Milik Tiga Big Bos, Tambang HL Merapin akan Ditutup

  • Whatsapp

Penertiban Melibatkan Seluruh Intansi

PANGKALPINANG – Penambangan pasir timah berskala besar di kawasan hutan lindung (HL) merapin Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) akan segera berakhir.

Pasalnya, tim gabungan dari Ditreskrimsus Polda Babel bersama aparatur pemerintahan dalam waktu dekat turun lokasi untuk menutup tambang yang diduga milik tiga big bos timah yaitu Ah warga Muntok Bangka Barat, Ao Sungailiat Kabupaten Bangka, dan Yo asal Lubuk Besar, Bateng.

Tak tanggung-tanggung, perambahan HL menggunakan puluhan unit alat berat berupa excavator beroperasi untuk mengeruk pasir timah di kedalaman puluhan meter di lokasi ini.


Padahal, lokasi tambang ini merupakan kawasan terlarang bagi masyarakat umum untuk mencari pasir timah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Dirreskrimsus Polda Babel), AKBP Indra Krismayadi menegaskan pihaknya bersama tim gabungan (timgab) dari unsur forum komunikasi pimpinan derah (Forkopimda) Provinsi Bangka Belitung dalam waktu dekat akan melakukan penertiban tambang di kawasan ini.

“Tim gabungan yang akan menertibkan. Untuk masalah tambang ini sudah dirapatkan di forkopimda,” ungkap Dirreskrimsus kepada Rakyat Pos, Minggu (16/6/2019).

Diakuinya, penertiban tambang besar ini akan melibatkan semua instansi dari unsur forkopimda.

“Kita (Polda Babel) nanti ikut. Pol PP, Dishut, wartawan juga nanti ikut. Nanti kan masing-masing ada yang tugasnya rehabilitasi hutan, penertiban dan ada juga yang akan melakukan penindakan,” beber Indra Krismayadi.

Dia berjanji akan menindak tegas penambangan berskala besar di kawasan hutan lindung itu.”Nanti ya,” tandasnya. (bis/6)

Related posts