Mulai 2020, ASN Beltim Diwajibkan Pakai Batik Lokal

  • Whatsapp
Contoh Batik khas Belitung Timur Daun Simpor yang dipakai oleh peserta lomba fashion show.(foto: istimewa).

Manggar – Seluruh Aparatur Sipil Nehara (ASN) Pemkab Belitung Timur (Beltim) diwajibkan memakai baju batik lokasl asli Beltim, mulai tahun 2020 mendatang. Produk batik khas Beltim itu akan dipakai setiap Kamis, layaknya jadwal pemakaian seragam baju batik.

Demikian disampaikan Bupati Beltim, Yuslih Ihza saat menutup kegiatan Malam Batik Belitung Timur Fashion Show, Minggu (13/10/2019) di Taman Segitiga Manggar. Tujuannya untuk memberdayakan produk UMKM di Kabupaten Beltim.

“Tahun depan saya canangkan seluruh PNS dan PTT harus menggunakan batik khas Beltim. Untuk mendukung kemajuan industri batik Kabupaten Beltim,” kata Yuslih yang disambut tepuk tangan penonton.

Yuslih ingin agar batik khas Beltim bukan hanya dikenal di Kabupaten Beltim saja, namun juga di luar daerah. Budaya bangga mengunakan produk lokal harus dimulai dari aparatur pemerintah.

“Kita harus membudayakan dan bangga dengan produk batik lokal kita. Aparatur kita yang akan memulai dengan mengenakan setiap hari Kamis dan juga mempromosikannya saat melakukan perjalanan keluar daerah,” ujar Yuslih.

Hasil produk batik di Kabupaten Beltim dinilai Yuslih sangat baik dan tidak kalah bersaing dengan produk batik dari luar daerah. Tinggal bagaimana inovasi dan kreatifitas UMKM untuk memberikan sentuhan pada hasil karya batik local.

“Kita lihat sendiri bagaimana indahnya produk-produk batik local yang ditampilkan dalam peragaan busana malam ini. Artinya kalau didisain dengan menarik batik kita juga tidak kalah bersaing,” tukas Yuslih.

Terpisah ditemui di ruang kerjanya, Sekretaris Daerah Beltim, Ikhwan Fahrozi menyambut baik rencana pemakaian batik khas Beltim. Namun menurutnya harus ada aturan yang mengikat untuk memudahkan penganggaran di masing-masing OPD.

“Sangat baik itu, sudah seharusnya kita membudayakan batik local. Nanti bisa diawali dengan penetapan mungkin dengan Surat Keputusan Bupati, dari situ nanti kita masukka ke e-planning atau e-budgeting ke anggaran OPD,” jelas Ikhwan.

Mantan Kepala Badan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat itu juga menganggap perlu dilakukan sayembara untuk menentukan produk batik mana atau motif yang akan digunakan untuk pakaian pegawai di Pemkab Beltim. Mengingat selama ini motif yang dipakai sangat beragam.

“Kalau bisa sebelumnya kita lakukan sayembara motif khas mana yang akan kita pilih. Kita patenkan selama ini banyak ragamnya, ada daun simpor, cangkir kopi, cempedik dan lain-lain. Harus seragam coraknya biar begitu dilihat orang, tahu ini khas Beltim,” terangnya.

Ikhwan optimis dengan adanya dukungan dari Pemerintah produk UMKM di Kabupaten Beltim terutama batik akan terbantu baik dari promosi maupun peningkatan penjualan. “Otomatis nanti kualitas dari teknik pembuatan batiknya akan meningkat,” pungkas Ikhwan. (yan/kmf/3).

Related posts