by

Nasib ‘Ibu Kite’ Ditentukan 26 Maret

-NEWS-230 views

Kasus Dugaan Money Politik Caleg DPR RI

PANGKALPINANG – Dugaan Money Politic Calon Anggota (Caleg) DPR RI dari Partai Demokrat, Endang Kusumawaty terus diproses oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Gakkumdu Babel). Caleg nomor urut 2 ini, baru akan diputuskan menjadi tersangka atau tidak dalam tahap penyidikan empat hari lagi pada Selasa 26 Maret 2019.
“Kita punya waktu dalam 14 hari kerja. Ini sudah kita tangani dan sudah hari ke-11. Tanggal 26 (Selasa-red) ini kita putuskan, apakah ibu Endang ini naik ke penyelidikan atau tidak,” kata Koordinator Sentra Gakkumdu Babel Jafri kepada sejumlah wartawan, Jumat (22/3/2019).
Jafri mengakui, Sentra Gakkumdu Babel cukup kesulitan untuk menghadirkan saksi-saksi terkait dugaan politik uang Caleg Endang yang memberangkatkan belasan warga umroh ke Tanah Suci.
“Kita agak kesulitan dalam mendatangkan saksi tapi sudah kita upayakan datang,” ungkapnya.
Namun untuk hari kesebelas penanganan kasus ini, pihak Gakkumdu telah mengambil keterangan dari dua orang saksi yang mengetahui dan terlibat dalam umroh bersama tersebut. Mereka yakni, Hendi Kurnia selaku pengelola travel perjalanan umroh dan satu saksi lain yang diambil keterangan dan klarifikasinya kemarin di Sentra Gakkumdu.
“Pertama, kita sudah memanggil pihak Travel atas nama Hendi Kurnia sekitar satu minggu yang lalu dan sudah memberikan keterangan klarifikasi, dihadiri oleh jaksa dan kawan-kawan dari kepolisian juga,” ujarnya.
“Selanjutnya, kita juga meminta data dari pihak Travel Pak Hendi Kurnia supaya menghadirkan para saksi dalam hal ini jamaah umroh,” tambahnya.
Selain itu Jepri mengungkapkan, ada satu orang saksi lagi yang sudah memberikan keterangan. Sehingga, dalam hukum pidana dua orang saksi sudah dapat dinyatakan cukup untuk menentukan apakah kegiatan umroh yang diadakan Endang yang dulu dikenal ‘Ibu Kite’ saat mencalonkan diri sebagai Walikota Pangkalpinang pada Pilkada tahun 2018 itu melanggar kampanye politik uang atau tidak..
“Kita dapat satu orang saksi tadi pagi jam sembilan sudah diperiksa. Saksinya siap hadir, tadi sudah memberikan keterangan dan diklarifikasi. Artinya, saksinya kami rasa sudah cukup karena sudah dua orang yang kami hadirkan,” tandas Japri.
Untuk diketahui, kasus dugaan politik uang saat kampanye terhadap Endang merupakan kali kedua. Dalam kasus kedua ini ia dilaporkan dan menjadi temuan Bawaslu Babel karena memberangkatkan umroh 17 orang warga saat masa kampanye. Dan sebelumnya, dugaan money politics menjerat pasangannya dalam Pilkada Kota Pangkalpinang 2018 yakni Ismiryadi alias Dodot karena pembagian token listrik. Namun kasus yang sampai ke pengadilan negeri itu akhirnya membebaskan Ismiryadi dari semua dakwaan.
Sementara Endang saat datang ke Bawaslu Babel memenuhi panggilan Sentra Gakkumdu, Rabu (13/3/2019) memberikan klarifikasi bahwa umroh gratis yang menjadi programnya itu, tidak ada unsur politik. Klarifikasi kepada Sentra Gakkumdu demikian menurutnya disampaikan apa adanya sesuai yang terjadi.
“Mengenai temuan ini kita hadir memberikan klarifikasi. Menjelaskan apa yang terjadi, positif thinking saja, karena tidak ada muatan politik,” ungkapnya.
Endang menjelaskan ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Sentra Gakkumdu saat klarifikasi tersebut. Seperti berapa orang yang diberangkatkan, tanggal dan pelaksanaan umroh gratis. Namun, menurut dia, pelaksanaan umroh gratis tersebut telah lama ia lakukan.
“Tadi ditanyakan berapa orang yang berangkat, tanggalnya dan pelaksananya. Itukan sudah lama kita pelaksanaannya, itu saja,” katanya.

Sedangkan suami Endang yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara saat mendampingi datang ke Bawaslu Babel pada Jumat (8/3/2019), menegaskan jika kegiatan umroh gratis sebagai bentuk ibadah itu dipermasalahkan, maka Endang Kusumawaty akan mengundurkan diri sebagai caleg DPR RI.
“Sebagai seorang muslim, kalau Ibu Endang dilarang beribadah untuk mengumrohkan, Ibu Endang akan berhenti mencaleg,” tegasnya.
Sebab, Irfan menjelaskan, kegiatan umroh gratis itu merupakan program lama dari Endang dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan kampanye. “Tidak ada (kampanye-red), ini program lama kok,” kilahnya.
Namun demikian, Koordiv Pengawasan, Humas dan Hubal Bawaslu Babel, Andi Budi Yulianto kepada sejumlah wartawan saat itu menyampaikan, klarifikasi Endang beserta suaminya dianggap sebagai kunjungan biasa saja dan sudah tidak dapat memberikan pengaruh apapun. Sebab, Bawaslu telah menetapkan kasus tersebut menjadi temuan berdasarkan hasil keputusan pleno, yang dilakukan pada Rabu (6/3/2019).
“Berdasarkan aturan bahwa sejak temuan, kita harus memutuskan dalam rapat pleno, bahwa itu sudah selesai dilakukan,” terangnya. (ron/1)

Comment

BERITA TERBARU