Musda V Golkar Babel Berakhir Deadlock

  • Whatsapp

Panitia Pengarah dan Perwakilan DPP Adu Mulut

Gegara Verifikasi Dukungan Calon Ganda

Read More

Kericuhan yang terjadi saat sidang diskor dalam Musda V Golkar Babel, dini hari tadi. (Foto: Ahy)

PANGKALANBARU – Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Musda DPD Golkar Babel) yang berlangsung di Ballroom Sol Marina Hotel di Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Babel tadi malam, Senin (16/3/2020), berakhir deadlock.

Musda yang awalnya berjalan lancar mulai  pembukaan hingga penyerahan palu sidang dari panitia Steering Committee (SC) kepada Pimpinan Sidang Musda, ternyata pada sidang pleno kedua berlangsung panas dan ricuh.

Penyebabnya, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar dan Panitia Pengarah terlibat adu mulut terkait dengan penetapan dan pengesahan rekomendasi dukungan yang diberikan peserta musda kepada kedua calon Ketua DPD Golkar Babel, Hendra Apolo dan Bambang Patijaya (BPJ).

DPP Golkar sendiri sebelumnya dalam pandangan umum terhadap pertanggungjawaban kepengurusan DPD Golkar Babel 2015-2020, menyatakan mendukung calon Bambang Patijaya di hadapan musda, selain menerima laporan pertanggungjawaban.

Hal sama dilakukan oleh Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bangka, Belitung, Belitung Timur, Bangka Selatan, serta dua organisasi sayap Golkar yang juga menyatakan mendukung BPJ.

Namun ternyata, saat rekomendasi yang diberikan kepada calon Ketua DPD I Golkar Babel dibacakan oleh Panitia Pengarah atau SC di Musda, terungkap bahwa beberapa peserta DPD justru diatas materai memberikan dukungan ganda kepada Hendra Apolo maupun BPJ, sehingga dianggap tidak sah.

Gegara dukungan ganda inilah kericuhan terjadi. Ketua Pimpinan Sidang Musda menyatakan Panitia Pengarah tidak berhak memverifikasi dan menetapkan sah atau tidaknya rekomendasi dukungan sebagai syarat pencalonan.

Sedangkan Panitia Pengarah bersikeras memiliki kewenangan itu berdasarkan Pasal 38 Petunjuk Pelaksana (Juklak) DPP Golkar Nomor 2 tahun 2020 tentang Musyawarah-musyawarah dan Rapat-rapat Partai Golkar.

Hujan instrupsi pun terjadi. Kemudian pimpinan sidang memutuskan sidang diskor agar Panitia Pengarah dan perwakilan DPP mencari solusi tentang itu.

Namun bukannya melahirkan solusi, justru kericuhan berlangsung sengit disaksikan para peserta musda. Perang mulut, saling bentak dan adu argumen antara kedua pihak tak terelakan. Hingga kemudian Pimpinan Sidang mencabut skor lalu M. Irham selaku salah satu pimpinan sidang melakukan skor sidang lagi tanpa menetapkan batas waktu. Sampai pukul 04.00 Wib tadi, skor sidang belum dicabut, sedangkan para peserta musda termasuk DPP sudah meninggalkan ruang musda sejak pukul 02.00 Wib dini hari.

Mantan Ketua Panitia Pengarah (SC), Bustami mengatakan perwakilan DPP Golkar diduga berpihak dan tidak adil dalam pelaksanaan Musda V Golkar Babel. Selain telah menyatakan dukungan kepada salah satu calon, pelaksanaan musda hendak diarahkan dengan cara tidak benar.

“Sudah jelas-jelas dalam Pasal 38 Juklak Nomor 2 tahun 2020 itu disebutkan Panitia Pengarah berwenang melakukan penjaringan calon. Mengumumkan, pendaftaran calon, verifikasi dan menetapkan bakal calon. Namun kemudian oleh perwakilan DPP tadi kita dibilang tidak berwenang,” ungkapnya.

Mengapa dianggap tidak berwenang? “Karena tadi banyak peserta yang terpaksa harus digugurkan atau dianggap tidak sah dukungannya kepada bakal calon lantaran memberikan dukungan ganda, itu diatas materai,” jelasnya.

Bustami mengaku tidak tahu bagaimana kelanjutan Musda Golkar Babel ini. Sebab, pihaknya selaku pengurus DPD Golkar Babel telah ditetapkan demisioner dalam musda.

Begitupun yang disampaikan M. Irham selaku salah satu pimpinan sidang musda. Meski mereka masih menjabat sebagai pimpinan sidang, namun belum tau bagaimana kelanjutan musda.

Untuk diketahui sebelumnya, dalam pandangan umum terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus DPD I Golkar Babel, bakal calon ketua Bambang Patijaya telah mengantongi 7 suara dari peserta musda.

Sedangkan Hendra Apolo saat itu mendapat 4 suara terdiri dari DPD Golkar Bangka Tengah, Ketua Dewan Pertimbangan, DPD I Golkar Babel dan KPPG-AMPG. Sementara DPD Golkar Bangka Barat dan Kota Pangkalpinang tidak menyatakan dukungan kepada salah satu calon pun dalam pandangan umum tersebut. (ahy/1)

Related posts