by

Nama Lurah Dicatut Oknum Timses Udin-Edison

-Politik-654 views
Camat Bukit Intan Efran saat memimpin musyawarah bersama panwas, TImses, terkait raibnya beras yang dititipkan di Posyandu bacang, tadi malam.

 

Panwaslu Telusuri Raibnya Beras 4,8 Ton

Pangkalpinang – Raibnya 4,8 Ton Beras milik Pasangan Calon Udin-Edison berbuntut panjang. Pasalnya, beras sisa penjualan kampanye akbar yang sempat dititipkan di Posyandu Kelurahan bacang tanpa seizin dari Lurah Bacang Tabroni. Demikian inti pertemuan yang digelar di Kelurahan Bacang, Senin (25/6) malam tadi.

Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Bukit Intan Efran, Panwascam Bukit Intan Veddy Ichsany, Lurah bacang Tabroni, serta oknum Timses Kecamatan Bukit Intan Rustam.

Dalam pertemuan itulah terungkap, bahwasanya tempat penyimpanan beras di Posyandu Kelurahan bacang pada pukul 22,00 WIB disampaikan Rustam Effendi sudah mendapat izin dari lurah, dan baru diangkut esok paginya sekitar pukul 09.00 WIB tanpa memberikan pemberitahuan baik kepada pihak terkait, termasuk pihak kelurahan. Padahal sudah ada kesepakatan sebelumnya antara kepolisian, Panwas, tim sukses agar beras yang dimaksud belum boleh diambil atau digeser.

Nah, dari raibnya beras 4,8 ton inilah baru diketahui ternyata Lurah Bacang Tabroni sama sekali tidak pernah memberi izin baik tertulis maupun secara lisan, terkait penyimpanan beras milik Paslon selepas kampanye di Lapangan SMADA (23/6) lalu.

” Sengaja kami kumpulkan disini supaya semuanya clear. Sebagai aparatur pemerintah kita harus tetap menjaga netralitas. Dan saya pun kaget saat baca disalah satu media online, ada penyimpanan beras milik salah satu Paslon di Posyandu. Ini yang harus diluruskan, dan ternyata dari pertemuan ini Pak lurah tidak pernah memberi izin sama sekali, artinya ada pencatutan nama lurah,” kata Efran dalam pertemuan yang dibahas di Kantor Lurah Bacang.

Sambungnya, sebagai tanggung jawab camat yang mempunyai wilayah pihaknya akan membuat surat pernyataan tertulis, hal ini dilakukan sebagai bukti laporan untuk disampaikan kepada KPU, Panwaslu, Walikota Pangkalpinang, termasuk para kandidat calon, jangan sampai pihak kelurahan Bacang dianggap tidak netral di masa tenang Pilkada Pangkalpinang.

” Kenapa dilakukan pernyataan tertulis, agar persoalan ini jelas tidak ada simpang siur. Nah terkait pencatutan nama lurah tadi, Saya sudah berbicara dengan beliau (Tabroni-red) yang meminta waktu beberapa hari, apakah nanti akan dilaporkan ke pihak kepolisian kita tunggu saja dari yang bersangkutan setelah pilkada ini,” urainya.

Panwaslu Telusuri Hilangnya Beras Sisa Bazar

Terpisah Panwaslu Kota Pangkalpinang saat ini sedang menelusuri
hilangnya beras sisa hasil bazar rapat akbar Paslon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang nomor urut 2 Udin-
Edison.

Divisi Penindakan dan Pelanggaran Panwaslu Pangkalpinang Novrian Saputra
ketika dikonfirmasi rakyatpos.com, Senin (25/6/2018) menyampaikan, pihaknya
hanya mengimbau kepada tim Paslon nomor 2, agar beras tersebut tidak
dibagikan kepada masyarakat.

“Beras itu tidak ada masalah, karena memang punya mereka. Kita mengimbau,
di masa tenang ini tidak dibagikan kepada masyarakat,” kata Novrian.

Ia menuturkan, beras sisa bazar ukuran 5 kilogram dengan total hampir 4,8
kilogram tersebut, dititipkan ke Posyandu Kelurahan Bacang Kecamatan
Bukit Intan (fasilitas negara)

“Kalau diambil ya gak jadi masalah, atau dibalikkan ke toko. Tapi kita
menelusuri, jangan sampai beras itu dibagikan kepada masyarakat, apalagi
saat ini masa tenang Pilkada. Kita akan melakukan klarifikasi,”
tuturnya.

Sementara itu, Said dari timses Paslon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang nomor urut 2 mengaku, beras itu telah
diambil supirnya dan tidak diketahui dibawa kemana.

Sedangkan pengakuan
Rustam selaku penjaga Posyandu, ia juga tidak mengetahui namun hanya
mengetahui beras tersebut dibawa oleh tim Udin-Edison.

(ron/rev/7)

Comment

BERITA TERBARU