MUI Latih 250 Auditor Halal Internal

  • Whatsapp
Pelatihan auditor halal internal di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Babel, Senin (14/10/2019). (foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG- Majelis Ulama Indonesia MUI Bangka Belitung (Babel) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP-POM MUI) melatih 250 auditor halal internal di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Babel, Senin (14/10/2019).

Ketua MUI Babel KH Zayadi, mengatakan dengan pelatihan tersebut para auditor nanti bertugas melaporkan kegiatan UKM yang berkaitan dengan sistem jaminan halal ke LPPOM MUI Babel yang juga sebagai penghubung antara UKM dengan LPPOM MUI Babel.

“Auditor ini harus memiliki kemampuan memahami 11 kriteria sistem jaminan halal, yakni kebijakan halal, tim manajemen halal, pelatihan dan edukasi, bahan, produk, fasilitas produksi, prosedur tertulis aktivitas kritis, kemampuan telusur, penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria, auditor internal, serta kaji ulang manajemen,” bebernya.

Keberadaan auditor halal internal ini juga, tambah dia, dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang berlaku efektif sejak Oktober 2019. Zayadi turut berharap, nantinya banyak produk UMKM yang bersertifikat halal sesuai dengan aturan undang-undang.

Kepala LP-POM MUI Babel Nardi Pratomo, menambahkan pihaknya sudah beberapa kali menggelar pelatihan auditor halal internal dan kali ini memang dalam jumlah yang banyak, serta tingginya animo pelaku usaha untuk berpartisipasi.

“Auditor ini supaya bisa implementasi sistem jaminan halal, dengan begitu nantinya produk UMKM bisa go internasional dan kemana-mana, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat akan produk yang dijual,” ulasnya.

Tugas seorang auditor halal internal, dia menambahkan, tidaklah mudah. Mereka, kata Nardi, bertugas untuk mengunjungi dan melihat langsung tempat proses produksi.

“Termasuk keterampilan mengumpulkan data-data yang menunjang dan pengungkapan kebenaran mutlak harus dimiliki oleh seorang auditor. Oleh karena itu dasarnya tak sembarang orang bisa menjadi auditor,” katanya. (nov/10)

Related posts