Molen Kurangi Kompetensi, Perbanyak Kolaborasi

  • Whatsapp
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil berfoto selfie dengan sejumlah guru saat menghadiri acara di aula SMK Negeri Dua, Kacang Pedang, Kamis (12/9/2019). (foto: istimewa)

PANGKALPINANG- Pengurus PGRI Kota Pangkalpinang menyelenggarakan acara sosialisasi hasil Kongres Nasional XXII tahun 2019 yang dilaksanakan di aula SMK Negeri Dua, Kacang Pedang, Kamis (12/9/2019). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil serta didampingi Kadin Pendidikan dan Kebudayaan, Iwansyah.

Acara yang mengangkat tema ” Pengembangan Kompentensi dan Softskill Guru”, ini juga dihadiri hampir semua kepala sekolah yang ada di Pangkalpinang mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari kepolisian Kombes Pol Dra.Dien Iruastini,M.I.

Pada sambutannya, Maulan Aklil yang akrab disapa Molen mengibaratkan untuk membangun suatu daerah seperti memakai baju, kalau kebesaran nggak enak di pakai, kekecilan bisa sesak nafas. Begitu juga yang dirasakan di Kota Pangkalpinang saat ini soal APBD.

“Bagaimana komposisi APBD kita sekarang yang emang benar- benar sangat ngepas, biar belanja langsung dan tidak langsung nya tercapai dan begitu saya masuk kesini, saya berupaya menstabilkan itu,” sebut Molen.

Selain itu, lanjut dia, ABPD Kota Pangkalpinang dengan jumlah yang tidak mencapai satu triliun dan harus di bagi 30 lebih OPD. “APBD kita tidak mencapai satu triliun, dengan belanja langsung dan tidak langsung, yang bisa dibelanjakan untuk pegawai yang diluar gaji sekitar 300, harus dibagi 30 sekian OPD,” jelasnya.

Berbagai upaya, katanya dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk bisa menstabilkan APBD, dengan cara penertiban aset, meningkatkan PAD, juga struktur organisasi yang ada di Pangkalpinang.

Begitu juga dalam hal pembangunan gedung sekolah, maupun gedung serba guna di lingkup sekolah, menurutnya pemkot juga butuh waktu dan strategi karna keterbatasan dana.

“Aset kita ada beberapa yang belum ada sertifkatnya, kadang ada juga yang dikuasai oleh pihak ketiga, ada juga yang tidak tercatat di kita, jadi ini akan saya benahi sedikit demi sedikit,”katanya.

Dia menambahkan, akan ada 21 motor yang akan diberikan untuk para pengawas sekolah dan anggaran Rp 50 juta untuk membantu PGRI melalui anggaran Korpri bertepatan pada Hari Jadi Kota Pangkalpinang yang ke-262 tahun.

“Terkait tenaga guru honorer pemerintah kota akan memberikan perhatian khusus di dalam kesejahteraannya,”ujarnya. “Mumpung saya wali kota nya, saya akan sejahterakan para guru,salah satunya dengan cara memberikan rumah layak huni untuk para guru, dengan cara di kredit kan dengan sangat murah,”katanya. (Humas & Protokol Setda Pangkalpinang/10)

Related posts