Mulai 15 Agustus, Warga Babel Bisa Cetak Akta Kelahiran Sendiri  

  • Whatsapp
Susanti

PANGKALPINANG – Mulai 15 Agustus, bagi masyarakat yang hendak membuat akta kelahiran tidak perlu antre di dinas kependudukan dan catatan sipil (dukcapil). Pengurusan akta nantinya dapat dilakukan secara online, bahkan masyarakat bisa mencetak sendiri akta kelahiran anaknya.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Babel, Susanti. Menurut dia, saat ini pihaknya sedang melatih petugas di dukcapil untuk penerapan pembuatan akta kelahiran online.

“Dua hari ini kita latih dulu para petugasnya berhubungan dengan penerbitan akta kelahiran secara online, mulai dari kabid pencatatan sipil, kasi terkait, staf administrasi database dan operator,” kata Susanti usai membuka Bimtek Akta Kelahiran Online, di Sun Hotel, Pangkalpinang, Selasa (13/8/2019).

Setelah dilatih, lanjut dia, pada 15 Agustus, sistem pendaftaran dan pencetakan akta kelahiran online sudah bisa dilakukan masyarakat sekaligus sebagai kado HUT ke-74 RI untuk masyarakat Babel.

“Sistem secara online ini sudah diatur berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 118 tahun 2017 dan sudah dimulai sejak 2018, untuk Babel secara sistem sudah siap, sudah ndak masalah sistem lagi, tinggal kita jalankan dan masyarakat mau atau tidak menggunakan layanan ini,” bebernya.

Dengan layanan ini, tambah Susanti, masyarakat tidak perlu lagi repot-repot datang ke kantor dukcapil untuk membuat akta kelahiran, apalagi lokasi warga ke kantor cukup jauh dan terbatasnya waktu karena pekerjaan.

“Nanti masyarakat cukup kirim data-data dan persyaratan melalui WhatsApp ke nomor petugas. Kami akan verifikasi data ini, jika cocok dan tak ada masalah akan diproses dan dikirimkan kembali berkas akta kelahiran ke masyarakat. Kemudian, tinggal masyarakat cetak sendiri di rumah boleh, numpang di tetangga boleh atau di warnet juga boleh,” imbuhnya.

Dukcapil, dia menambahkan akan melihat data yang dikirim, misalnya akta nikah, KTP dan KK, surat keterangan lahir dan lainnya dari pemohon, melalui Sistem Administrasi Kependudukan (Siak). Untuk tandatangan pejabat bersangkutan, sebutnya, menggunakan tandatangan yang sudah tersistematis dalam barcode.

“Nanti ada barcode, yang diakses oleh masyarakat, kalau dia enggak mau barcode, silahkan ke kantor untuk tandatangan dan stempel basah,” ulasnya.

Akta kelahiran yang dicetak sendiri oleh masyarakat ini, tandasnya, berlaku di seluruh dunia keabsahannya. “Hari itu juga jika datanya lengkap dan enggak ada masalah, bisa langsung dicetak oleh masyarakat, intinya kita ingin memudahkan layanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya akta kelahiran, nantinya juga akan diterapkan untuk pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). “Kalau KIA kan syaratnya akta kelahiran, makanya kita utamakan akta kelahiran ini dulu, baru yang lain akan menyusul untuk lebih efisien,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, masyarakat yang punya akta kelahiran di Babel sudah melebihi target nasional, dimana target nasional 85 persen, sementara di Babel sudah 87 persen. “Sasaran kita memang anak yang baru dilahirkan, tetapi kan saat ini ngurus sesuatu perlu akta kelahiran, naik haji umroh, ini juga bisa menggunakan layanan online, masyarakat yang belum punya akta ayo manfaatkan kesempatan ini,” ajaknya.(nov/10)

Related posts