Nelayan Mempunai Dimangsa Buaya

  • Whatsapp
Putri korban Ngalimun tak kuasa menahan isak tangis kala memandangi wajah terakhir ayahnya yang sudah terbujur kaku. Para pelayat tampak ramai datangi rumah duka. (foto-raw)

Diterkam saat Nyungkur Udang
Warga Ritual Usir Buaya

TOBOALI – Buaya muara mengganas. Rabu (4/1/2016) malam lalu Girip mengalami sejumlah luka di kaki akibat keganasan predator muara ini, kali ini Ngalimun (60) warga Dusun mempunai, Desa Serdang Kecamatan Toboali menjadi korban terkaman buaya di bibir pantai setempat Jumat (6/1/2017) pagi sekitar pukul 06.00 Wib. Korban tewas setelah disambar buaya muara saat sedang menyungkur udang di kedalaman air sepinggang atau sekitar 70 centi meter. Tak hanya itu, tubuh korban sempat ditarik buaya sekitar 3 mil kedepan. Tubuh Ngalimun akhirnya terlepas hingga masuk ke perairan Tanjung Labun saat dikejar belasan perahu motor nelayan.
Saat kejadian, korban bersama temannya Latif yang juga berusaha membantu dengan menarik kakinya. Namun buaya yang panjangnya diperkirakan mencapai 3 meter terus menggulung badan Ngalimun. Latif yang ketakutan melihat buaya mulai menggulung tubuh korban akhirnya melepaskan tangannya yang memegang kaki korban.
Latif warga setempat menjelaskan ketika itu ia bersama sama dengan korban mencari udang di pinggiran laut dusun Mempunai usai Subuh.
“Waktu di laut, ada yang bilang, hati-hati ada buaya, ketika itu, saya berputar, tiba-tiba saja, seekor buaya langsung menyambar Ngalimun, ia berteriak minta tolong, saya mendekati dan memegang kakinya, namun tenaga buaya cukup kuat ia menggulung tubuhnya, dan saya tidak bisa lagi menahan putaran tubuh buaya itu, akhirnya saya lepaskan kakinya,” ungkap Latif.
Ketika itu, Latif langsung berlari ke darat dan meminta bantuan ke sejumlah nelayan.
Sementara, Mustang warga setempat ikut mencari ikut mencari butuh Ngalimun yang diseret buaya hingga tiga mil kedepan. Saat menyeret tubuh korban, mulut buaya berada di tengah-tengah tubuhnya. “Saya ikut mengejar menggunakan kapal, jaraknya sekitar jarak 5 kilo dari bibir pantai, ada teman yang telpon buaya ada di daerah perairan Tanjung Labun, kita putar haluan ke sana, ternyata memang benar, terlihat buaya yang menyeret tubuh Ngadimun, terlihat buaya itu timbul di permukaan dan tenggelam lagi, terus kita ikuti, kita bersama belasan kapal lainnya berusaha mengelilingi buaya yang menyeret korban, dan ketika itu buaya langsung melepaskan gigitannya,” jelas Mustang.
Istri korban, Komariah mengatakan sebenarnya suaminya akhir-akhirnya sudah jarang menyungkur udang. Baru dua hari terakhir ada ke laut mencari udang. “Kemarin ada nyungkur, udangnya dapat sedikit dan ditaru di dapur, tapi udang dimakan kucing, lalu dia bilang mau nyungkur lagi, subuh ini ia pergi nyungkur tidak sempat bilang ke saya,” kata Komariah.
Sementara itu, tokoh adat Dusun Mempunai, Sudirman mengatakan sebelumnya juga pernah kejadian warga diterkam buaya. Menurutnya buaya ini datang dari Sungai Nyireh yang memang banyak terdapat buaya muara. “Kejadian ini yang paling parah, korban sampai meninggal dunia, sebelumnya, saya sempat mengatakan kepada kades, agar warga tidak nyungkur dulu, karena banyak buaya muara yang ganas, kita akan lakukan ritual ngusir buaya agar tidak memangsa warga lagi,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua HNSI Basel Erianto Erik Mika berharap Pemkab Basel segera mengambil langkah cepat menangkap buaya muara ini. kejadian ini, kata pria yang biasa disapa Ayi ini sangat meresahkan warga setempat yang mengandalkan laut sebagai mata pencaharian. (raw/6)

Related posts