Molen tak Izinkan Kadisdik ke Thailand

  • Whatsapp

Ety Sebut Walikota Lupa

PANGKALPINANG – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pangkalpinang, Ety Fahriaty berangkat ke Negara Thailand untuk melakukan perjalanan dinas. Sayangnya, keberangkatan itu menimbulkan polemik. Sebab, lawatan ke luar negeri itu disinyalir tidak mendapatkan izin dari atasannya yakni Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil.

Molen sapaan akrab Walikota mengaku belum mengeluarkan izin atas perjalanan dinas Kadisdik tersebut. Bahkan ia menyebut, tidak pernah memberikan izin kepada Ety Fahriaty untuk berangkat.
“Tidak ada izin dari saya. Saya tidak pandang bulu jika melakukan kesalahan akan kita berikan sanksi,” tegas Molen kepada sejumlah wartawan, Jumat (15/2/2019).

 

Bahkan, Molen menyatakan perjalanan dinas Kadisdik tersebut tanpa sepengetahuannya. Untuk itu, dia akan melakukan langkah tegas terhadap istri salah satu staf khusus Gubernur Kepulauan Bangka Belitung itu. Dan dipastikan Molen, yang bersangkutan akan diberikan tindakan tegas.
“Tidak ada izin ke saya, nanti Bu Sekda akan membentuk tim memberi penilaian itu seperti apa dan dipastikan ada sanksinya,” kata Molen.

Lucunya, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan via Whats Apps (WA), Ety mengaku sedang menghadiri kegiatan di Thailand. Ia mengklaim keberangkatannya ke Thailand sudah mendapatkan izin dari Walikota Pangkalpinang.

“Memang Ibu sedang ada di Bangkok undangan dari media guru kegiatan jelajah literasi. Saat ini saya sedang ada seminar tentang literasi di kantor Seameo Bangkok dan ini saya biaya sendiri,” ujarnya saat dikonfrimasi Jumat (15/2/19) pukul 17.36 Wib.

Saat ditanya soal izin perjalanan dinasnya itu, Ety mengatakan sudah izin dengan Walikota Pangkalpinang pada Jumat pekan lalu. Perihal perizinan itu, Ety bahkan menyebutkan kemungkinan walikota yang lupa atas hal itu.

“Saya sudah izin mungkin Pak Wali lupa, saya sudah dua kali ngomong,” tegasnya.
Menurut Ety, sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri, dirinya telah diberikan izin oleh Walikota dan pihak Pemerintah Kota Pangkalpinang.

“Sudah, bahkan saya sudah langsung menghadap saat acara Jumat Bahagia minggu lalu dan suratnya sudah dikirim ke Pemkot,” tukasnya.

Kepemimpinan tak Harmonis
Terpisah, Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rano menilai terjadinya polemik Kadisdik ke Thailand ini menunjukan tidak berjalannya sistem koordinasi yang baik antara kepala daerah dengan kabinet kerjanya. Menurut dia, hal sepele semacam itu seharusnya tak terjadi.

“Sistem koordinasi dalam roda Pemerintahan Kota Pangkalpinang saat ini antara Walikota dan Kepala OPD kurang begitu baik. Ini seharusnya tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat ini menilai, ketidaksamaan penuturan seperti itu dapat dianggap tidak sejalan antara kepala daerah dan kabinetnya. Sebab, kepala daerah mengaku tidak memberi izin, sementara kepala dinas mengaku sudah diberikan izin.

“Dua pengakuan berbeda ini bisa berefek kurang baik dalam Pemerintahan Kota Pangkalpinang,” ucapnya.
Apalagi kata Rano, berdasarkan pengamatannya dalam beberapa bulan ini salah satunya disaat moment Sidang Paripurna di DPRD, sejumlah kepala OPD tidak hadir. Bahkan Wakil Walikota pun tak bersama Walikota.

“Kepala OPD hanya segelintir saja yang datang termasuk Wakil Walikota. Ada apa ini? Ini bisa dianggap adanya ketindakharmonisan di tubuh Pemerintah Kota Pangkalpinang. Hal ini juga dapat memalukan kita,” tegasnya.

Namun Rano menyatakan sebetulnya DPRD mendukung program maupun visi misi Walikota untuk secepat mungkin terealisasi karena masyarakat menunggu janji pasangan walikota.
“Intinya kalau tidak sinkron sesama eksekutif, hanya omong kosong hal itu bisa terealisasi,” tukasnya. (bum/1)

Related posts