Mulkan Minta Pedagang Ayam Tidak Naikkan Harga

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Saat melakukan sidak bersama dengan kapolres Bangka, AKBP Budi Aryanto di Pasar Higienis Air Ruai, Bupati Bangka, Mulkan meminta para pedagang untuk tidak menaikan harga ayam, Selasa (14/5).

Menurutnya pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga penjual tidak boleh menaikan lagi harga jualnya diatas harga tersebut.

Mulkan mengatakan jika harga terlalu tinggi, maka pembeli juga akan berkurang sehingga pedagang juga akan rugi, untuk itu ia meminta para pedagang agar tetap menjaga standar harganya.

“Kita kasian sama konsumen jika harga tinggi. Tapi bukan cuma konsumen saja, pedagang juga akan rugi karena pasti pembeli juga akan berkurang, yang biasanya beli satu ekor malah cuma dua potong saja,” ungkapnya.

Meskipun begitu pihaknya akan tetap memantau perkembangan harga ayam tersebut hingga menjelang lebaran idul fitri nanti.

“Hingga saat ini harganya masih cenderung stabil, tapi kita tidak tahu sampai kapan tapi kita akan pantau terus bila perlu sampai H-2 atau H-1,” tambah Mulkan.

Sementara itu salah satu pedagang ayam di Pasar Higienis Air Ruai, Imam mengatakan pihaknya tidak dapat menjamin dapat mempertahankan harga ayam tersebut.

Menurutnya, harga ayam yang dijual tergantung dari distributor ataupun agen ayam sendiri.

“Kita tidak mungkin menjual murah sedangkan kita ngambilnya mahal, kalau kita beli 25 ribu, kita jual paling 27 sampai 30 ribu,” terangnya.

Namun Imam mengatakan saat ini harga ayam justru mengalami penurunan, saat ini satu kilo daging ayam potong bersih Rp 35 ribu dimana biasanya bisa mencapai Rp 40 ribu.

“Biasanya kalau sudah memasuki pertengahan puasa harga ayam memang mengalami penurunan,” tambahnya.(mg419/6)

Related posts