MoU dengan Palembang, Babar Lirik Wisatawan Sumsel

MUNTOK – Bupati Bangka Barat (Babar) Parhan Ali dan Walikota Palembang Harno Joyo melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) berikut perjanjian kerjasama antara Pemkab dengan Pemkot Palembang. Penandatanganan dilakukan di aula rumah dinas Walikota Palembang, Jumat (9/2/2018).
Ada beberapa kerjasama yang disepakati dan ditandatangani Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing, yakni Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Kelautan Perikanan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Tenaga Kerja. Kesepakatan itu dihadiri langsung Ketua DPRD Babar Hendra Kurniady, Wakil Ketua Badri Syamsu beserta M Ali Purwanto dan juga Ketua DPRD Kota Palembang Darmawan.
Parhan saat sambutan mengatakan, dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi kerjasama dapat dilaksanakan antar daerah dengan posisi geografis yang relatif dekat. Kerjasama daerah merupakan wahana dan sarana untuk lebih memantapkan hubungan dan keterikatan daerah yang satu dengan daerah lain serta menyerasikan pembangunan daerah, mensinergikan potensi antar daerah serta meningkatkan pertukaran pengetahuan, teknologi dan kapasitas keuangan.
Masih dikatakan Parhan, melalui kerjasama daerah juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan daerah terutama dalam penyediaan pelayanan umum yang mendasar. “Kerjasama didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas, sinergis dan saling menguntungkan terutama dalam bidang-bidang yang menyangkut kepentingan lintas wilayah dan diharapkan menjadi satu jembatan pengembangan potensi pembangunan yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Menurutnya letak Provinsi Kepulauan Babel khususnya Kabupaten Bangka Barat dengan Pulau Sumatera khususnya Kota Palembang secara geografis sangat dekat, sehingga potensi penjajakan pelaksanaan kerjasama dalam berbagai bidang sangat dimungkinkan untuk direalisasi. Palembang sendiri merupakan saudara tua Babar karena sebelum pemekaran masih tergabung dengan Sumsel.
Karena itu, penandatangan kesepakatan kerjasama ini diharapkan merupakan tonggak awal munculnya berbagai perjanjian kerjasama lain yang akan dilaksanakan berdasarkan potensi, kebutuhan dan keunggulan yang dimiliki masing-masing daerah. “Setiap OPD dapat langsung menginventarisir hal-hal yang dapat dikerjasamakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing daerah untuk kemudian segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama. Hal ini dimaksudkan agar dapat segera direalisasikan sehingga memberikan efek positif bagi tingkat perekonomian lokal dan kemajuan daerah kedua belah pihak,” harap Parhan.
Sementara Walikota Palembang Harno Joyo mengharapkan penandatanganan ini jangan seremoni saja. Dia minta segera dijalankan OPD yang sudah bekerjasama. Palembang yang merupakan saudara tua Babar tentunya ingin saling membantu agar kemajuan daerah terwujud.
“Kami ini sebagai saudara tua ingin sekali meningkatkan kerjasama,” ujarnya.
Harno juga mengatakan, jarak Palembang dengan Babar hanya 4 jam lewat jalur laut sehingga cukup strategis. Palembang sudah ditetapkan masuk 18 destinasi wisata dunia yang salah satunya wisata sejarah. Dan pariwisata menjadi primadona dan menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar.
“Kalau di Palembang ada sungai, di Babar punya pantai, ada tambang timah, Palembang hidupnya dari wisatawan. Dulu PAD dari pariwisata Rp600 miliar namun sekarang Rp1,5 triliun. Jadi ini jangan hanya seremonial, buat paket wisata sedekat mungkin,” harapnya. (wan/1)

No Response

Leave a reply "MoU dengan Palembang, Babar Lirik Wisatawan Sumsel"