Mustika, Sang Juara Butuh Bantuan Dermawan

  • Whatsapp
Sang juara bernama Mustika (14) Kelas 3 Jurusan IPS itu mendapat ujian dari Allah SWT, sehingga harus istirahat di rumah. Anak dari pasangan Jailani dan Maimunah divonis mengidap penyakit inveksi tulang belakang. Tampak orang tua siswa Jailani dan Ibu Maimunah menemani anaknya yang sedang terbaring, Kamis (19/7/2018).(foto: M. Tamimi)

Sejak 1 bulan lebih, suasana di SMP Negeri 1 Koba berubah. Bagaimana tidak, biasanya ramai dengan berita prestasi, kini sang juaranya sudah satu bulan lebih tidak bisa sekolah karena sakit.
Sang juara bernama Mustika (14) Kelas 3 Jurusan IPS itu mendapat ujian dari Allah SWT, sehingga harus istirahat di rumah. Anak dari pasangan Jailani dan Maimunah tersebut divonis mengidap penyakit inveksi tulang belakang.
Kendati sudah berobat secara alternatif maupun medis, warga yang beralamat di RT 12 Desa Nibung Kecamatan Koba, Bangka Tengah itu belum mengalami perubahan baik. Bahkan kondisinya saat ini sangat memperihatinkan lantaran badan terasa sakit saat tidur selama 3 bulan terakhir.
“Anak saya (Mustika-red) sudah tiga bulan kena sakit sejak Maret 2018 hingga sekarang. Gejala awalnya sakit perut, kemudian sakit pinggang. Sudeh itu mati rase seluruh badan. Lah sekitar sebulan mati rasa,” ujar Jailani didampingi Maimunah saat ditemui di kediamannya, Kamis (19/7/2018).
Upaya Jailani dan Maimunah untuk mengobati sakit anaknya sudah kemana-mana baik secara medis maupun tradisional. Namun apalah daya, suami yang memiliki tiga orang anak itu (Riki Ariyanto, Muhammad Rozi dan Mustika) belum berbuah hasil. Tapi, dirinya tidak pernah berputus asa untuk berobat demi kesembuhan si buah hatinya.
“Usaha lah sekaput, berobat secara alternatif, kemudian berobat secara medis. Pertama saya bawa ke Puskesmas Koba, dan rawat jalan. Selanjutnya ke RSUD, kata perawatnya kena lambung. Sedangkan hasil rogen tidak ada apa-apa. Kemudian dibawa ke RSBT. Pihak RSBT memvonis Mustika kena inveksi tulang punggung. Hasil berobat di RSBT tersebut dirujuk ke Palembang karena keterbatasan alat medis,” ungkapnya.
Wacana mau berobat ke Rumah Sakit Palembang inilah, Jailani dan Maimunah kewalahan karena keterbatasan dana, khususnya biaya berobat, biaya pendamping, dan biaya hidup selama di Palembang. Sementara dirinya hanya bekerja serabutan tidak cukup untuk membiayai pengobatan Mustika, kondisi inilah perlu bantuan dermawan demi kelancaran pengobatan anaknya.
“Alhamdulillah, ade sumbangan dari kawan-kawan SMPN 1 Koba sebesar Rp3 juta, dana inilah rencananya akan kami gunakan selama di Palembang. Sementara itu, tanggapan pemerintah memang ada. Rumahnya sudah didatangi oleh Kesra Pemkab Bateng, namun belum ada bantuan yang diberikan. Hingga saat ini, belum ada bantuan dari pemerintah baik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah maupun Pemerintah Provinsi Babel. Bahkan hingga saat ini, Bupati Bateng Ibnu Saleh dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman belum ada kunjungan ke rumahnya,” terangnya.
Riwayat Prestadi dibidang Pendidikan selama di SMPN1 Koba yakni
1. Juara I dri jenjang SD hingga SMP saat ini, terakhir menoreh juara I Olimpiade Science IPS Kabupaten Bateng Tahun 2018.
2. Juara II Lomba OSN Mata Pelajaran IPS, Program Sekolah Rujukan SMPN 1 Koba Tahun 2017
3. Peserta Olimpiade Sains Insan Cendekia (OSAIC) Tingkat MTs/SMP di Kampus MAN IC Bangka Tengah.
4. Juara I Olimpiade Sains Insan Cendekia (OSAIC) Bidang Studi IPS Tingkat MTs/SMP di Kampus MAN IC Bangka Tengah tahun 2017.
Dan masih banyak lagi penghargaan lainnya di bidang pendidikan. Bagi dermawan yang hendak membantu Mustika dapat menghubungi via handphone keluarga Mustika atas nama Hendry 081272513134 atau dapat mengirimkan dana melalui rekening BRI 576401015937536 a.n Hendry. (Tamimi)

Related posts