Misteri Kematian Nurmaela Terungkap

  • Whatsapp
PELAKU PEMBUNUHAN – Dwi Santoso alias Dwi (31) pelaku pembunuhan korban Nurmaela diamankan Tim Satreskrim Polres Bateng. (foto: M Tamimi)

Korban Pembunuhan Motif Cinta Segitiga
Pelaku Ternyata Pria Pujaan Hati

KOBA – Dedikasi jajaran Polres Bangka Tengah mengungkap kasus misteri kematian Nurmaela (30) yang ditemukan terbujur di pinggir Pantai Alew Kelurahan Padang Mulia, Koba patut diberi apresiasi.
Setelah memastikan dari hasil visum dan otopsi bahwa Nurmaela menjadi korban pembunuhan, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi serta petunjuk yang berkaitan kasus tersebut.
Alhasil, kurun waktu selama lima hari pasca penemuan mayat Nurmaela, Polres Bateng berhasil mengungkap kasus pembunuhan dilatari motif asmara ini.
Adalah Dwi Santoso alias Dwi (31), tersangka pembunuhan terhadap Numaela. Pelaku ditangkap di Jalan Pesantren Kelurahan Simpang Perlang Kecamatan Koba, Jum’at (17/05/2019).
Kapolres Bangka Tengah, AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang melalui Kasat Reskrim, AKP. Robby Ansyari membenarkan pihaknya telah berhasil meringkus pelaku pembunuhan korban Nurmaela warga Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar.
“Pada hari Jum’at (17/05/2019), pelaku Dwi (31) berhasil kita amankan di Jalan Pesantren Kelurahan Simpang Perlang,” ujarnya kepada Rakyat Pos, Jum’at (17/05/2019).
Pria yang berdomisili di Jalan Swadaya Simpang Perlang itu terpaksa dihadiahi timah panas pada bagian kaki kiri karena berusaha melawan saat melakukan penangkapan.
Menurut Kapolres, Ada indikasi terbunuhnya korban dipicu oleh hubungan asmara dengan pelaku.
Karena pelaku merasa sudah bertunangan dengan yang lain, sementara korban tak terima diputuskan oleh pelaku. Diduga karena kesal, maka pelaku pun bertindak diluar dugaan yakni menghabiskan nyawa korban.
“Dari hasil penyelidikan sementara diperoleh petunjuk mengarah kepada pelaku yang telah melakukan kekerasan mengakibatkan kematian terhadap korban, dikarenakan terakhir kali bertemu dan berhubungan dengan korban adalah pelaku, dan pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara menjerat leher korban menggunakan jilbab yang dipakai korban,” terangnya.
Saat penangkapan terhadap pelaku, Tim Satreskrim Polres Bangka Tengah terpaksa mengambil tindakan tegas.
“Saat mau diamankan, pelaku berupaya melarikan diri, sehingga membuat petugas kami terpaksa melakukan tindak tegas terukur,” pungkasnya.

*Motif Cinta Segitiga
Dari hasil keterangan yang dihimpun, terungkap motif pembunuhan yang dilakukan pelaku Dwi terhadap korban Nurmaela terindikasi karena motif cinta segitiga.
Kasat Reskrim Polres Bangka Tengah, AKP. Robby Ansyari seizin Kapolres Bangka Tengah, AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang mengungkapkan motif pelaku tega menghabisi nyawa korban dikarenakan cinta segi tiga.
“Pelaku ini emosi karena korban terus menghubungi pelaku dan berharap kepada pelaku. Sementara pelaku sudah punya hubungan serius dengan wanita lain,” tukas Kasat, Jum’at (17/05/2018).
Dilanjutkannya, berdasarkan pengakuan pelaku, antara pelaku dan korban tidak memiliki suatu hubungan pacaran, namun demikian pelaku ini selalu memberi harapan terhadap korban yang membuat korban merasa, seperti pacaran.
“Berdasarkan pengakuan pelaku, sebelumya korban sama pelaku ini belum pacaran hanya pelaku ini selalu memberi harapan kepada korban dan antara pelaku ini pernah tinggal dirumah kontrakan yang bersebelahan dengan kontrakan korban,” ungkapnya.
Setelah itu lanjutnya pelaku pindah kontrakan dikarenakan pelaku kerja tambang di Koba tepatnya di bemban.
“Setelah kerja tambang di daerah eks PT. Koba Tin tepatnya di Bemban, pelaku ini rupanya sudah menjalin cinta dengan perempuan lain yang kebetulan tukang masak tempat pelaku ini kerja dan kemudian hubungan ini diketahui korban,” lanjutnya.
Singkat cerita, pelaku dan korban janjian bertemu di Pantai Alew Kelurahan Padang Mulia, pada Minggu malam pukul 20.30 WIB. “Pada Minggu malam pelaku dan korban bertemu di Pantai Alew (TKP-red), namun saat diajak pulang korban tidak mau pulang, sehingga terjadilah keributan diantara keduanya hingga terjadi pertengkaran hebat sampai terjadinya penganiayaan yang menyebabkan pembunuhan terhadap korban,” ceritanya.
Pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara melilitkan jilbab yang dikenakan korban ke leher korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia. (ran/6)

Related posts