by

MUI Babel Dorong Berdirinya Koperasi Syariah

-Berita Kota-80 views

PANGKALPINANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung (Babel) mendorong koperasi di Babel menjadi koperasi syariah mengingat belum ada koperasi syariah di daerah itu.

Bendahara MUI Babel, Nardi Pratomo mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa koperasi di Babel yang berbasis syariah dan akan melakukan launching dalam waktu dekat.

“Cikal bakal koperasi syariah sebetulnya sudah ada, ini yang nantinya kita mantapkan menjadi koperasi syariah dan akan di-launching pak gubernur dalam waktu dekat,” kata Nardi kepada wartawan, Kamis (21/3/2019).

Dia menyebutkan, cikal bakal koperasi syariah ini diantaranya Koperasi PW Salimah, MAN IC, LDII, Koperasi Karyawan Bolesa dan Koperasi Wanita Baitul Izzah.

Untuk menuju koperasi syariah, koperasi diminta memenuhi beberapa persyaratan yang berasaskan syariah, baik dari sisi manajemen, keanggotan, maupun sistem yang dijalankan dengan prinsip syariah.

“Secara legalitas dan administrasi memang belum ada koperasi syariah, makanya kita membina koperasi syariah. Banyak yang mengingingkan tapi selama ini belum tau caranya, kami akan membimbing dan memang syaratnya cukup banyak,” jelasnya.

Meskipun saat ini, belum ada yang benar-benar syariah, tetapi diakui Nardi sudah banyak koperasi yang ingin berubah dari konvensional ke syariah.

“Kalau koperasi konvensional ingin dikonversi ke syariah silahkan konsultasi ke MUI provinsi, kirim surat ke dinas koperasi untuk konversi, kirim surat ke MUI dan di notaris tinggal diubah kita akan membantu memfasilitasi,” tandasnya.

Disinggung keunggulan koperasi syariah, dia menyebutkan, koperasi tersebut sudah berasas sesuai dengan syariat Islam, dengan sistem bagi hasil bukan bunga bank dan menggunakan sistem zakat.

“Pada koperasi syariah ada zakat sehingga hidup ekonomi umat, berasaskan keadilan, transparansi, akad kesepakatan dua belah pihak, yang mendasar ini tidak ribawi, kalau syariah rugi untung ditanggung bersama, karena dia sistem bagi hasil,” beber Nardi.

Dia menambahkan, kendalanya saat ini sebelum ada koperasi syariah harus terlebih dahulu dibentuk Dewan Pengawas Syariah, sementara di Babel belum dibentuk.

“Makanya dalam waktu dekat kami akan membentuk dewan syariah terlebih dahulu, baru kemudian melaunching koperasi syariah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena menambahkan pihaknya juga mendorong terbentuknya koperasi syariah. Namun kendalanya karena belum ada Dewan Pengawas Syariah sehingga koperasi belum terbentuk.

“Satu dewan pengawas syariah hanya bisa mengawasi maksimal satu koperasi, makanya kami mendorong dan membuka kesempatan kepada calon-calon yang mau menjadi Dewan Pengawas Syariah, itu berat syaratnya, harus paham betul dengan syariah Islam,” tandasnya.

Pada APBD 2020, lanjutnya, Pemprov Babel sudah berinisasi akan melatih Dewan Pengawas Syariah dengan target 20 orang pelatihan.

“Kita baru punya cikal koperasi syariah, mudah-mudahan setelah nanti ada dewan pengawas, koperasi syariah ini bisa berjalan, karena kan lebih aman dan nyaman dengan koperasi syariah ini, dia tidak riba, pembagian hasil menggunakan sistem bagi hasil,” pungkasnya.(nov/10)

Comment

BERITA TERBARU