Musikalitas Puisi SMK Negeri 4 Pangkalpinang Ramaikan DKPUS Babel

  • Whatsapp
Siswa SMK 4 Pangkalpinang saat tampil bersama Komunitas kilometer titik nol di ruang tengah DKPUS Babel, Senin (30/11/2020).(foto: ist/war).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Harmonisasi alunan angklung, gitar dan alat musik lainnya dalam kemasan aktivitas musikalitas puisi yang dibawakan Murid SMK 4 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meramaikan ruang tengah gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel Senin (30/11/2020) sore.

Kegiatan itu, merupakan kemasan dari bedah dan baca puisi kedua yang dipelopori oleh Komunitas Kilometer Titik Nol di bawah Ketua Budi Semprul atau Penggiat Literasi Babel.

Read More

“Kami memberikan ruang di DKPUS ini, untuk adik-adik SMK 4 Pangkalpinang agar dapat berkreasi dan lebih aktif dalam bidang Sastra dengan tampilan musikalitas puisi,” ujar Budi Semprul disela-sela pertunjukkan.

Budi Utomo selaku Guru sekaligus Pembimbing Group Musik SMK 4 Pangkalpinang mengatakan, SMK 4 Pangkalpinang mempunyai komunitas baik seni maupun sastra dan berpartisipasi dalam acara ini, untuk belajar membiasakan diri menghargai, mengapresiasikan dunia seni, sastra khususnya puisi kedalam musikalisasi Puisi, bukan hanya di sekolah, tetapi langsung mengaplikasikannya ke masyarakat.

Salah seorang Murid SMK 4 Pangkalpinang yang juga ikut bermain music, Rizuana Fitri Subrata menuturkan, acara yang digagas oleh Komunitas Kilometer Titik Nol ini, sangat bermanfaat, karena di sekolah, pelajaran kesusasteraan tidak begitu mendalam diajarkan.

“Kehadiran para Penyair, Penulis dan Sastrawan di acara ini, lebih membuka wawasan kami mengenai Sastra, terutama Puisi. Apalagi acara ini, terasa unik dan nyambung sekali, karena diselenggarakan di sebuah Perpustakaan,” ujarnya.

Penggiat Literasi Babel lainnya, Ian Sancen berharap Ian Sancen berharap, ada sebuah lembaga yang mengakomodir kesempatan anak-anak untuk beraktualisasi, karena tanpa akomodasi mereka tak bisa untuk bergiat melakukan seperti ini.

Kaya Ian, bukan hanya DKPUS Babel saja, semoga Dinas lainnya juga mau bekerja sama. “Kita ingin merangsang anak-anak ini menulis, minimal mereka mampu untuk menulis puisi dengan tema apa saja. Ke depan, kita harapkan akan muncul penulis-penulis baru yang lebih aktif, lebih progresif dan lebih produktif,” harap Ian Sancen.

Related posts