Musda Golkar Babel Deadlock, Diharap Lanjut

  • Whatsapp
Para Panitia Pengarah (SC) dan perwakilan Pimpinan Sidang Musda V DPD Golkar Babel ketika jumpa pers, tadi siang. (Foto: Bambang Irawan)

Irham: Kami Harap Ada Upaya Komunikasi
Bustami: Kami Sudah Verifikasi Sesuai Juklak DPP

PANGKALPINANG – Musyawarah Daerah V Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Musda V DPD Golkar Babel) di Ballroom Sol Marina Hotel di Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Babel pada Senin malam (16/3/2020) yang berakhir deadlock dengan skor tanpa batas waktu, diharapkan segera untuk dilanjutkan kembali.

Read More

Pasalnya, hingga kemarin, Selasa (17/3/2020), skorsing sidang oleh Pimpinan Musda dalam paripurna kedua dengan agenda tahapan pencalonan, penetapan dan pengesahan dukungan peserta terhadap bakal calon Ketua DPD Golkar Babel, masih dibiarkan dan belum dicabut. Karena itu, salah seorang Pimpinan Musda, M. Irham mendesak agar pelaksanaan Musda V ini tetap dilanjutkan kembali, kendati sebelumnya telah diskor.

“Kami selaku pimpinan sidang mengambil langkah untuk melakukan skorsing sidang dalam waktu yang tidak ditentukan. Dalam hal ini, kami berharap adanya upaya-upaya komunikasi dan musda ini akan kita lanjutkan apabila para pimpinan sidang sudah siap untuk melanjutkannya,” kata Irham saat konferensi pers bersama Panitia Pengarah Musda, Bustami di Kantor DPD I Partai Golkar Babel di Kota Pangkalpinang, Selasa (17/3/2020).

Meski demikian, Irham yang juga Ketua DPD KNPI Provinsi Babel ini tidak berani menargetkan kapan musda akan dilanjutkan kembali. Ia hanya menyatakan, akan mengupayakan sesegera mungkin pelaksanaan musda lanjutan.

“Kita pun dalam hal ini, belum ditetapkan siapa pemenangnya. Namun SC (Panitia Pengarah) dalam laporannya, sudah menetapkan bahwa calon yang dinyatakan lolos dan memenuhi syarat 30 persen dukungan hanya satu orang, yaitu atas nama Hendra Apollo dan sudah disampaikan kepada pimpinan sidang musda,” pungkas Irham.

Sementara Ketua Panitia Pengarah (SC), Bustami menjelaskan, pihaknya dalam musda kemarin malam hanya menjalankan tugas memverifikasi dukungan peserta terhadap bakal calon Ketua DPD Golkar yang mendaftar, sebagaimana diatur Pasal 38 Petunjuk Pelaksana (Juklak) DPP Golkar Nomor 2 tahun 2020 tentang Musyawarah-musyawarah dan Rapat-rapat Partai Golkar.

“Kami sudah verifikasi sesuai dengan aturan dan sesuai Juklak DPP Golkar Nomor 2. Aturan ini sudah jelas dalam Pasal 38 Tata Cara Pemilihan,” paparnya.

Ia menuturkan, dalam verifikasi yang dilakukan pihaknya, ada dua rekomendasi dukungan yang tidak sah diberikan peserta musda, baik kepada bakal calon Ketua DPD Golkar Babel, Hendra Apolo maupun Bambang Patijaya (BPJ). Dukungan ganda itu berasal dari DPD II Golkar Kabupaten Bangka Selatan, Kota Pangkalpinang, dan Kabupaten Belitung.

“Yang memberi dukungan hanya Kosgoro 1957 kepada Bambang Patijaya, sementara di-SOKSI-nya caretaker, ormas MKGR tidak menyampaikan dukungan. Artinya, sudah kita tetapkan di dalam Tatib (Tata Tertib-red),” urai Bustami.

Dia menyebutkan, ada tiga ormas pendiri selaku pemegang hak suara yang tercantum dalam Tatib Musda, yakni Kosgoro 1957, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI).

“Sementara yang tidak memenuhi syarat, kita sudah sepakati di dalam Tatib, pemegang hak suara adalah ormas pendiri. Ormas pendiri ini terdiri dari tiga organisasi, yaitu ormas MKGR, Kosgoro 1957 dan SOKSI,” bebernya.

Oleh sebab itu, Bustami menyatakan panitia Musda V akan selalu tunduk pada ketentuan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) berikut aturan pelaksananya.

Sebelumnya, Musda yang awalnya berjalan lancar mulai pembukaan hingga penyerahan palu sidang dari panitia Steering Committee (SC) kepada Pimpinan Sidang Musda, tiba-tiba pada sidang pleno kedua berlangsung panas dan ricuh, Selasa dini hari (17/3/2020) hingga berakhir deadlock dan skorsing tanpa batas waktu. (bis/1)

Related posts