Nelayan Sampur Tuntut TI Tower Dibubarkan

  • Whatsapp
TI TOWER – Puluhan ponton TI Tower di perairan Sampur yang dikeluhkan nelayan. Nelayan mendesak pihak kepolisian menertibkan tambang ilegal itu dan memproses hukum penambang serta cukongnya. (Foto: Bambang Irawan)

PANGKALPINANG – Ketua Kelompok Nelayan Sampur, Dodi mengeluhkan keberadaan tambang inkonvensional (TI) tower yang menambang pasir timah diduga ilegal di kawasan perairan Desa Sampur, Kecamatan Pangkalanbaru, Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Selain itu, ia juga mendesak aparat kepolisian agar segera membubarkan aktivitas tambang timah ilegal di perairan ini. Sebab menurutnya, puluhan TI tower ini sudah beroperasi puluhan tahun sejak tahun 2005 silam, namun tak tersentuh hukum.

“TI tower ini sudah meresahkan nelayan. TI-TI ini juga sudah mengganggu tempat berlabuhnya atau parkir kapal nelayan,” ungkap Dodi saat konferensi pers, Senin (24/2/2020) pagi.

Selain mengganggu keluar masuk kapal atau tempat berlabuhnya kapal nelayan, diakuinya, TI tower di laut Sampur hingga sekarang ini diperkirakan jumlahnya sekitar 40 unit ponton.

Baca Lainnya

Namun sayangnya, Dodi tak mengetahui apakah ada atau tidaknya keterlibatan oknum anggota yang ikut menambang di perairan itu.

“Kalau punya oknum anggota, kami belum tahu. Yang jelas, TI masyarakat sekitar Sampur,” tuturnya.

Masih kata Dodi, selama ini aktivitas TI tower justru sangat mempengaruhi penghasilan nelayan setempat.

“Pengaruh, dulunya kami mencari ikan dekat sini, tapi sekarang sudah jauh akibat adanya TI tower ini. Bahkan sudah ada surat pernyataan diatas materai 6000 antara penambang dan nelayan yang dibuat pada 3 Januari 2020 silam, namun tetap saja mereka melanggar perjanjian ini,” keluhnya.

Untuk itu, dia mengharapkan, aparat kepolisian segera membubarkan 40 unit TI ini agar tak beroperasi lagi di kawasan alur nelayan ini.

“Kami sudah berjuang melapor ke Polair, tapi kurang memuaskan karena kapan dibubar, mereka masuk lagi. Kami minta TI tower ini segera dibubarkan,” pungkas Dodi.

Terpisah, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, Kompol Ade Zamrah ditemui di Mapolairud menambahkan, pihaknya akan merespon keluhan nelayan Sampur terkait keberadaan 40 unit TI tower ini.

“Kami tetap akan melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tandas Kasubdit Gakkum. (bis/6)

Related posts