Nama Adik Kapolri Diduga Dicatut Terkait Zirkon, Dirreskrimsus: Saya Tidak Tahu

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Dirreskrimsus Polda Babel), Kombes Pol Indra Krismayadi mengaku, dirinya tak tahu menahu soal beredarnya rumor diduga nama adik Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dikait-kaitkan dengan pengiriman mineral ikutan berupa zirkon dan elminit yang heboh beberapa hari terakhir.

Termasuk tentang dugaan dalam akta notaris PT Indomas Baraprima, perusahaan yang hendak mengirim mineral ikutan tercantum nama itu. “Oh, saya tidak tahu ya. Saya tidak tahu,” ungkap Indra saat konferensi pers di ruang kerjanya bersama pihak KSOP Pangkalpinang dan lainnya, Senin (15/7/2019) sore.

Menurut dia, pihak kepolisian hanya mengecek legalitas perusahaan pengiriman zikron tersebut. Dan dari hasil pemeriksaan polisi, legalitas perusahaan diklaim tidak ada masalah. “Itu saja yang saya cek. Legalitas perusahaan ternyata legal, gak ada masalah,” ucapnya.

Mengenai asal usul barang atau zirkon yang hendak dikirim tersebut, Dirreskrimsus menyebutkan berasal dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Bangka Belitung Timah Sejahtera (BBTS) yang bekerjasama dengan PT Indomas. “Kita harus cek BBTS satu persatu. Yang jelas ini dari IUP BBTS, kalau secara kasat mata ini legal,” katanya.

Disinggung lebih jauh, pengiriman zirkon oleh PT Indomas Baraprima ini yang keberapa kali, katanya, ini pengiriman kali pertama. “Berapa kali? Saya lihat baru sekali, ya. Sekali aja langsung ramai,” ujarnya sembari tertawa.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa, izin perusahaan pengiriman zirkon ini dikeluarkan oleh Gubernur Babel. Sedangkan mengenai IUP OP-nya bekerjasama dengan PT BBTS yang memiliki beberapa wilayah IUP di Pulau Bangka. “Ini izinnya diterbitkan 2015 dan dia berlakunya 20 tahun, yang mengeluarkannya Gubernur,” tandas Indra.

Sedangkan di grup media sosial WhatsApp dan Facebook, berita pengiriman zirkon yang dikaitkan dengan adanya dugaan pencatutan nama adik Kapolri menghebohkan dunia maya sejak kemarin. Nama adik Kapolri yang dibawa-bawa itu berinisial ID. Nama itu disebut masuk dalam akta notaris perubahan PT Indomas selaku pemegang saham dan beralamat di Bogor, Jawa Barat, oleh pemberitaan salah satu media online.

Sayangnya, hingga tadi malam upaya konfirmasi yang dilakukan kepada manajemen PT Indomas belum juga berhasil. Sedangkan tongkang Lambung Berkat Mandiri (LMB) 33 yang telah memuat sekitar 4000-an ton mineral ikutan pasir timah hingga keamrin sore masih berada di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. (bis/1)

Related posts