Museum Timah Indonesia Muntok Sebulan Dikunjungi Ribuan Wisatawan

  • Whatsapp
Wisatawan saat mengunjungi Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok. (foto:istimewa)

RAKYATPOS.COM, MUNTOK– Kepala Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok, Fakhrizal Abu Bakar mengatakan saat ini MTI Muntok memang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan tidak hanya bagi wisatawan namun juga tamu-tamu dari pemerintah daerah.

“Dalam satu bulan MTI Muntok dikunjungi sekitar dua ribu wisatawan domestik, nusantara dan mancanegara. Pada hari-hari libur jumlah kunjungan biasanya jauh lebih meningkat,”kata Fakhrizal kepada wartawan belum lama ini.

Read More

MTI Muntok kata dia, tidak hanya menampilkan tentang sejarah pertimahan saja, namun juga menampilkan sejarah kota Muntok, kerajinan Muntok dan kebudayaan Muntok, sejarah perang dunia kedua dan pengasingan Bung Karno.

“Kita juga bekerjasama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pariwisata Bangka Barat yang kita sinergikan kalau mereka punya tamu mereka bawa ke sini (MTI-red),”katanya.

Dia menambahkan, program-program pariwisata juga didukung dengan museum yang dibuka untuk umum sejak 7 November 2013.

“Banyak tamu penting pemerintah daerah yang di bawa kesini dan kalau ada kunjungan pasti juga diarahkan ke museum,” kata Fakhrizal.

foto: istimewa

Sekedar diketahui, bangunan yang dulunya berfungsi sebagai kantor divisi pertimahan Belanda, sempat diambil alih oleh tentara Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan setinggi tiga lantai ini sempat terabaikan. Beberapa bagian bangunan bahkan ada yang lapuk dan runtuh.

Setelah dilakukan upaya konservasi oleh PT Timah Tbk, hingga akhirnya kini Museum Timah Muntok kembali berdiri megah dan terbuka untuk masyarakat umum.

Di dalam museum yang dilapisi cat warna putih itu, bisa ditemukan berbagai replika alat-alat pertambangan timah, alat tenun, atribut prajurit masa perang dunia kedua, serta disediakannya tayangan audio visual terkait peristiwa-peristiwa bersejarah.

Terdapat total sembilan galeri di museum ini. Galeri pertama menyajikan sejarah Bangka dan Muntok. Galeri kedua menerangkan tentang sosial budaya Muntok. Galeri ketiga tentang sejarah Perang Dunia II di Muntok.

Galeri keempat menceritakan sejarah pengasingan Bung Karno di Muntok. Galeri kelima berisikan seputar geologi dan eksplorasi. Galeri keenam dan ketujuh menginformasikan tentang sejarah pengetahuan penambangan darat dan laut.

Sedangkan di galeri kedelapan berisi pengetahuan peleburan timah dan terakhir atau galeri kesembilan yaitu sarana dan prasarana kreasi anak zaman.(***)

Related posts