MUI Basel Safari Dakwah Ramadhan di 7 Kecamatan

  • Whatsapp
Pengurus MUI Basel foto bersama dengan Pengurus salah satu Masjid yang ada di Basel, saat melakukan safari dakwah MUI Basel baru-baru ini.(foto: istimewa).

TOBOALI – Dalam rangka menguatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengadakan Safari Dakwah Ramadhan1440 Hijriyah. Pada safari dakwah kali ini, MUI Basel mengunjungi sejumlah Masjid di 7 kecamatan.

Untuk hari pertama tanggal 8 Mei 2019 dilaksanakan di Musholla Al-Azhar Jl.Kapuk Kelurahan Toboali Kecamatan Toboali, tanggal 11 Mei 2019 ke Kecamatan Pulau besar Masjid Jami ‘ Al Musa’ Desa Batu Betumpang, tanggal 14 Mei ke Masjid Al – Istiqomah Kecamatan Toboali, 17 Mei ke Pulau Panjang Desa Penutuk Kecamatan Lepong, 19 Mei ke Masjid Desa Malik Kecamatan Payung, lalu ke Masjid Air Banten Desa Pasir Putih, tanggal 23 Mei di Masjid Desa Jelutung 2 Kecamatan Simpang Rimba, dan di Masjid Desa Airbara Kecamatan Air Gegas tanggal 26 Mei 2019.

Demikian rilis yang diterima harian ini, kemarin. Dalam setiap masjid dan musholla yang dikunjungi, Camat mapun penggurus masjid dan warga setempat menyambut baik dan sangat mengapresiasi safari Ramadhan Majelis Ulama Indonesia Basel ini.

“Kami sangat gembira karena malam ini, rombongan dari MUI Bangka Selatan, melakukan safari Ramadhan 1440 H ke daerah kami. Mudah-mudahan apa yang disampaikan akan membawa berkah bagi kami semua,’’ harap Camat Tukak Sadai Zamroni saat rombongan MUI ke Masjid Air Banten Desa Pasir Putih baru-baru ini.

Acara dimulai dengan berbuka puasa bersama, sholat magrib, sholat isya’ kemudian sholat tarawih dan ditutup dengan ceramah agama bergantian setiap masjid oleh Ketua MUI, KH. Zahirin, KH. Rosyidi Mahfudz Ustadz Abdul Mukmin (Ketua Komisi Dakwah), Ustadz Fadilah Hasan (Ketua Komisi Fatwa), Ustadz Saefullah Sa’die, ust Sazili yusuf.

Ustdadz Saefullah Sa’die dalam tausiyahnya di Masjid Pulau Panjang Desa Penutuk mengatakan, selama bulan ramadhan perbanyak amal ibadah kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan, ada 4 golongan manusia yang sangat dirindukan surga yaitu, Pertama, orang yang rajin membaca Al -Qur’an. Membaca Al Qur’an adalah salah satu amalan yang paling utama, karena Rasulullah SAW pernah bersabda “Setiap huruf Al – Qur’an yang kita baca membawa pahala tersendiri. Selain itu juga dikatakan bahwa nanti Al – Qur’an akan datang sebagai saksi amal kita di Yaumul Hisab”.

Selain membaca tentu juga mempelajari isinya dan mengamalkannya merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap pribadi muslim.

“Kedua, orang yang selalu menjaga lisannya. Lisan merupakan salah satu indra kita yang bisa mendatangkan kebaikan dan sekaligus keburukan. Dengan selalu menjaga agar lisan kita hanya mengatakan hal-hal yang baik, digunakan untuk membaca Al – Qur’an untuk memuji-Nya, untuk berdoa kepada-Nya, untuk memberi nasehat yang bernanfaat kepada orang lain, Insya Allah kita akan termasuk kedalam golongan orang yang dirindukan oleh surga,” jelas Ustadz Saefullah.

Ketika, lanjut dia, orang yang memberi makan kepada orang lain yang kelaparan. Ini juga, kata dia, merupakan salah satu amalan yang utama, karena pertolongan Allah SWT akan datang kepada hamba yang memberi pertolongan kepada saudaranya yang membutuhkan pertolongan. Keempat, orang yang berpuasa di Bulan Ramadhan. Berpuasa di bulan Ramadhan adalah salah satu ibadah utama bahkan merupakan salah satu Rukun Islam.

“Berpuasa bukan hanya menahan tidak makan dan minum saja, melainkan juga menjaga panca indera kita dari melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Bahkan tidak hanya itu saja, berpuasa juga menuntut kita untuk meninggalkan perkataan dan perbuatan yang sia-sia. Insya Allah jika kita berpuasa pada bulan Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulllah SAW, maka derajat Taqwa akan kita peroleh yang balasannya tentu saja Surga Allah SWT,” ujarnya.

Itulah, diungkapkan Ustadz Saefullah, 4 golongan manusia yang dirindukan surga-NYa Allah SWT. “Mari kita berlomba-lomba untuk meraihnya dan menjadi orang-orang yang selalu dirindukan surga tersebut, karena kehidupan dan kebahagiaan yang sejati adalah di alam akhirat, bukan di dunia yang sementara ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Basel, KH. Zahirin mengatakan, safari dakwah Ramadhan ini adalah program MUI Basel yang akan mendatangi 7 kecamatan di Basel. Kedepan, insya Allah 8 kecamatan yaitu ditambah Kecamatan Kepulauan Pongok, dan ajang silahturahmi untuk memperkenalakan pengurus baru MUI Basel Periode 2019 -2024.

“Sudah memang menjadi agenda tahunan MUI Bangka Selatan, hal ini dilakukan untuk memperkuat silaturahmi antar sesama muslim,” tambahnya.

Dalam kesempatan sama, KH.Zahirin berpesan agar masyarakat meramaikan masjid. “Ini tugas berat kita bersama untuk memakmurkan masjid. Jadikan masjid sebagai wadah silturahmi dan berdiskusi. Dengan begitu masjid akan menjadi ramai,” seru dia.

Ikut hadiri dalam Safari Dakwah MUI Basel itu, warga setempat dan pengurus MUI Kab.Basel lainnya.(rell/raw/3).

Related posts