanya,” tandasnya. (raw/6)

Pos terkait